Category : Beasiswa MAB

Home»Archive by Category "Beasiswa MAB" (Page 8)

Testimoni Penerima Beasiswa MAB

Testimoni penerima beasiswa mab

Testimoni Penerima Beasiswa MAB

Adanya Yayasan MAB semoga bisa menghadirkan kebermanfaatan, terutama dalam membantu pendidikan anak bangsa.

Berikut testimoni dari Sepinia Indrawati, Teknik Sipil 2011 yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana dari FTUI. Sepinia mendapatkan beasiswa Prestasi batch 3 dari Yayasan MAB sejak berada di semester 3 hingga lulus di semester delapan kemarin.

“Terimakasih Untuk Yayasan Mata Air Biru (MAB) untuk segala bantuan, baik secara finansial maupun dukungan lain yang diberikan kepada saya dan semua teman – teman di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Saya sangat bersyukur selama beberapa tahun ke belakang mendapatkan bantuan dari Yayasan MAB yang dapat saya gunakan untuk menunjang aktivitas akademik saya. Semoga semakin banyak teman – teman lain di FTUI yang bisa terbantu oleh Yayasan MAB. Harapan terbesar adalah semoga suatu saat nanti kami yang sudah mendapatkan bantuan dari MAB bisa menjadi bagian dari Yayasan MAB dan ikut belajar berbagi dengan teman-teman lain di FTUI bersama Yayasan MAB. ” (Sepinia Indrawati)


Segera dibuka Beasiswa MAB Periode Semester Gasal 2015/2016!

#BeasiswaMAB #TestimoniPenerimaBeasiswa#RoadTo12TahunMAB #BeasiswaPrestasi

[Prestasi] Penerima Beasiswa MAB mengikuti Program K2N

Penerima beasiswa mab mengikuti program K2N

Penerima Beasiswa MAB mengikuti Program K2N

Salah seorang penerima Beasiswa MAB, Siti Awaliyatul Fajriyah mengikuti program K2N (Kuliah Kerja Nyata) Kebangsaan yang merupakan program kerjasama dari Kemenristek Dikti, Universitas Indonesia dan Universitas Riau. Program K2N ini dilaksanakan di Kabupaten Siak, Riau selama sebulan penuh di Bulan Agustus 2015. Program Kuliah Kerja Nyata tersebut memiliki tema untuk penanggulangan bencana kebakaran lahan gambut berbasis masyarakat.

Selama sebulan, Awa belajar langsung bersama masyarakat Kabupaten Langkat sekaligus sebagai wujud pengabdian mahasiswa untuk masyarakat. “Disini, aku belajar arti penting kolaborasi. Semakin berwarna, semakin kaya, karena setiap orang yang lahir ke dunia, memiliki misi dan perannya masing-masing.” Tutur awa mengungkapkan kesannya setelah mengikuti program K2N tersebut.

Awa, begitu sapaan akrabnya menutup ceritanya dengan pesan berupa harapan yang ia dapat selama mengikuti program K2N tersebut. “Masyarakat menaruh harapan penuh atas nasibnya hidup di negeri yang kaya ini kepada kita, para (calon) sarjana. Menjadi intelektual menara gading bukanlah jalan bagi seorang insan berpendidikan. Dan kami melakukan ini semua untuk Tuhan, orang tua dan rakyat yang mencintai kami.” (Catatan Awa dari perjalanan mengikuti program K2N UI)

Semoga dengan diadakannya program sejenis Kuliah Kerja Nyata bisa meningkatkan kepekaan mahasiswa sebagai akademisi dan orang terdidik untuk bersama-sama membangun negeri tercinta.

9 Penerima Beasiswa MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

Sesi Foto Wisudawan (Ki-Ka) Mushab, Wahyu, Tama dan Yopik

9 Penerima Beasiswa MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

“Graduation is a quite happy and proud time. However, the hard work must not be the end. You have to continue to learn and to work even harder than before for getting a better future…”

Depok (28/8), Sebanyak sembilan  9 penerima beasiswa mab berhasil menyelesaikan studi dari FTUI dengan mengikuti wisuda periode semester genap tahun ajaran 2014/2015. Mereka adalah angkatan 2011 yang telah menyelesaikan studinya tepat waktu selama empat tahun atau delapan semester.

Selama kuliah, para wisudawan ini pernah menerima beasiswa dari Yayasan MAB baik yang berupa beasiswa prestasi, regular hingga beasiswa pondokan MAB. Lima orang lulusan merupakan penerima beasiswa prestasi MAB batch 3 angkatan 2011. Mereka mendapatkan beasiswa selama 6 semester mulai dari semester 3 hingga semester 8 atau lulus sebagai sarjana dari FTUI. Sedangkan empat orang lainnya merupakan alumni dari Pondokan MAB yaitu sebuah program beasiswa berupa tempat tinggal dari Yayasan MAB.

