Category : Pondokan MAB

Home»Archive by Category "Pondokan MAB"

MAB Talk #1: Putri Mandara Berbagi Pengalaman Study in UK

Study in UK Putri Mandara

If you have a dream, go for it!

Pada MAB Talk #1 di tahun 2018 ini, Rumah Inspirasi MAB menghadirkan Putri Mandara, alumni Sastra Inggris FIB UI, juga pengajar Kelas Bahasa Inggris MAB yang baru saja menyelesaikan studinya di King’s College London, UK dengan mengambil TESOL. Dengan Beasiswa LPDP yang ia dapat pada tahun 2015, ia berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu akhir 2017 lalu.

Sesi yang sangat inspiratif dari Mbak Putri, begitu akrab disapa dimulai dengan pertanyaan dasar: Mau kemana setelah lulus nanti?

Ya, sebagai mahasiswa mungkin kita seharusnya sudah memiliki tujuan hendak kemana setelah kita lulus nanti. Apakah akan bekerja, lanjut S2 atau bekerja dahulu selama beberapa tahun kemudian lanjut S2. Hal ini penting untuk mempersiapkan sedini mungkin, terutama bagi mereka yang ingin lanjut studi setelah lulus dari S1. Persiapan itu harus dilakukan sejak menjadi mahasiswa S1, bukan nanti-nanti.

Menurutnya, perbedaan antara orang yang langsung lanjut studi S2 dibandingkan dengan yang bekerja terlebih dahulu adalah orang-orang yang sudah bekerja terlebih dahulu lebih mempunyai perspektif yang berbeda sehingga lebih tahu akan mengambil apa saat studi S2 karena pernah terjun ke dunia kerja.

Selanjutnya, hal yang paling penting jika ingin kuliah di luar negeri adalah bahasa inggris. Banyak orang yang ingin kuliah di luar negeri tidak jadi karena bahasa inggrisnya belum memenuhi target. Bahasa inggris ini penting karena menjadi bahasa utama selama kita menempuh studi. Oleh karena itu, perlu belajar dari sekarang untuk mempersiapkan kemampuan kita pada bahasa inggris.

Pilih sekolah yang akan kita tuju. Mungkin banyak yang berpikir bahwa studi di luar negeri adalah tentang jalan-jalan, padahal itu hanya sebagai bonus saja. Yang terpenting adalah akses belajar yang mungkin tidak akan kita dapatkan di tempat lain. Bayangkan kita bisa belajar dari kampus dimana Newton menemukan Hukum Newtonnya, atau belajar di kampus yang dosennya adalah penulis text book yang selama ini kita baca.

Dalam memilih sekolah, kita perlu riset data terkait timeline pendaftaran universitas, persyaratan yang dibutuhkan dan semuanya kalau bisa dibuat matriks database sehingga kita tidak perlu bolak-balik mengunjungi website universitas yang bersangkutan.

Setelah dipastikan kita mendapatkan LoA dari sekolah yang kita tuju, kita tinggal mencari beasiswa yang sesuai. Saat ini ada banyak sekali beasiswa yang memberikan kesempatan anak bangsa untuk kuliah di luar negeri.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yakni :

  1. Tujuan setelah lulus (apakah akan lanjut S2 atau kerja terlebih dahulu)
  2. Update terhadap informasi beasiswa (Timeline, persyaratan dokumen, proses seleksi)
  3. Sekolah yang ingin dituju (pilih 3 pilihan sekolah)
  4. Persiapkan diri untuk memenuhi standar yang diminta (bahasa inggris, ipk, dll)
  5. Persiapkan modal untuk test bahasa inggris (IELTS, TOEFL IBT)
  6. Sharing dengan penerima beasiswa sebelumnya, baca-baca sharing di blog penerima beasiswa yang kita tuju.
  7. Good luck!

Jangan pernah takut bermimpi! Mari persiapkan sejak sekarang!

Re-Charge Semangat di Pertemuan Pembuka Semester Genap Pondokan MAB

Pertemuan Perdana Rumah Inspirasi MAB

Liburan semester gasal telah berakhir. Saatnya kembali mempersiapkan diri untuk perkuliahan di semester genap. Begitu pula dengan aktivitas di Rumah Inspirasi MAB.

