MAB News

[Pengumuman]Pengumpulan Laporan Perkembangan Prestasi bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 5,6 dan 7

Laporan Beasiswa Prestasi MAB 2018

Dear Penerima Beasiswa Prestasi MAB,

Tak terasa masa perkuliahan di semester gasal TA 2017/2018 telah berakhir. Sehubungan dengan hal tersebut dan menjelang dipublikasikannya semua nilai sebagai hasil belajar satu semester kemarin, maka kami beritahukan bahwa terkait Laporan Perkembangan Prestasi periode semester Gasal 2017/2018 bagi penerima Beasiswa Prestasi MAB bisa di submit secara online dengan mengakses laman berikut http://www.beasiswamab.org/laporan-beasiswa-prestasi-mab/

Laporan Beasiswa Prestasi ini sifatnya wajib bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014, 2015, dan 2016 sebagai evaluasi untuk pertimbangan perpanjangan Beasiswa Prestasi tersebut ke depan.

Laporan perkembangan prestasi untuk periode semester gasal 2017/2018 disubmit paling lambat tanggal 15 Januari 2018.

Semoga bisa terus meningkatkan prestasi di semester mendatang!

 

Penyemangat di Akhir Pekan Bersama Bapak-Ibu MAB

Sharing Pak Mukti Wibowo

Menutup program rutin pembinaan akhir pekan di Rumah Inspirasi MAB, Sabtu (9/12) lalu kami belajar dari Pak Mukti Wibowo, salah seorang Pendiri Yayasan MAB dan Dosen di Teknik Perkapalan UI.

Beliau menceritakan kisahnya semasa kuliah di jurusan Teknik Mesin, jurusan yang tidak ia pilih sewaktu mendaftar (Teknik Sipil dan Arsitektur). Dari situlah beliau belajar untuk menikmati prosesnya, melewati fase-fase di tiap tingkatnya serta berusaha menjadi yang terbaik.

Dari beliau kami belajar untuk bersyukur menikmati apa yang kita jalan saat ini, tidak berusaha membandingkan dengan orang lain. Meskipun pilihan jurusannya adalah Teknik Sipil dan Arsitektur, tetapi kuliah di Teknik Mesin tidak membuatnya lupa untuk selalu menghadirkan yang terbaik. Setiap tahunnya beliau naik tingkat ketika teman-teman seangkatannya lebih banyak yang tertinggal.

Pesan beliau kepada kami untuk berusaha fokus mengejar apa yang kami jalani saat ini. Fokus memperdalam bidang yang kami minati dan menjadikan itu sebagai keahlian.

“Pengalaman seberapapun banyaknya, bila tidak dibagi akan mati.”

Itulah alasan mengapa beliau menjadi dosen, selain aktivitasnya bersama perusahaannya di bidang konsultan perkapalan.

Selain beliau, Bu Dijan dan Bu Tin juga turut hadir. Mereka mengingatkan kami kembali arti kedisipilinan.

Sebagai future leader, kita harus bisa disipilin dimulai dari diri sendiri. Hal ini tercermin dari diri kita.

You have your own quality.

Kita seharusnya memiliki kualitas yang menunjukkan diri kita sebagai future leader. Jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kamu yang buruk. Bahwa kamu sukses, itu karena kamu. Kalau tidak sukses, jangan pernah menyalahkan orang lain. Be the best at your place.

Terakhir, pemberian Reward kepada dua penerima manfaat Beasiswa Pondokan MAB yang berprestasi dan aktif. Mereka adalah Kukuh Lolana (Teknik Industri 2014) dan Farudin (Teknik Industri 2015).

Terima kasih untuk akhir pekan yang penuh semangatnya, Bapak-Ibu MAB!

Selamat mempersiapkan yang terbaik untuk UAS di semester ini!

Cerita November bersama Rumah Inspirasi MAB

Kehidupan di Rumah Inspirasi MAB

MAB, terima kasih atas akhir November yang berkesan ini. Banyak kegiatan akhir pekan yang pada akhirnya membuat bonding kami—penerima manfaat pondokan MAB semakin baik. Banyak pula pengalaman seru penuh drama yang menghiasi kegiatan tersebut.