Pihak Yayasan MAB merasa bangga bahwa para penerima beasiswa MAB, khususnya penerima beasiswa prestasi bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu seperti tujuan utama dari diadakannya beasiswa prestasi yaitu untuk membantu mahasiswa kurang mampu secara finansial agar menjadi sarjana teknik.

Wisudawan yang merupakan alumni Pondokan yaitu Mushab Abdu Asy-syahid (Arsitektur), Wahyu Rochman Aditama (Teknik Perkapalan), Yopik Indra (Teknik Perkapalan), dan Tuti Ferina (Teknik Lingkungan), sedangkan wisudawan yang merupakan penerima beasiswa prestasi MAB yaitu Sepinia Indrawati (Teknik Sipil), Ghusaebi (Teknik Elektro), Masrudin (Teknik Metalurgi dan Material), Taufik Abdullah (Teknologi Bioproses) dan M. Bagus Nurul Alam (Teknik Industri).

Selamat atas kelulusanya. Kelulusan ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang akan mereka lalui. Semoga mereka kelak bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya dimanapun berada.

“Keep learning and hopefully you will be successfull too in passing the next chapter of your life…”

Wisudawan MAB semester genap

Penyerahan Cenderamata kepada Wahyu

Penyerahan Cenderamata kepada Yopik

Foto wisudawan dengan penerima beasiswa pondokan

Program Rumah Inspirasi MAB

program rumah inspirasi mab

Program Rumah Inspirasi MAB Semester Gasal 2015/2016

Program Rumah Inspirasi MAB periode semester gasal 2015/2016 kembali akan segera dimulai. Program ini akan menjadi basis program pengembangan diri bagi penerima beasiswa pondokan MAB yang diberikan oleh Yayasan Mata Air Biru. Para penerima beasiswa pondokan MAB diwajibkan untuk mengikuti seluruh program pembinaan yang telah dijadwalkan. Harapan dari diadakannya program ini adalah para penerima beasiswa pondokan MAB tumbuh menjadi pemimpin muda harapan bangsa yang dekat dengan Tuhan dan memiliki rasa empati yang tinggi serta prestasi yang membanggakan.

“Selalu ada inspirasi yang bisa kita dapatkan dari sekitar kita”

Itulah yang ingin dibentuk dari Rumah Inspirasi MAB. Kami ingin menghadirkan inspirasi lebih dekat dari keseharian para penerima beasiswa pondokan MAB. Apa saja program yang akan dijalankan selama satu semester ke depan di Rumah Inspirasi MAB?

Berikut adalah rincian program Rumah Inspirasi MAB periode 2015/2016.

  1. Presentasi Bahasa Inggris

Program ini bertujuan untuk melatih skill presentasi dan juga kecakapan dalam berbahasa inggris. Presentasi Bahasa Inggris dilaksanakan setiap hari sabtu pukul 08.00-10.00 WIB bertempat di Rumah Inspirasi MAB Putra. Setiap penerima beasiswa pondokan mab akan mendapatkan giliran untuk presentasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Topik yang dibawakan pada saat presentasi adalah bebas (pengetahuan, pengalaman, informasi, hobi, dll)

  1. Simulasi TOEFL

Program Simulasi TOEFL ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan bahasa inggris para penerima beasiswa pondokan MAB. Program ini dilaksanakan tiap bulan sekali. Penerima beasiswa pondokan mab yang telah mencapai skor TOEFL lebih dari 550 akan diikutsertakan dalam tes TOEFL langsung di LBI UI.

  1. Inspiration Talk

Program Inspiration Talk merupakan program untuk peningkatan kapasitas pengetahuan para penerima beasiswa pondokan MAB. Program ini berupa sesi sharing yang diisi oleh pembicara inspiratif dari kalangan Tokoh, alumni, akademisi, aktivis mahasiswa, mahasiswa berprestasi, dll. Program ini dilaksanakan tiap sebulan sekali.

  1. English Day

Program English Day bertujuan untuk membentuk kebiasaan berbahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari. Program ini berupa percakapan dalam bahasa inggris yang dilakukan pada hari yang telah ditentukan sesuai kesepakatan dari para penerima beasiswa pondokan mab.