Hari itu, Jum’at, 2 Februari 2018 diadakan pertemuan pembuka kegiatan di Pondokan MAB untuk periode semester genap 2017/2018. Pertemuan ini sebagai sarana re-charge semangat setelah kembali dari kampung halaman masing-masing.

Pada kesempatan itu, diadakan sosialisasi untuk berbagai kegiatan di Rumah Inspirasi MAB periode selama satu semester mendatang. Hal ini penting untuk mengetahui gambaran kegiatan yang akan dilakukan dan capaian yang diharapkan dari kegiatan yang ada.

Awal tahun juga menjadi awal baru bagi para penerima untuk berkontribusi aktif di setiap unit kegiatan mahasiswa di kampus. Sesi sharing satu sama lain menjadi momen untuk melihat fokus keaktifan masing-masing penerima di kampus selama semester genap ini.

Terakhir, semoga Rumah Inspirasi MAB bisa menjadi wadah belajar dan pengembangan diri bagi para mahasiswa FTUI terutama penerima beasiswa MAB.

Penerima Beasiswa Pondokan MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

Hanafi Wisuda S1Universitas Indonesia, Depok, (3/2), prosesi upacara wisuda bagi lulusan UI periode semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 kembali digelar di Balairung UI, Depok. Pada periode ini, UI meluluskan sebanyak 3.760 wisudawan yang berasal dari program D3 hingga S3.

Selain 2 orang penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014 yang berhasil menyelesaikan studinya selama 3,5 tahun, salah seorang penerima Beasiswa Pondokan MAB asal Medan yaitu M. Hanafi Lubis juga berhasil lulus menjadi sarjana FTUI setelah berhasil menyelesaikan studinya dalam kurun waktu 7 semester.

M. Hanafi Lubis, atau yang akrab disapa Hanafi merupakan penerima Beasiswa Pondokan MAB pada tahun 2016. Pada periode itu, ia bersama timnya mewakili Universitas Indonesia mengikuti kompetisi Solar Boat di Belanda.

Kami mengucapkan Selamat kepada Hanafi yang telah berhasil menyelesaikan studinya menjadi Sarjana FTUI. Semoga capaian ini menjadi awal bagi kesuksesan di langkah berikutnya.

Penyemangat di Akhir Pekan Bersama Bapak-Ibu MAB

Sharing Pak Mukti Wibowo

Menutup program rutin pembinaan akhir pekan di Rumah Inspirasi MAB, Sabtu (9/12) lalu kami belajar dari Pak Mukti Wibowo, salah seorang Pendiri Yayasan MAB dan Dosen di Teknik Perkapalan UI.

Beliau menceritakan kisahnya semasa kuliah di jurusan Teknik Mesin, jurusan yang tidak ia pilih sewaktu mendaftar (Teknik Sipil dan Arsitektur). Dari situlah beliau belajar untuk menikmati prosesnya, melewati fase-fase di tiap tingkatnya serta berusaha menjadi yang terbaik.

Dari beliau kami belajar untuk bersyukur menikmati apa yang kita jalan saat ini, tidak berusaha membandingkan dengan orang lain. Meskipun pilihan jurusannya adalah Teknik Sipil dan Arsitektur, tetapi kuliah di Teknik Mesin tidak membuatnya lupa untuk selalu menghadirkan yang terbaik. Setiap tahunnya beliau naik tingkat ketika teman-teman seangkatannya lebih banyak yang tertinggal.

Pesan beliau kepada kami untuk berusaha fokus mengejar apa yang kami jalani saat ini. Fokus memperdalam bidang yang kami minati dan menjadikan itu sebagai keahlian.

“Pengalaman seberapapun banyaknya, bila tidak dibagi akan mati.”

Itulah alasan mengapa beliau menjadi dosen, selain aktivitasnya bersama perusahaannya di bidang konsultan perkapalan.

Selain beliau, Bu Dijan dan Bu Tin juga turut hadir. Mereka mengingatkan kami kembali arti kedisipilinan.

Sebagai future leader, kita harus bisa disipilin dimulai dari diri sendiri. Hal ini tercermin dari diri kita.

You have your own quality.