November ini bulan yang sibuk. Setelah pertemuan Gathering 14 Tahun MAB di pekan pertama November, lalu dilanjutkan dengan Forum Perspektif Muda 2045 di pekan ketiga (yang tidak bisa aku ikuti karena bersamaan dengan pelatihan Bidik Misi), pekan terakhir November ditutup dengan fun and refreshment berupa games serta menghadiri Roosseno Cup di Minggunya.

Ada yang lucu saat kami bermain games. Baper karena merasa penilai lebih memihak satu tim atau tidak jelasnya aturan main yang membuat kedua tim salah pengertian. Sebenernya dalam games ini bukan masalah siapa pemenangnya, tetapi apa saja value yang bisa kita ambil.

Sebelum games dimulai, kami diberi potongan kertas kecil yang apabila disatukan maka akan membentuk logo MAB. Esensinya ialah, masing-masing dari kami memiliki peran yang sama penting. Meskipun ada yang memperoleh kertas kecil dan kosong, tetapi jika itu hilang maka tidak akan komplit membentuk satu kesatuan logo MAB.

Jangan pernah merasa bahwa keberadaan kalian atau kita tidak ada artinya sama sekali. Itu salah. Sekecil apapun kemampuan kita —tentu kita tidak akan pernah tahu bahwa sebenernya kemampuan kita tidak sekecil itu jika tidak pernah mencobanya— atau kita merasa bahwa amanah yang diberikan kepada kita itu remeh dan tidak berdampak, lagi-lagi itu salah. Dalam suatu organisasi, sebuah divisi diciptakan untuk sebuah peran. Tidak ada yang lebih penting ataupun tidak lebih penting. Jika salah satu divisi menghilang maka organisasi tersebut berarti gagal.

Menyusun potongan kertas tadi hanyalah pembuka saja, sebagai pemanasan games selanjutnya yang akan lebih seru. Pembagian kelompoknya menurutku unik —dengan games juga— meskipun agak gregetan juga ternyata games ini hanya untuk pembagian kelompok. Intinya di sini kita harus selalu fokus dan waspada. Tidak ada keadaan yang cukup aman. Maka dari itu kita harus berani untuk terus bergerak, jangan hanya diam di tempat ketika ancaman datang.

The real games dimulai. Inti dari semua games ialah; ketika kita berorganisasi atau bekerja sama, kita harus memiliki tujuan dari awal. Mau seperti apa organisasi tersebut nantinya, apa-apa saja yang menjadi tolak ukur kesuksesannya. Setiap anggota suatu organisasi memiliki pikiran dan tujuan masing-masing, hal tersebut tidak bisa dipungkiri. Itulah sebabnya sangat perlu memiliki tujuan bersama sebelum akhirnya semua orang bergerak sendiri-sendiri. Kepercayaan satu sama lain juga penting dalam menjalankan roda organisasi.

Keesokan harinya, kami refreshing bersama para alumni pada acara Roosseno Cup. Roosseno Cup membuatku semakin percaya bahwa anak Fakultas Teknik (FT) memang solid. Roosseno Cup adalah Sebuah Turnamen golf alumni FTUI. Acara ini diadakan di Sentul Highland Golf Club. Kami langsung khilaf ketika Sentul Golf itu ternyata sangat foto-able. Langsung kami cari-cari spot terbaik untuk foto, “Buat stok foto instagram,” begitu  Fadlu bergurau.

Sebenernya saat hunting foto itulah kami menjadi lebih dekat. Dengan berdiskusi, berdebat, mana spot yang bagus. Kemudian setelah kami foto-foto di rerumputan yang ternyata penuh rumput yang suka menempel di pakaian, kami saling menolong untuk mencabuti rumput tersebut.

Udah kebayang ‘kan ya nanti masa depan kalian secara garis besar seperti apa?” itu yang Kak Bambang tanyakan kepada kami di pengujung acara. Sangat senang melihat senior sudah sukses melalui jalan yang saat ini sedang kutempuh. Itu artinya ada banyak kesempatan aku bisa menjadi seperti mereka atau bahkan lebih. Namun aku selalu memiliki kecemasan tersendiri ketika dihadapkan dengan begitu banyak orang sukses. Apakah aku bisa menjadi seperti mereka?

Banyak sekali pengalaman baru yang sangat berharga. MAB selalu tahu kapan kami harus bekerja keras dalam perkuliahan dan kapan harus mengistirahatkan sejenak badan dan menyegarkan kembali otak yang sudah hampir lelah.