  1. One Month One Book to Read dan Diresume

Setiap penerima beasiswa pondokan mab wajib membaca sebuah buku di luar buku akademik untuk menambah pengetahuan. Buku yang dibaca tersebut diresume dan dilaporkan dalam laporan bulanan. Adanya program ini diharapkan untuk memperkaya wawasan dan menggiatkan budaya membaca bagi para penerima beasiswa pondokan MAB.

6. 1 Bulan 1 Prestasi

Sama seperti halnya One Month One Book, setiap bulannya para penerima beasiswa pondokan mab wajib melaporkan prestasi dan capaian bulanan yang telah diraih. Prestasi yang dimaksud dalam cakupan yang luas bukan hanya memenangkan kejuaraan. Adanya program ini diharapkan para penerima beasiswa pondokan mab bisa terus menjadi manusia yang berprestasi.

7. One Month One Article

Program ini bertujuan untuk memupuk produktivitas menulis para penerima beasiswa mab. Untuk itu, mereka diwajibkan untuk menulis sebuah artikel bebas dan dilaporkan setiap bulannya.

  1. Kajian Pagi

Program ini merupakan program pengembangan kerohanian bagi para penerima beasiswa pondokan mab. Setiap pagi, para penerima beasiswa pondokan mab diwajibkan untuk mengikuti sholat subuh secara berjama’ah di Masjid Al-furqon, lalu dilanjutkan dengan tilawah al-qur’an secara bersama-sama. Usai tilawah, dilanjutkan dengan pembacaan intisari dari La Tahzan.

  1. Olahraga Bulanan

Program ini sebagai sarana olahraga bagi penerima beasiswa pondokan mab putra. Setiap sebulan sekali diadakan pertandingan futsal secara bersama-sama.

  1. Piket Pondokan

Program piket pondokan diadakan untuk mendidik para penerima beasiswa pondokan mab agar lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapihan rumah tinggalnya. Jadwal piket biasanya dibaut bergilir sesuai kesepakatan. Setiap sabtu pagi, piket dilaksanakan bersama-sama dengan membersihkan semua bagian rumah, termasuk kamar mandi. Hal ini diperlukan agar kondisi rumah pondokan tetap bersih dan nyaman untuk ditempati.

  1. MAB Trip

Program MAB Trip diadakan sebagai program tambahan untuk mempererat kebersamaan antar penerima beasiswa pondokan mab. Program MAB trip pertama diadakan pada Juni 2015 lalu yang dilaksanakan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Inilah program Rumah Inspirasi MAB periode semester gasal 2015/2016. Program ini akan menjadi wadah pengembangan diri bagi para penerima beasiswa pondokan MAB!

Apakah kamu tertarik untuk bergabung bersama kami? Tetap update dengan info kami ya.

Menuju 12 Tahun Yayasan MAB: What Next?

Di akhir September nanti, Yayasan MAB akan memasuki usia yang ke-12 tahun. Usia yang tidak sebentar memang untuk sebuah lembaga yang secara struktural sebenarnya terpisah dari lembaga resmi iluni FTUI maupun FTUI itu sendiri. Namun, Yayasan MAB mampu bertahan dan bahkan konsisten meningkatkan kontribusinya sesuai dengan tujuan utama yayasan ini didirikan.

Dalam setahun terakhir, pasca inisiasi adanya gerakan Program Dana Abadi Iluni FTUI yang dikelola oleh Yayasan MAB, banyak perubahan dan gerakan yang diciptakan. Mulai dari penyusunan database, sekretariat Yayasan yang berbasis di FTUI, publikasi dan informasi yang terus di update via website dan media sosial, serta pengembangan program bagi beasiswa MAB dan Pondokan. Keberadaan Yayasan MAB sebagai sebuah lembaga milik iluni FTUI menjadi sebuah aset yang harus dipertahankan, bahkan harus terus dikembangkan.

Memasuki usia yang ke-12 tahun ini, Yayasan MAB akan terus meningkatkan kontribusi nya sebagai sebuah lembaga sosial pendidikan bagi civitas akademika FTUI dan sekitarnya. Harapan kami tentunya bukan lagi segelintir alumni yang merasa memiliki yayasan ini, tetapi semua alumni dengan turut membantu berkontribusi melalui dirinya dan relasinya agar Yayasan ini terus ada, tumbuh dan berkembang bukan hanya untuk FTUI, tetapi untuk Indonesia.

What Next? Tunggu program baru kami di Bulan Depan….