Kita seharusnya memiliki kualitas yang menunjukkan diri kita sebagai future leader. Jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kamu yang buruk. Bahwa kamu sukses, itu karena kamu. Kalau tidak sukses, jangan pernah menyalahkan orang lain. Be the best at your place.

Terakhir, pemberian Reward kepada dua penerima manfaat Beasiswa Pondokan MAB yang berprestasi dan aktif. Mereka adalah Kukuh Lolana (Teknik Industri 2014) dan Farudin (Teknik Industri 2015).

Terima kasih untuk akhir pekan yang penuh semangatnya, Bapak-Ibu MAB!

Selamat mempersiapkan yang terbaik untuk UAS di semester ini!

Cerita November bersama Rumah Inspirasi MAB

Kehidupan di Rumah Inspirasi MAB

MAB, terima kasih atas akhir November yang berkesan ini. Banyak kegiatan akhir pekan yang pada akhirnya membuat bonding kami—penerima manfaat pondokan MAB semakin baik. Banyak pula pengalaman seru penuh drama yang menghiasi kegiatan tersebut.

November ini bulan yang sibuk. Setelah pertemuan Gathering 14 Tahun MAB di pekan pertama November, lalu dilanjutkan dengan Forum Perspektif Muda 2045 di pekan ketiga (yang tidak bisa aku ikuti karena bersamaan dengan pelatihan Bidik Misi), pekan terakhir November ditutup dengan fun and refreshment berupa games serta menghadiri Roosseno Cup di Minggunya.

Ada yang lucu saat kami bermain games. Baper karena merasa penilai lebih memihak satu tim atau tidak jelasnya aturan main yang membuat kedua tim salah pengertian. Sebenernya dalam games ini bukan masalah siapa pemenangnya, tetapi apa saja value yang bisa kita ambil.

Sebelum games dimulai, kami diberi potongan kertas kecil yang apabila disatukan maka akan membentuk logo MAB. Esensinya ialah, masing-masing dari kami memiliki peran yang sama penting. Meskipun ada yang memperoleh kertas kecil dan kosong, tetapi jika itu hilang maka tidak akan komplit membentuk satu kesatuan logo MAB.

Jangan pernah merasa bahwa keberadaan kalian atau kita tidak ada artinya sama sekali. Itu salah. Sekecil apapun kemampuan kita —tentu kita tidak akan pernah tahu bahwa sebenernya kemampuan kita tidak sekecil itu jika tidak pernah mencobanya— atau kita merasa bahwa amanah yang diberikan kepada kita itu remeh dan tidak berdampak, lagi-lagi itu salah. Dalam suatu organisasi, sebuah divisi diciptakan untuk sebuah peran. Tidak ada yang lebih penting ataupun tidak lebih penting. Jika salah satu divisi menghilang maka organisasi tersebut berarti gagal.

Menyusun potongan kertas tadi hanyalah pembuka saja, sebagai pemanasan games selanjutnya yang akan lebih seru. Pembagian kelompoknya menurutku unik —dengan games juga— meskipun agak gregetan juga ternyata games ini hanya untuk pembagian kelompok. Intinya di sini kita harus selalu fokus dan waspada. Tidak ada keadaan yang cukup aman. Maka dari itu kita harus berani untuk terus bergerak, jangan hanya diam di tempat ketika ancaman datang.

The real games dimulai. Inti dari semua games ialah; ketika kita berorganisasi atau bekerja sama, kita harus memiliki tujuan dari awal. Mau seperti apa organisasi tersebut nantinya, apa-apa saja yang menjadi tolak ukur kesuksesannya. Setiap anggota suatu organisasi memiliki pikiran dan tujuan masing-masing, hal tersebut tidak bisa dipungkiri. Itulah sebabnya sangat perlu memiliki tujuan bersama sebelum akhirnya semua orang bergerak sendiri-sendiri. Kepercayaan satu sama lain juga penting dalam menjalankan roda organisasi.

Keesokan harinya, kami refreshing bersama para alumni pada acara Roosseno Cup. Roosseno Cup membuatku semakin percaya bahwa anak Fakultas Teknik (FT) memang solid. Roosseno Cup adalah Sebuah Turnamen golf alumni FTUI. Acara ini diadakan di Sentul Highland Golf Club. Kami langsung khilaf ketika Sentul Golf itu ternyata sangat foto-able. Langsung kami cari-cari spot terbaik untuk foto, “Buat stok foto instagram,” begitu  Fadlu bergurau.