Acara-acara di akhir pekan memang selalu bisa memantik kembali semangat dan mengingatkan kami untuk selalu bersyukur atas segala yang kami punya.

Penulis

Ika N. Prasetyaningsih, adalah seorang mahasiswa baru jurusan Teknologi Bioproses angkatan 2017. Ika yang sapaan akrabnya merupakan salah satu penerima Beasiswa Rumah Inspirasi MAB yang berasal dari daerah Wonosobo. Instagram : @ika_nprasetya_

Gelar Roosseno Cup 2017, GIFT UI Sumbang 194 Juta lebih untuk Beasiswa di FTUI

Roosseno cup 2017

Bogor, Minggu (27/11), Turnamen Golf Roosseno Cup 2017 digelar oleh Golfers Alumni FTUI (GIFT UI) dan Iluni FTUI di Sentul Highland Golf Club. Turnamen Golf Roosseno Cup 2017 merupakan perhelatan kedua dari Roosseno Cup yang rutin diadakan setiap tahunnya.

Nama Roosseno Cup diambil dari Prof. Dr. (HC) Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo yang merupakan Bapak Konstruksi Beton Indonesia dan menjadi Dekan pertama Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Warisan ilmu konstruksi beton dari beliau inilah yang memberikan dasar kokoh kepada seluruh alumni FTUI untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, hadir pula istri dari Almarhum Prof. Rooseno, Ibu Amalia Rooseno yang menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan turnamen Roosseno Cup untuk yang kedua kalinya. Selain itu, acara tersebut juga turut dihadiri oleh Retor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis dan Dekan FTUI, Prof. Dedi Priadi, serta ketua Iluni FTUI Teten Derichard.

Pagelaran Roosseno Cup 2017 selain untuk untuk menjaga dan meningkatkan semangat keguyuban alumni FTUI juga menjadi wadah kepedulian alumni FTUI melalui donasi beasiswa untuk disalurkan sebagai Beasiswa Pendidikan kepada mahasiswa FTUI yang membutuhkan melalui Beasiswa MAB.

Disaksikan oleh Rektor UI, Dekan FTUI, serta Ketua Iluni FTUI, Panitia Golf Iluni FTUI yang diwakili oleh Azwan Nurcandra berhasil mengumpulkan dana sebesar 194,15 Juta plus $100 untuk disumbangkan sebagai beasiswa kepada Yayasan Mata Air Biru yang diterima secara langsung oleh Ketua Yayasan MAB, Sri Dijan Tjahjati.

Yayasan MAB mengucapkan terima kasih kepada Iluni FTUI, Panitia Golfers Alumni FTUI serta seluruh alumni yang telah memberikan donasi untuk disumbangkan sebagai beasiswa pendidikan kepada Yayasan MAB. Di usia 14 tahun ini, kami berharap semoga sinergitas Iluni FTUI dan Yayasan MAB bisa terus terjalin dalam memberikan kebermanfaatan bagi Pendidikan adik-adik mahasiswa di FTUI. (BS)

Forum Perspektif Pemuda 2045 Mengajak Millenials Menyongsong Indonesia Emas 2045

Forum Perspektif Pemuda 2045

“Fortif Muda 2045: acara yang sangat bermanfaat untuk pemuda generasi milenial karena acara tersebut membuka mata dan wawasan kita bahwa pada tahun 2045 nanti, kitalah para pemangku kebijakan (stakeholder) di negara ini dan dengan bonus demografi yang ada, generasi milenial saat ini bertanggung jawab untuk membawa Indonesia ke masa keemasannya di usia 100 tahun Indonesia merdeka nantinya.” (Naufal M. Rafif, Mahasiswa Teknik Perkapalan 2016)

“Menurut saya acara seperti fortif 2045 ini sangat bagus. Forum nya sendiri sangat menarik karena menyangkut masalah-masalah yang ada sekarang ini dan cara membuat agar indonesia lebih baik lagi di tahun 2045.” (M. Asykar S. Bangun, Mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material 2017)

“Acara ini dapat digunakan sebagai pemicu terlahirnya ide-ide luar biasa dari para pemuda untuk dapat memajukan Indonesia di tahun 2045. Karena di tahun 2045, generasi kamilah yang akan menjadi petinggi-petinggi yang akan menentukan bagaimana nasib Indonesia ke depannya.” (Trianti Puji Sadermi, Mahasiswa Teknik Mesin 2015)

“Buka hanya pengalaman baru saja yang saya dapatkan, namun banyak sekali ilmu yang saya dapatkan untuk mengubah paradigma baru dalam melihat masalah dan untuk berkolaborasi dalam merencanakan serta mempersiapkan peran untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. “ (Alvira Novitasari, Mahasiswa Arsitektur 2016)

Millenials, apa peran yang akan kau ambil di tahun 2045 nanti?