Pondokan MAB : Mata Air Harapan

Seperti mata air yang selalu menghadirkan kesejukan bagi manusia, Pondokan MAB selalu menyegarkan kembali semangat kami untuk berprestasi. ( Mata Air Harapan )

Sebelum menjadi bagian dalam untaian keluarga bernama Mata Air Biru, aku bukanlah siapa-siapa. Hanya seseorang yang senang dengan prestasi-prestasi di permukaan, bukan prestasi-prestasi esensial. Senang ikut sana-sini tanpa tahu kemana akan pergi. Jangankan hari libur, waktu senggang di sela-sela perkuliahan pun aku isi dengan hal-hal yang tidak jelas kebermanfaatannya. Ah, aku sangat menyesal. Berapa jam yang aku habiskan untuk kegiatan yang sama sekali tidak membawaku kemana-mana karena aku pun belum memiliki tujuan.

Waktu itu semester 3 akhir, sekitar bulan Oktober, aku ditawari untuk menjadi penerima Beasiswa Pondokan MAB. Awalnya aku ragu karena aku khawatir waktu luangku akan tersita oleh kegiatan pembinaan di pondokan. Namun dari pengalaman temanku yang sudah menjadi penerima sebelumnya, akupun akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Mendengar bahwa aku mendapat Beasiswa Podokan ini, orang tuaku terdengar sangat senang. Tentu saja, setelah gagal mendapat Bidik Misi, kabar ini seperti hadiah yang Tuhan berikan kepada kami. Orang tuaku pun senang aku tinggal di pondokan ini karena pergaulanku akan terjaga dan mereka tidak perlu khawatir. Ditambah dengan pembinaan-pembinaan yang akan menjadi alat bagiku untuk mengakselerasi kemampuan diri.

Benar saja. Setelah aku menjadi bagian dari MAB, aku merasakan banyak perubahan. Suasana pondokan yang kondusif untuk beribadah membuatku sedikit demi sedikit memperbaiki hubunganku dengan Tuhan. Shalat berjamaan, membaca Quran dan puasa sunnah menjadi hal yang biasa disini. Padahal sebelumnya aku belum terbiasa dengan hal ini. Saat itu saya berharap ini adalah langkah yang baik untuk mengawali sebuah perubahan besar.

Lokasi pondokan yang dekat dengan kampus mempermudah mobilitasku dalam berkegiatan. Apalagi kegiatan organisasi yang terkadang mengaruskanku pulang larut malam. Aku sangat bersyukur karena aku tidak perlu menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga dan uang untuk berkegiatan seperti itu.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan di pondokan sangat menunjang perkuliahanku di arsitektur. Aku tidak perlu lagi mencari ruang yang cukup luas untuk menggambar di kertas A1 atau membuat maket dengan ukuran 70 cm x 100 cm. Akupun tidak perlu jauh-jauh mencari makan karena disana kami bisa memasak.ah, baru disitu aku merasakan bahwa hidup di arsitektur tidaklah sesulit itu.

Keberadaan teman di pondokan itu adalah penyulut semangat yang jitu. Berbincang mereka sangat menyenangkan. Tidak hanya obrolan-obrolan serius mengenai solusi sebuah masalah, tetapi obrolan-obrolan santai mengenai kehidupan sehari-hari menjadi bahan diskusi yang tidak pernah habis. Ketika aku sakit, merekalah orang pertama yang menanyakan keadaanku. Ketika aku pulang larut, mereka pula orang pertama yang menanyakan apakah aku baik-baik saja. Perhatian tulus yang mereka berikan seolah aku adalah bukanlah orang asing bagi mereka. Terkadang aku merasa kehadiran keluargaku di Bandung dalam pondokan ini.

Membuat MAB bersinar dengan prestasi

Harapan pembina pondokan kami adalah menjadikan kami pemuda yang mandiri. Dengan kemandirian itu, kami tidak lagi menggantungkan kebutuhan kami kepada orang tua. Namun kami sadar, harapan orang tua kami di MAB tidaklah berhenti sampai disitu. Setelah kami mampu mandiri, kami harus mampu meraih prestasi-prestasi sesuai bidang kami, baik itu akademis maupun akademis.

“Aku senang pegang uang.” Itu adalah alasanku untuk berkontribusi di bidang keuangan. Menjadi bendahara di Ikatan Mahasiswa Arsitektur dan Ketua Koperasi menjadi pengisi waktu luangku untuk kegiatan intrakampus. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakampus aku bergabung dengan Inspiranessia, sebuah gerakan sosial untuk menginspirasi adik-adik SMA agar mau meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Dalam gerakan yang diinisiasi oleh temanku saat Learning Camp LPP Salman ITB ini, aku menjadi bendahara umum. Sejak saat itu aku mulai mengerti bahwa kontribusi yang aku lakukan adalah untuk menjadi bagian dari perubahan negara ini kedepannya.