Sebenernya saat hunting foto itulah kami menjadi lebih dekat. Dengan berdiskusi, berdebat, mana spot yang bagus. Kemudian setelah kami foto-foto di rerumputan yang ternyata penuh rumput yang suka menempel di pakaian, kami saling menolong untuk mencabuti rumput tersebut.

Udah kebayang ‘kan ya nanti masa depan kalian secara garis besar seperti apa?” itu yang Kak Bambang tanyakan kepada kami di pengujung acara. Sangat senang melihat senior sudah sukses melalui jalan yang saat ini sedang kutempuh. Itu artinya ada banyak kesempatan aku bisa menjadi seperti mereka atau bahkan lebih. Namun aku selalu memiliki kecemasan tersendiri ketika dihadapkan dengan begitu banyak orang sukses. Apakah aku bisa menjadi seperti mereka?

Banyak sekali pengalaman baru yang sangat berharga. MAB selalu tahu kapan kami harus bekerja keras dalam perkuliahan dan kapan harus mengistirahatkan sejenak badan dan menyegarkan kembali otak yang sudah hampir lelah.

Acara-acara di akhir pekan memang selalu bisa memantik kembali semangat dan mengingatkan kami untuk selalu bersyukur atas segala yang kami punya.

Penulis

Ika N. Prasetyaningsih, adalah seorang mahasiswa baru jurusan Teknologi Bioproses angkatan 2017. Ika yang sapaan akrabnya merupakan salah satu penerima Beasiswa Rumah Inspirasi MAB yang berasal dari daerah Wonosobo. Instagram : @ika_nprasetya_

Warna Baru

Penerima Beasiswa Pondokan MAB

Memulai lembaran baru di tempat yang baru ibaratkan membuka buku halaman yang masih putih polos dan bersih. Buku yang masih putih polos dan bersih itu pasti akan lebih menarik jika diisi dengan coretan – coretan warna yang pastinya akan membuat lembaran – lembaran dari buku tersebut lebih menarik.

Dengan beriringnya waktu, 1 tahun sebelum saya bergabung dalam MAB Family disetiap lembar halaman bukuku memang sudah ada yang mewarnainya. Namun, warna itu belum begitu banyak dan belum begitu membuat lembar halaman buku saya menarik dan aku pun tersadar bahwa perjalanan dan perjuanganku masih panjang. Untuk memberi warna pada setiap lembar halaman yang masih putih polos pun pastinya membutuhkan perjuangan dan waktu.

Satu tahun sudah saya mencoba mewarnai lembar halaman buku itu, namun tiba – tiba Saya diberikan sebuah kesempatan dan anugerah untuk mengisi lembar halaman buku saya dengan sebuah warna yang sangat membuat lembar halaman buku saya menjadi menarik dan lebih berwarna yaitu MAB Family.

Awal mula saat saya ditawarkan kesempatan untuk bergabung dalam MAB Family yang pertama saya rasakan sangatlah bahagia dan sangat bersyukur saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan MAB Family. Karena dengan bergabungnya aku di MAB Family secara tidak langsung lembar halaman buku saya pastinya akan terisi oleh warna – warna yang diberikan oleh MAB Family.

Dua bulan sudah saya bergabung dalam MAB Family. Begitu banyak pengalaman dan cerita yang menjadi beberapa warna yang selalu mengisi lembar halaman bukuku yang kosong. Dari setiap kegiatan rutin harian, kegiatan rutin mingguan, dan kegiatan rutin bulanan.

Saya sangat bersyukur dengan bergabungnya saya dalam MAB Family ibadah saya menjadi lebih baik dan tidak hanya itu, begitu banyak skill dan manajemen diri yang saya dapatkan setelah saya bergabung dalam MAB Family. Dari pengetahuan bagaimana merencanakan kehidupan kampus menuju pasca kampus sampai dengan bagaimana cara kita untuk memanajemen waktu dan menyeimbangkan antara akademis, organisasi, dan pengembangan diri.