Forum Perspektif Pemuda (FORTIF) 2045 yang diadakan pada Sabtu, (18/11) lalu di Balairung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata mengajak generasi millennial untuk menyongsong dan mempersiapkan era emas Indonesia di tahun 2045 mendatang. Forum yang dimoderatori oleh Prof. Indroyono Susilo (Mantan Menko Kemaritiman) tersebut, menghadirkan tiga orang pembicara lintas generasi yakni Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo (Gubernur Lemhannas RI) mewakili generasi baby boomer, Rizky Kamadibrata (Managing Director Grab Indonesia) mewakili generasi X, dan Jezzie Setiawan (Gandeng Tangan) mewakili generasi millennial.

Fortif sendiri dihadiri oleh ratusan pemuda dari generasi millennial dengan latar belakang yang berbeda. Menurut prediksi para ahli, bahwa pada tahun 2045 nanti, tepat di usia 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana usia produktif yang jauh lebih besar. Momentum ini menjadi harapan untuk kebangkitan bangsa. Generasi millennials yang ada sekarang inilah yang diproyeksikan akan memimpin bangsa ini pada tahun 2045 mendatang. Untuk itu, potensi yang ada harus dipersiapkan semaksimal mungkin sebagai momentum bagi kebangkitan bangsa.

Generasi millennial adalah generasi muda yang lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000an. Fortif mengajak para generasi millennial untuk belajar values generasi pendahulu sebagai bekal untuk menyongsong era emas Indonesia di 2045 mendatang. Diselenggarakannya Fortif ini merupakan inisiasi dari Orde Insani yang bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Millenials, mari sama-sama mempersiapkan bekal untuk menyongsong era emas Indonesia 2045!

Yayasan MAB Menghadiri Apresiasi Pemberi Beasiswa di UI

apresiasi pemberi beasiswa di ui

Universitas Indonesia, Depok, Senin, (13/11) Direktorat Kemahasiswaan UI menyelenggarakan UI Scholarship Awardee Appreciation 2017 dengan mengundang para pemberi Beasiswa di lingkungan UI. Yayasan Mata Air Biru sebagai salah satu pemberi beasiswa di UI khususnya bagi Fakultas Teknik diundang untuk hadir di malam apresiasi tersebut yang diwakili oleh Bapak Hamdion Nizar selaku Pendiri dan Bu Sri Dijan Tjahjati selaku Ketua.

Acara UI Scholarship Awardee Appreciation 2017 ini menjadi momentum apresiasi yang tinggi bagi dedikasi para pemberi beasiswa yang selama ini juga memiliki peran dalam membantu pendidikan anak bangsa di Universitas Indonesia. Selain itu, adanya apresiasi ini juga diharapkan mampu menginspirasi berbagai pihak untuk turut membantu pendidikan anak bangsa melalui pemberian Beasiswa Pendidikan.

Yayasan Mata Air Biru yang kini berusia 14 tahun berkomitmen untuk membantu Pendidikan anak bangsa di Universitas Indonesia melalui pemberian Beasiswa MAB. Yayasan MAB mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya bagi para pihak yang telah berkontribusi secara konsisten dengan mendukung penuh berbagai program dari Yayasan MAB, khususnya pemberian Beasiswa MAB. Semoga Yayasan MAB ke depan bisa semakin maju dan konsisten sebagai wadah bagi alumni FTUI dan relasinya dalam membantu pendidikan anak bangsa, khususnya di FTUI. (BS)

Warna Baru

Penerima Beasiswa Pondokan MAB

Memulai lembaran baru di tempat yang baru ibaratkan membuka buku halaman yang masih putih polos dan bersih. Buku yang masih putih polos dan bersih itu pasti akan lebih menarik jika diisi dengan coretan – coretan warna yang pastinya akan membuat lembaran – lembaran dari buku tersebut lebih menarik.