Beberapa bulan lalu aku mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan nasional yang diikuti oleh pemuda dari berbagai universitas di Indonesia, School for Nation Leader. Dalam pelatihan ini, aku bertemu teman-teman baru dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dahkan Sulawesi. Disitu kami dididik menjadi negarawan muda yang akan memimpin Indonesia di masa depan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. Yang membuat aku sadar bahwa selama ini prestasiku belum ada apa-apanya bukanlah karena bertemu dengan teman-teman yang menduduki jabatan-jabatan strategis di organisasinya, tapi karena dengan umur yang tidak jauh berbeda, ilmu yang mereka dapatkan sudah jauh lebih banyak dibandingkan aku. “Kemana saja aku selama ini?”

MAB : tempat tumbuh kreativitas, tempat lahir harapan baru

Sepulangnya ke MAB dari pelatihan itu, aku bertekad untuk terus mengejar ketertinggalan. Begitu banyak isu-isu diluar sana yang masih tidak aku pedulikan. Begitu banyak buku yang belum baca. Begitu banyak orang yang blum aku ajak diskusi. Menjadi agen perubahan tidak semudah yang aku kira. Mimpi untuk menjadi Menteri Perancangan Kota 2039 harus kuwujudkan melalui usaha-usaha yang kulakukan sejak saat ini. Harapan untuk Indonesia yang lebih baik harus aku tumbuhkan dan tularkan kepada teman-teman, terutama teman-teman MAB karena aku tidak mungkin bergerak sendiri.

Suatu saat, pondokan MAB adalah saksi bisu langkah-langkah keberhasilan para penggerak perubahan. Disinilah awal tumbuhnya semangat dan hadirnya harapan para pemimpin bangsa. Disini pulalah sesuatu yang dinamakan keluarga dengan ikatan perjuangan itu lahir.

MAB bukan hanya tempat kami berangkat menuju dunia pengabdian, tetapi juga tempat untuk kami pulang di masa depan. Pulang untuk menjemput pemuda-pemuda baru dengan darah semangat yang sama demi perubahan negeri. Inilah, MAB rumah kita.

—–

Awa

Penulis : Siti Awaliyatul Fajriyah, mahasiswi jurusan arsitektur angkatan 2012. Awa, begitu panggilan akrabnya adalah salah satu penerima beasiswa pondokan MAB yang memiliki semangat positif untuk belajar yang tinggi. Sejak masuk pondokan MAB, ia aktif  terlibat dalam kegiatan pengabdian kepemudaan tingkat nasional. Tak lupa, semangatnya itu juga ia bagikan kepada teman-temannya di pondokan MAB.

Yayasan MAB Memberikan Bantuan Rp 5 Juta kepada TRUI di Kompetisi KRI 2015

PhotoGrid_1429946647947

Depok, Tim Robot UI (TRUI) kembali berkompetisi di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional yang diadakan pada 11-14 Juni 2015 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). KRI merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang dikoordinasikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementrian Riset, serta Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dalam kontes ini ada lima divisi lomba yang diperlombakan, yaitu Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) beroda, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) berkaki, Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI).

Sebagai salah satu misi Yayasan MAB untuk memberikan dukungan bagi kegiatan produktif mahasiswa, dalam KRI kali ini Yayasan MAB kembali memberikan bantuan dana senilai Rp 5 Juta rupiah. Adanya bantuan dana ini diharapkan bisa membantu meningkatkan motivasi para mahasiswa yang berkompetisi sehingga bisa mengharumkan nama Universitas Indonesia di tingkat nasional.

Sebelum bertanding di tingkat nasional, TRUI telah lolos di tingkat regional DKI Jakarta dan Jawa barat dengan memegang trophy sebagai robot dengan desain terbaik.  Tim yang diwakili oleh 3 orang mahasiswa FTUI yaitu Lintang Sutawika, Dean zaka Hidayat dan Saifan Rizaldy (penerima beasiswa Pondokan MAB) ini akan bertanding dalam divisi lomba KRAI bersaing dengan dua puluh enam tim dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah memenuhi persyaratan dan lolos seleksi tingkat regional. Tim ini membawa  TRUI-BOT-PRJ sebagai robot andalan yang akan bertanding di kategori ini yang mengambil tema  “Robominton:Robot Pemain Bulu Tangkis”.