Dari situlah saya banyak belajar dan belajar lagi. Saya mencoba untuk menerapkan semua pengetahuan yang sudah saya dapatkan dipertemuan rutin mingguan MAB Family. Dengan berbagai pengetahuan yang telah saya dapatkan selama ini membuat saya menjadi lebih semangat untuk menjalani dunia kampus yang telah saya pilih. Serta dalam berorganiasi maupun mengikuti sebuah kepanitiaan, saya tidak pernah kewalahan lagi untuk membagi waktunya. Dengan saya mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan pun tidak pernah menganggu kegiatan akademis saya.

Saya juga merasa mendapatkan keluarga baru yang selalu menjadi tempat curhat kedua di tanah rantau ini. Setidaknya dengan saya bergabung dalam MAB Family saya memiliki orang tua, kakak dan adik sebagai keluarga kedua saya.

Saya sangat berterima kasih kepada MAB Family yang mengizinkan saya untuk bergabung dan menjadi salah satu bagian dari MAB Family. Dengan bergabungnya saya dalam Pondokan MAB secara tidak langsung saya telah mengurangi beban orang tua saya. Pastinya dengan bergabungnya saya dalam MAB Family saya mendapatkan semangat yang lebih untuk menjalani kehidupan kampus.

—-

Penulis :

Alvira Novitasari atau yang akrab disapa Novi atau Vira saat ini merupakan mahasiswa Arsitektur angkatan 2016. Ia merupakan salah satu penerima Beasiswa Pondokan MAB yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Happiness Project di Panti YPLB Nusantara Depok

Happiness Project MAB Panti YPLB Nusantara Depok

A Simple act of kindness creates an endless ripple

Depok, Sabtu (28/10) Penerima Beasiswa MAB mengadakan kegiatan bertajuk “Happiness Project” di Panti Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara. Happiness Project adalah sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh penerima beasiswa pondokan mab untuk menumbuhkan empati sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui happiness project, para penerima beasiswa mab diharapkan menjadi insan yang pandai bersyukur, memiliki rasa empati yang tinggi serta lebih semangat dalam menjalani kehidupan.

Panti YPLB Nusantara adalah sebuah Panti yang menampung anak-anak berkebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna grahita, tuna rungu hingga anak dengan down syndrome. Berlokasi tak jauh di daerah Beji Timur, Panti YPLB menampung anak berkebutuhan khusus tersebut mulai usia dini hingga usia lanjut. Kebanyakan dari mereka tinggal di panti sejak kecil dengan diantar oleh keluarganya atau ditemukan oleh Polisi di jalan kemudian dititipkan di panti.

Hari itu, di sebuah ruangan besar bernuansa hijau kami berkumpul. Dengan kesederhanaan kami para penerima beasiswa mab mencoba menghadirkan senyuman untuk anak-anak panti YPLB yang sangat aktif. Pak Sujono mengenalkan beberapa anak panti. Salah satunya Salsa yang merupakan seorang tuna netra. Ada kelebihan lain yang dimiliki Salsa, ia membuat kami terenyuh ketika mendengarkan lagu bunda yang dibawakannya dengan diiringi oleh keyboard. Nyanyinya terdengar begitu tulus dengan suaranya yang merdu.

Ada juga kelompok marawis yang isinya anak panti yang sudah dilatih. Mereka piawai memainkan alat musik marawis layaknya kelompok marawis kebanyakan. Keaktifan anak-anak panti coba disalurkan kepada hal-hal positif yang mampu mentransfer energi mereka sehingga lebih terarah.

Dari kami, donat tanpa topping menjadi sajian pembuka. Anak-anak panti dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kami membagikan donat sembari memperagakan bagaimana membuat topping donat agar lebih menarik. Beberapa dari mereka sudah lahap memakan donat sebelum kami berikan aba-aba untuk memakannya. Cokelat dan ceres yang kami bawa berhamburan hasil eksperimen mereka mengeksplorasi topping donat.

Saat diputar baby shark, anak-anak panti berdiri sambil memperagakan gerakannya. Mereka tampak riang. Tak terkecuali salsa yang sebenarnya tak tahu apa yang sedang dilakukannya. Ia dibimbing oleh Rana, salah satu penerima beasiswa mab riang gembira menari bersama.

Menutup perjumpaan, Danto memainkan keyboard menyanyikan beberapa lagu seperti laskar pelangi dan bersamamu yang berkolaborasi dengan Salsa.