Dengan beriringnya waktu, 1 tahun sebelum saya bergabung dalam MAB Family disetiap lembar halaman bukuku memang sudah ada yang mewarnainya. Namun, warna itu belum begitu banyak dan belum begitu membuat lembar halaman buku saya menarik dan aku pun tersadar bahwa perjalanan dan perjuanganku masih panjang. Untuk memberi warna pada setiap lembar halaman yang masih putih polos pun pastinya membutuhkan perjuangan dan waktu.

Satu tahun sudah saya mencoba mewarnai lembar halaman buku itu, namun tiba – tiba Saya diberikan sebuah kesempatan dan anugerah untuk mengisi lembar halaman buku saya dengan sebuah warna yang sangat membuat lembar halaman buku saya menjadi menarik dan lebih berwarna yaitu MAB Family.

Awal mula saat saya ditawarkan kesempatan untuk bergabung dalam MAB Family yang pertama saya rasakan sangatlah bahagia dan sangat bersyukur saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan MAB Family. Karena dengan bergabungnya aku di MAB Family secara tidak langsung lembar halaman buku saya pastinya akan terisi oleh warna – warna yang diberikan oleh MAB Family.

Dua bulan sudah saya bergabung dalam MAB Family. Begitu banyak pengalaman dan cerita yang menjadi beberapa warna yang selalu mengisi lembar halaman bukuku yang kosong. Dari setiap kegiatan rutin harian, kegiatan rutin mingguan, dan kegiatan rutin bulanan.

Saya sangat bersyukur dengan bergabungnya saya dalam MAB Family ibadah saya menjadi lebih baik dan tidak hanya itu, begitu banyak skill dan manajemen diri yang saya dapatkan setelah saya bergabung dalam MAB Family. Dari pengetahuan bagaimana merencanakan kehidupan kampus menuju pasca kampus sampai dengan bagaimana cara kita untuk memanajemen waktu dan menyeimbangkan antara akademis, organisasi, dan pengembangan diri.

Dari situlah saya banyak belajar dan belajar lagi. Saya mencoba untuk menerapkan semua pengetahuan yang sudah saya dapatkan dipertemuan rutin mingguan MAB Family. Dengan berbagai pengetahuan yang telah saya dapatkan selama ini membuat saya menjadi lebih semangat untuk menjalani dunia kampus yang telah saya pilih. Serta dalam berorganiasi maupun mengikuti sebuah kepanitiaan, saya tidak pernah kewalahan lagi untuk membagi waktunya. Dengan saya mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan pun tidak pernah menganggu kegiatan akademis saya.

Saya juga merasa mendapatkan keluarga baru yang selalu menjadi tempat curhat kedua di tanah rantau ini. Setidaknya dengan saya bergabung dalam MAB Family saya memiliki orang tua, kakak dan adik sebagai keluarga kedua saya.

Saya sangat berterima kasih kepada MAB Family yang mengizinkan saya untuk bergabung dan menjadi salah satu bagian dari MAB Family. Dengan bergabungnya saya dalam Pondokan MAB secara tidak langsung saya telah mengurangi beban orang tua saya. Pastinya dengan bergabungnya saya dalam MAB Family saya mendapatkan semangat yang lebih untuk menjalani kehidupan kampus.

—-

Penulis :

Alvira Novitasari atau yang akrab disapa Novi atau Vira saat ini merupakan mahasiswa Arsitektur angkatan 2016. Ia merupakan salah satu penerima Beasiswa Pondokan MAB yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Happiness Project di Panti YPLB Nusantara Depok

Happiness Project MAB Panti YPLB Nusantara Depok

A Simple act of kindness creates an endless ripple

Depok, Sabtu (28/10) Penerima Beasiswa MAB mengadakan kegiatan bertajuk “Happiness Project” di Panti Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara. Happiness Project adalah sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh penerima beasiswa pondokan mab untuk menumbuhkan empati sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui happiness project, para penerima beasiswa mab diharapkan menjadi insan yang pandai bersyukur, memiliki rasa empati yang tinggi serta lebih semangat dalam menjalani kehidupan.

Panti YPLB Nusantara adalah sebuah Panti yang menampung anak-anak berkebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna grahita, tuna rungu hingga anak dengan down syndrome. Berlokasi tak jauh di daerah Beji Timur, Panti YPLB menampung anak berkebutuhan khusus tersebut mulai usia dini hingga usia lanjut. Kebanyakan dari mereka tinggal di panti sejak kecil dengan diantar oleh keluarganya atau ditemukan oleh Polisi di jalan kemudian dititipkan di panti.