Pertandingan pertama TRUI-BOT-PRJ berlangsung pada hari Jumat, tanggal 13 Juni 2015 melawan robot TE-PAK yakni robot dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung. Pertandingan ini berhasil di menangkan oleh TRUI-BOT-PRJ dengan skor 5-3 dan robot TRUI-BOT-PRJ berhasil melakukan hit back sebanyak satu kali. Pertandingan selanjutnya adalah TRUI-BOT-PRJ melawan RINY robot dari Institut Teknologi Sepuluh November pada pukul 15.30. Pertandingan ini merupakan babak penyisihan putaran pertama. Pertandingan ini dimenangkan oleh ITS dengan skor 3-5. Robot RINY berhasil meng-hit back cock dari robot TRUI-BOT-PRJ sebanyak satu kali. Kekalahan TRUI-BOT-PRJ dalam melawan ITS membuat robot ini bertanding kembali pada babak penyisihan putaran ketiga melawan robot CADIAK PANDAI dari Politeknik Negeri Padang. Pertandingan TRUI-BOT-PRJ melawan CADIAK PANDAI tidak berlangsung sengit karena dengan mudahnya robot Politeknik Negeri Padang dapat dengan mudah mengalahkan robot TRUI-BOT-PRJ dengan skor 2-5. Salah satu kelebihan dari robot Politeknik Negeri Padang adalah robotnya dikendalikan oleh driver yang cukup handal dan tanggap. (b5)

Statistik Distribusi Beasiswa MAB Periode Tahun Ajaran 2014/2015

MAB Fact

Yayasan Mata Air Biru (MAB) sebagai sebuah lembaga non-profit milik alumni FTUI pada tahun ajaran 2014/2015 kembali menunjukkan kepeduliannya untuk memajukan pendidikan anak bangsa dengan memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada civitas akademika di lingkungan FTUI.

Dari statistic distribusi penyaluran beasiswa yang diberikan oleh Yayasan Mata Air Biru (MAB), pada periode tahun ajaran 2014/2015 Yayasan MAB telah memberikan bantuan beasiswa Pendidikan senilai Rp 259 Juta rupiah dengan rincian :

  1. Beasiswa Reguler Mahasiswa untuk 20 mahasiswa senilai Rp 20 Juta rupiah
  2. Beasiswa Reguler untuk 20 Putra/I karyawan FTUI senilai Rp 20 Juta rupiah
  3. Beasiswa Skripsi untuk 20 mahasiswa senilai Rp 20 Juta rupiah
  4. Beasiswa Prestasi #3 untuk 7 mahasiswa senilai Rp 49 Juta rupiah
  5. Beasiswa Prestasi #4 untuk 5 mahasiswa senilai Rp 50 Juta rupiah
  6. Beasiswa Pondokan MAB untuk 17 Mahasiswa senilai Rp 100 Juta rupiah

Selama hampir 12 tahun Yayasan MAB telah hadir berkontribusi memberikan bantuan beasiswa pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa. Kontribusi ini tidak lepas dari donasi Alumni FTUI yang senantiasa mendukung keberlangsungan Yayasan MAB. Semoga di masa mendatang Yayasan MAB bisa terus ada dan hadir dalam membantu memajukan pendidikan di FTUI. (b5)

Yayasan Mata Air Biru: Pengelola Dana Abadi FT UI (Majalah Alumni UI Edisi no. 14)

11141151_272980846205978_7428491785872511454_n 11391115_272980882872641_6020859983449390757_n 11209566_272980939539302_5625643253247613451_n

Yayasan MAB sebagai pengelola Dana Abadi FTUI diliput oleh Majalah Alumni UI Edisi 14 yang bertemakan tentan Dana Abadi. Berikut versi lengkap artikelnya. Selamat Membaca :)

——

 

Bertepatan dengan 50 tahun FT UI pada tahun 2014 lalu, ILUNI FTUI yang diketuai Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., mencanangkan Program Dana Abadi (endowment fund) yang akan dikelola oleh alumni. Pertanyaan berikutnya adalah pihak mana yang akan mendapat kepercayaan untuk mengelola dana yang tidak sedikit itu secara transparan dan berkesinambungan. Adalah Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, yang mengusulkan pengelolaan dana abadi ini diserahkan kepada Yayasan Mata Air Biru (YMAB) yang sudah mempunyai track record cukup panjang dan terbukti eksis selama sebelas tahun, dan secara konsisten telah memberikan kontribusinya bagi sivitas akademika FTUI.