Hari itu kami menyadari bahwa ada beragam alasan bagi kami untuk selalu bersyukur atas apa yang kami miliki saat ini. Karena di luar sana, ada banyak orang-orang yang tidak memiliki apa yang kita punya. Teruslah menginspirasi mengalirkan mata air untuk sekitar. Semoga satu hal kecil dari kami ini bisa mengisi senyuman bagi mereka di hari itu. (BS)

Gallery foto :

Tanda mata dari Panti YPLBIbu Dijan dari Yayasan MAB dan Pak Sujono dari Panti YPLB

Anak-anak panti YPLBAnak-anak Panti YPLB

 

Games Awal

Menyanyi bersamaMenyanyi bersama

siap menghias donatsiap menghias donat

Kiat Merencanakan Kehidupan Kampus Menuju Pasca Kampus ala Kak Alfan Presekal

Sesi sharing bersama Alfan Presekal

Pondokan MAB, Sabtu (16/9), Program Inspiration Talk #1 di Pondokan MAB diadakan dengan tema “How to be an Outstanding Students” yang menghadirkan pembicara Kak Alfan Presekal (Tek. Komputer ’09) yang saat ini merupakan seorang dosen muda di Teknik Komputer UI. Beliau merupakan lulusan Imperial College London serta pernah menjadi Mawapres 2 tingkat UI pada tahun 2012. Program pembinaan rutin di Pondokan MAB yang berlangsung dalam sesi santai tersebut dihadiri oleh 11 (sebelas) penerima beasiswa Pondokan MAB.

Dalam sesinya, Kak Alfan memaparkan kiat merencanakan kehidupan kampus menuju pasca kampus. Menurutnya, perjalanan menuju pasca kampus adalah sebuah proses yang harus dilewati serta dinikmati oleh setiap mahasiswa. Tidak ada yang instan, semuanya butuh proses dan perjuangan.

Lebih lanjut, Kak Alfan menceritakan perjalanannya dari mahasiswa yang bukan siapa-siapa, berasal dari daerah yang penuh keterbatasan hingga menjadi seperti sekarang. Semua impiannya adalah proses perjuangan dari ratusan kegagalan yang telah ia habiskan.

Ia menceritakan bagaimana ketika mahasiswa baru tidak bias berbahasa inggris dengan lancara, sementara teman di kelasnya bisa berbicara Bahasa inggris secara spontan tanpa harus menulisnya terlebih dahulu. Kenekatan awal ia dalam Bahasa inggris ketika mengikuti kompetisi Imegine Cup dari Microsoft di US pada tahun 2011. Ia bersama timnya mewakili Indonesia dalam kompetisi bergengsi tingkat international tersebut.

Pencapaiannya menjadi Mawapres 1 FTUI dan Mawapres 2 tingkat UI pada tahun 2012 adalah puncak dari usaha dan kerja kerasnya selama ini. Dibalik itu, ada beragam kegagalan yang telah ia habiskan yang kebanyakan orang tidak tahu.

Mimpinya kini terus berlanjut. Sebagai dosen di Teknik Komputer, ia bermimpi untuk membimbing mahasiswanya agar bisa melanjutkan studi di Kampus terbaik seperti MIT. (BS)

14 Mahasiswa FTUI Menjadi Penerima Baru Beasiswa MAB 2017

Beasiswa prestasi mab 2017 full team

Depok, Kamis (7/9), Bertempat di Gedung Engineering Center R. 201 diadakan prosesi penyerahan bagi penerima baru Beasiswa MAB tahun 2017 oleh Ketua Yayasan MAB, Ibu Sri Dijan Tjahjati dan Manajer Kemahasiswaan, Alumni dan Ventura FTUI, Bapak Badrul Munir. Prosesi penyerahan simbolik tersebut dilakukan kepada penerima baru beasiswa MAB 2017 yang terdiri dari Beasiswa Prestasi Batch 7 dan Beasiswa Pondokan.

Beasiswa Prestasi MAB Batch 7 merupakan beasiswa rutin dari Yayasan MAB sebagai penunjang bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi, terutama prestasi akademik. Pada periode Batch 7 ini, Yayasan MAB memberikan Beasiswa Prestasi kepada 4 orang mahasiswa angkatan 2016. Beasiswa ini akan diberikan selama 6 semester hingga penerima lulus menjadi sarjana teknik. Penerima Beasiswa Prestasi MAB batch 7 bisa dilihat disini.