Hari itu, di sebuah ruangan besar bernuansa hijau kami berkumpul. Dengan kesederhanaan kami para penerima beasiswa mab mencoba menghadirkan senyuman untuk anak-anak panti YPLB yang sangat aktif. Pak Sujono mengenalkan beberapa anak panti. Salah satunya Salsa yang merupakan seorang tuna netra. Ada kelebihan lain yang dimiliki Salsa, ia membuat kami terenyuh ketika mendengarkan lagu bunda yang dibawakannya dengan diiringi oleh keyboard. Nyanyinya terdengar begitu tulus dengan suaranya yang merdu.

Ada juga kelompok marawis yang isinya anak panti yang sudah dilatih. Mereka piawai memainkan alat musik marawis layaknya kelompok marawis kebanyakan. Keaktifan anak-anak panti coba disalurkan kepada hal-hal positif yang mampu mentransfer energi mereka sehingga lebih terarah.

Dari kami, donat tanpa topping menjadi sajian pembuka. Anak-anak panti dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kami membagikan donat sembari memperagakan bagaimana membuat topping donat agar lebih menarik. Beberapa dari mereka sudah lahap memakan donat sebelum kami berikan aba-aba untuk memakannya. Cokelat dan ceres yang kami bawa berhamburan hasil eksperimen mereka mengeksplorasi topping donat.

Saat diputar baby shark, anak-anak panti berdiri sambil memperagakan gerakannya. Mereka tampak riang. Tak terkecuali salsa yang sebenarnya tak tahu apa yang sedang dilakukannya. Ia dibimbing oleh Rana, salah satu penerima beasiswa mab riang gembira menari bersama.

Menutup perjumpaan, Danto memainkan keyboard menyanyikan beberapa lagu seperti laskar pelangi dan bersamamu yang berkolaborasi dengan Salsa.

Hari itu kami menyadari bahwa ada beragam alasan bagi kami untuk selalu bersyukur atas apa yang kami miliki saat ini. Karena di luar sana, ada banyak orang-orang yang tidak memiliki apa yang kita punya. Teruslah menginspirasi mengalirkan mata air untuk sekitar. Semoga satu hal kecil dari kami ini bisa mengisi senyuman bagi mereka di hari itu. (BS)

Gallery foto :

Tanda mata dari Panti YPLBIbu Dijan dari Yayasan MAB dan Pak Sujono dari Panti YPLB

Anak-anak panti YPLBAnak-anak Panti YPLB

 

Games Awal

Menyanyi bersamaMenyanyi bersama

siap menghias donatsiap menghias donat

Perjuangan Meraih Kesuksesan

perjuangan meraih kesuksesan

Jika bertanya pada orang-orang apa tujuan hidup mereka, sebagian besar akan menjawab bahwa tujuan hidup mereka adalah menjadi sukses. Sukses sendiri mempunyai banyak definisi tergantung bagaimana seseorang menginterpretasikan definisi sukses yang ia maksud. Setiap manusia yang kondisi hidupnya berbeda akan mempunyai parameter kesuksesan yang berbeda pula.

Bagi saya sendiri, sukses adalah ketika saya mampu mengatur keseluruhan diri saya untuk menjadi seperti apa yang saya harapkan, ketika saya mampu memenuhi permintaan-permintaan dari orang-orang terdekat saya, ketika saya mampu menjadi manusia yang berguna bagi orang lain.

Kesuksesan tidak datang dengan tiba-tiba. Diperlukan perjuangan yang tidak sedikit untuk meraih kesuksesan. Sebagian orang akan terlihat melakukan usaha-usaha keras untuk mencapai keinginannya. Sebagian lain bukan berarti hanya memberikan usaha yang kecil dan seadanya, tetapi terkadang perjuangan mereka tidak terlihat. Setiap orang mempunyai jalannya masing-masing dan selama jalan yang ditempuh itu benar, tidak ada salahnya bagi kita untuk mencoba melakukan hal yang sama.