***

YMAB adalah sebuah yayasan yang digagas oleh para alumni FTUI dan disahkan berdasarkan Akta Notaris pada 30 September 2003. “Pada saat itu sebetulnya banyak alumni yang ingin memberikan bantuannya kepada para mahasiswa FTUI, misalnya saat diadakan reuni angkatan, mereka mengumpulkan dana untuk beasiswa. Tetapi kegiatan seperti itu bersifat sporadis dan sesaat. Maka didirikanlah yayasan ini sebagai wadah resmi untuk memberikan beasiswa, tidak hanya untuk mahasiswa FTUI, tetapi juga untuk putra-putri karyawan FTUI dan putra-putri Alumni yang membutuhkan”, ungkap Hamdion Nizar, Alumni Elektro 76, salah seorang Pendiri dan Pembina YMAB.

Program Beasiswa yang dirancang di masa awal pendiriannya adalah Beasiswa Reguler, dan Beasiswa Skripsi. “Saat peluncuran Yayasan ini di tahun 2003, kami memberikan 7 beasiswa untuk mahasiswa, anak alumni, anak karyawan, serta tanda cinta kasih untuk pengabdian kepada dosen kami Prof. Sidharta,” ungkap Sri Dijan Tjahjati, ketua YMAB, Alumni Sipil 79. “Sampai akhir tahun 2014, sudah lebih dari 500 Beasiswa Reguler dan Beasiswa Skripsi yang dikucurkan dengan nilai lebih dari 450 juta rupiah”.

Bentuk beasiswa reguler saat itu berupa uang tunai untuk satu semester. Mahasiswa idealnya hanya menerima satu kali, tetapi tidak menutup kemungkinan dia mengajukan permohonan kembali di semester berikutnya bila memang masih dibutuhkan. Agar penerima tepat sasaran, seleksi dilakukan atas kerjasama dengan BEM Bidang SosMa dan pihak Dekanat FTUI. “Beasiswa reguler diberikan dengan melihat latar belakang penerima, bukan dari sisi akademiknya, karena mahasiswa yang pintar tentu mudah memperoleh beasiswa dibandingkan mahasiswa biasa, padahal merekapun mempunyai kemauan yang sama untuk kuliah. “Beasiswa bagi anak karyawan, dilihat dari kinerja orangtuanya, yang diseleksi oleh pihak Dekanat,” jelas Sekretaris YMAB, Tin Nizar yang Alumni Elektro 79.

YMAB yang selalu menjaga hubungan baik dengan pihak Dekanat, mendapat masukan bahwa di kalangan mahasiswa ada kebutuhan tempat tinggal gratis. Maka di tahun 2004 YMAB mulai menyewa rumah di sekitar Kampus UI dan mahasiswa boleh tinggal di sana tanpa dipungut bayaran. Program yang dinamakan Pondokan MAB ini, ditujukan bagi mahasiswa baru yang berasal dari luar Jabodetabek. Mereka boleh tinggal di pondokan maksimal dua tahun karena diharapkan setelah tingkat tiga mereka sudah dapat survive. Di tahun 2006 program ini dikembangkan untuk dapat menampung mahasiswi. Pada saat ini daya tampung pondokan adalah 20 mahasiswa (16 putra + 4 putri).

YMAB yang menyadari bahwa kita tidak dapat hanya mengandalkan donasi dari para alumni saja, memandang perlu adanya suatu unit usaha yang dapat menjadi sumber dana rutin bagi yayasan. Maka pada tahun 2006 YMAB bekerjasama dengan BTA Group membentuk satu unit usaha bimbingan belajar yang disebut BTA MAB, berlokasi di Jl. Siliwangi, Depok. Dalam tiga tahun terakhir, unit usaha ini sudah berkembang pesat dan mampu memberikan pemasukan + 40 juta per-tahun.

Di tahun 2009, YMAB mulai melakukan pendekatan pada para alumni yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar atau BUMN. Dengan dukungan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Aplikanusa Lintasarta dan Kepengurusan ILUNI FTUI periode 2008-2011, YMAB meluncurkan Program Beasiswa Prestasi, yang diberikan kepada mahasiswa tingkat 2 dengan prestasi akademik (IPK min 3.00) dan berlanjut sampai mereka menyelesaikan studinya di semester 8. Bahkan ada mahasiswa penerima Beasiswa Prestasi yang mengambil Progam Fast Track (Program Pendidikan Terintegrasi S1 dan S2 dalam total durasi 5 tahun) dan tetap diberikan Beasiswa Prestasi sampai mereka menyelesaikan S2 di semester 10. Kepengurusan ILUNI FTUI mendukung program ini dengan menyelenggarakan turnamen golf di mana para alumni dan mitra bisnisnya dapat mengikuti turnamen sambil beramal.