Beasiswa Pondokan MAB yang saat ini terdiri dari asrama untuk putra dan putri kini dihuni oleh 17 mahasiswa FTUI. Pada periode ini, Yayasan MAB memberikan Beasiswa Pondokan kepada 10 mahasiswa FTUI angkatan 2016 dan 2017 sebagai penerima baru Beasiswa Pondokan MAB. Selain beasiswa berupa asrama, penerima beasiswa pondokan juga mendapatkan program pengembangan diri seperti kelas bahasa inggris dan pelatihan. Penerima Beasiswa Pondokan MAB bisa dilihat disini.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Badrul Munir yang akrab disapa Pak Munir menyampaikan beberapa pesan semangat kepada penerima Beasiswa MAB. Bahwa keterbatasan tidak boleh mengalangi kita untuk maju dan berkembang. Sebagai mahasiswa, selain kuliah kita harus juga mengembangkan passion kita agar mampu bersaing dengan yang lainnya.

Disamping itu, Bu Sri Dijan atau yang biasa disapa Bu Dijan mengucapkan terima kasih kepada FTUI beserta alumni FTUI yang senantiasa memberikan dukungan kepada Yayasan MAB hingga kini. Harapannya, para penerima beasiswa MAB ini nantinya bisa give back kepada FTUI saat sudah menjadi alumni yang sukses.

Hingga periode semester genap TA 2016/2017, Yayasan MAB telah memberikan beasiswa sebanyak 862 beasiswa dengan total Rp 1,54 Milyar dengan penerima beasiswa aktif sebanyak 31 mahasiswa. Kami dari Yayasan MAB mengucapkan terima kasih banyak atas sumbangsih alumni FTUI dan relasinya yang telah mendermakan sebagian harta serta kebaikannya untuk membantu mahasiswa melalui pemberian Beasiswa MAB. Semoga amal kebaikan Bapak Ibu sekalian dibalas dengan pahala oleh Allah SWT. Amiin. (BS)

Gallery foto :

 

Membuat Target Semester, Me-recharge Kembali Semangat di Semester Baru

Semangat menjalani perkuliahan kembali

Sabtu itu masih pagi sekali. Bahkan mentari baru saja beranjak beberapa saat lalu. Di sebuah ruang besar Pondokan MAB Putra, kami berkumpul. Inilah pertemuan perdana kami. Suasana liburan panjang masih menghantui kami. Namun, kami harus segera bergegas menyiapkan rencana dan target di hari-hari terakhir liburan ini.

Beberapa di antara kami adalah wajah baru. Ya, keluarga baru kami yang baru bergabung sebulan terakhir. Mereka yang ke depan akan sama-sama membersamai kami. Pukul 07.00 kegiatan pagi itu dimulai dengan sesi perkenalan. Tak butuh waktu lama bagi kami untuk mengenal satu sama lain. Selain karena jumlah kami yang hanya belasan, sebelumnya kami pernah bertemu dan berinteraksi di grup.

Usai sesi perkenalan adalah sesi penjabaran program belajar di Pondokan MAB selama satu semester ke depan yang dibagi dalam beberapa bagian program harian, mingguan, bulanan dan special project. Selain itu juga dibacakan beberapa hal mengenai tata tertib yang berlaku sebagai penerima Beasiswa Pondokan MAB. Tata tertib ini sebagai pengikat sekaligus penjagaan kepada kami semua.

Di akhir, menutup perjumpaan hari itu kami saling berbagi semangat optimisme menjalani semester baru dengan lebih semangat. Masing-masing dari kami sebelumnya telah diminta untuk membuat Target Rencana Pencapaian di semester baru nanti. Sesi itu menjadi momen saling menyemangati dan mengaminkan harapan dan keinginan kami masing-masing. Setelahnya, usaha kami yang akan menjadi penentu untuk merealisasikan semua target pencapaian tersebut.

Di Keluarga ini, kami yang berasal dari daerah yang berbeda-beda merasa dekat. Merekalah keluarga di tanah rantau ini, untuk sama-sama mengejar cita dan asa kami untuk masa depan.