Hal pertama yang harus dilakukan sebagai bentuk perjuangan meraih kesuksesan adalah menentukan target. Setiap orang mempunyai target yang jelas akan apa yang ingin ia capai agar jika di tengah perjuangannya ia tergerak untuk berhenti atau berbalik arah, ia ingat dan sadar tujuan awalnya apa. Namun meskipun telah menentukan target, kita tidak boleh berpuas diri dengan apa yang kita raih. Asalkan tujuannya baik, kita dapat terus meningkatkan target kesuksesan kita.

Setelah target, hal yang harus dilakukan adalah memulai. Seringkali, bagian awal menjadi masa-masa rawan yang berat yang kemudian berujung pada perilaku menyerah. Hal yang paling sulit adalah memulai, karena memulai berarti mencoba berubah dan perubahan tidak selalu dapat dilakukan atau bahkan diterima dengan baik.

Selanjutnya, berjuang dengan sungguh-sungguh. Ingat kembali target yang telah kita buat di awal, ingat kembali hal-hal memotivasi kita untuk menjadi lebih baik, dan yang pasti memohonlah kepada Tuhan Yang Maha Esa agar usaha kita dilancarkan.

Setelah rangkaian perjuangan yang dilakukan, jika apa yang kita lakukan sudah maksimal dan sudah menjadi takdir kita, maka kesuksesan tersebut akan kita raih. Teruslah berjuang karena bisa jadi kesuksesan itu akan datang sebentar lagi, atau mungkin beberapa waktu lagi.

Selain itu, kesuksesan tidak harus bersifat individual. Meraih kesuksesan secara komunal juga bagian dari kesuksesan itu sendiri. Berjuang bersama-sama mungkin akan terlihat lebih berat karena adanya perbedaan-perbedaan karakter dari tiap individu, tetapi percayalah bahwa, “If you want to go faster, go alone. If you want to go further, go together”. Mempunyai teman berjuang akan membuat kita lebih focus karena ada yang mengingatkan, juga mengurangi tekanan sebab adanya tempat berbagi yang mengerti permasalahan yang kita hadapi.

Hal lainnya yang paling penting adalah menerima, mengikhlaskan, dan merelakan. Sekuat apapun usaha kita, seyakin apapun kita akan kemampuan diri, tetap selipkan sedikit kemungkinan terburuk agar kita juga dapat bersiap diri. Ingatlah, kesuksesan tidak akan ada tanpa kegagalan. Kegagalan bukan berarti semuanya berakhir. Kegagalan justru akan menyadarkan kita bahwa ada jalan lain yang lebih baik yang bisa kita tempuh. Ada takdir lain yang lebih indah yang menanti untuk kita temukan.

Jangan pernah membenci kegagalan. Jangan pernah menyerah karena gagal. Percayalah bahwa seringkali kita tidak tahu ada rencana apa yang diselipkan Tuhan di balik kegagalan tersebut. Ambillah pelajaran dari kegagalan, cari kesalahan yang mungkin kita lakukan, perbaiki diri, dan mulailah berjuang lagi.

—-

Penulis :

Cut Rana Al ‘Adila adalah seorang mahasiswi Teknik Lingkungan Universitas Indonesia. Ia merupakan penerima beasiswa pondokan MAB yang berasal dari Aceh. Sebagai seorang mahasiswa baru, ia kini tengah berjuang menemukan jalannya menuju kesuksesan menurut definisinya.

Dirgahayu Yayasan Mata Air Biru ke-14 Tahun

14 tahun menjadi mata air untuk Indonesia

Hari ini, 30 September, 14 tahun lalu menandai berdirinya Yayasan MAB sebagai sebuah lembaga sosial yang lahir dari kepedulian alumni FTUI untuk membantu mahasiswa FTUI melalui pemberian beasiswa pendidikan.

Langkah awal yang tentunya tidak mudah. Konsisten diiringi uluran yang tuluslah yang mengantarkan kami meraih pencapaian di usia 14 tahun ini.

“Getting an audience is hard. Sustaining an audience is hard. It demands a consistency of thought, of purpose, and of action over a long period of time. ” (Bruce Springsteen)

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak yang senantiasa beriringan mewujudkan niat mulia Yayasan MAB hingga usia 14 tahun ini.

Semoga di tahun-tahun mendatang, Yayasan Mata Air Biru bisa terus mengalirkan kontribusi bagi perkembangan pendidikan, tidak hanya di lingkungan FTUI, namun juga di lingkungan UI bahkan Indonesia.

-Yayasan MAB-