Kontribusi YMAB tidak hanya dalam bentuk pemberian beasiswa tetapi juga mendukung kegiatan mahasiswa FT UI terutama yang bersifat ilmiah, seperti Kontes Robot Indonesia dan Shell Eco Marathon di Sepang, Malaysia. YMAB juga memberikan beberapa sarana pendukung seperti AC untuk ruang BEM FTUI dan lemari charger ponsel gratis yang ditempatkan di lobi FTUI di mana mahasiswa dapat mengisi daya untuk laptop atau ponselnya. Di tahun 2011, YMAB bekerjasama dengan PT Sidomuncul mengadakan kegiatan bakti sosial untuk masyarakat Depok dan sekitarnya dalam bentuk operasi katarak gratis. Berkat dukungan pihak Rektorat UI, pemeriksaan awal calon peserta program diadakan di Gedung Perpustakaan Terapung UI. Ada sekitar 180 orang yang diperiksa, dan 100 orang diantaranya memenuhi syarat dan berhasil menjalani operasi katarak gratis. (Vero)

 

Oase di Padang Tandus Intelektualitas

IMG_9689

Dan kelak, suatu hari, aku ingin mengajakmu untuk kembali ke oase itu; berpulang ke Mata Air Biru FTUI, mengulang kembali senyuman dan kebersamaan itu, lalu bercerita tentang masa lalu, atau perjalananmu sendiri yang seru, serta hal-hal apa saja yang kita sukai

Mata Air Biru adalah oase. Ialah muara dari setiap air jernih mengalir yang sengaja Tuhan hadirkan dari sebaik-baiknya tempat teruntuk para musafir ilmu, di tengah gersangnya padang pasir dan ancaman fatamorgana. Perjalanan para musafir, mahasiswa FTUI, demi menimba sebutir ilmu jelaslah tidak mudah, langkah setapak demi setapak kamu langkahi begitu lunglai jika tak ada air, dan selalu berharap ujung nanti itu adalah kebahagiaan. Sebulir air dari oase sangatlah berharga di perjalanan, tetesannya mampu meneguhkan keyakinan untuk terus hidup dan berjalan, dan begitulah ia membuat makna.

Mata Air Biru adalah sebuah proses. Ia menjernihkan dengan membuat kita terus mencari cara, bangkit dari kesulitan yang dihadapi, karena kita selalu tahu perjalanan di padang tandus ini masih terlampau jauh untuk menuju ke pusat kota yang ramai, yang menjadi sebenar-benarnya hidup dan telah menanti di depan horizon kelak. Proses menjadikan antelop berhasil mendaki gunung terjal, dan menguatkan unta mendegumkan tapalnya pada pasir, dan seperti itulah kamu terus berproses. Kita tidak diajarkan untuk mengendap di oase, kita mesti terus mencari tahu, berkembang. Yang kamu butuhkan hanyalah dorongan kecil untuk yakin dan mampu terbang. Mencari apa yang bisa kita lakukan, bukan sekadar yang kita keluhkan.

Mata Air Biru adalah sebuah simpul. Berbahagialah mereka yang pernah bermuara di oase ini. Oase yang menjadi pelepas dahaga, yang mempertemukan keluarga, tanpa mengenal asal daerah, agama, yang muda dan tua, menjadi sebuah naungan belajar bersama, tidak hanya soal intelektual, tetapi juga kehidupan mendewasakan diri yang sebaik-baiknya.

Di Mata Air Biru, kita jadi benar-benar tahu bahwa saat kita hidup dan berjalan di padang tandus ini, kita tidak pernah sendirian. Seluruh pejuang dan musafir ilmu berkumpul tidak sekadar menumpang minum, bahkan lebih dari itu— kita menjalin ikatan persaudaraan. Tentulah, oase itu bukanlah akhir perjalanan, dan di titik tertentu, pastilah kita mesti melanjutkan pijakan, menuju perpisahan dan pada langkah-langkah berikutnya. Kita mesti menjalani hidup berikutnya, tidak terlena, menemui dahaga lainnya yang tidak pernah berhenti untuk selalu saja mendewasakan kita.

Dan kelak, suatu hari, aku ingin mengajakmu untuk kembali ke oase itu; berpulang ke Mata Air Biru FTUI, mengulang kembali senyuman dan kebersamaan itu, lalu bercerita tentang masa lalu, atau perjalananmu sendiri yang seru, serta hal-hal apa saja yang kita sukai.

Mushab Abdu Asy Syahid, Mahasiswa Arsitektur FTUI 2011, Penghuni Pondokan Mata Air Biru tahun 2011-2013. Sempat menjadi Ketua Komunitas Pondokan MAB.