Category : Pondokan MAB

Home»Archive by Category "Pondokan MAB" (Page 6)

Yayasan MAB Salurkan Beasiswa Pendidikan Senilai 72 Juta

penerima beasiswa alumni ftui 2016

Yayasan Mata Air Biru (MAB) sebagai sebuah lembaga sosial milik alumni FTUI kembali memberikan beasiswa kepada mahasiswa dan karyawan FTUI untuk periode semester genap 2015-2016. Pemberian beasiswa ini merupakan wujud bakti dan kepedulian Alumni FTUI kepada almamater FTUI untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan  FTUI.

Seremonial penyerahan beasiswa dilakukan pada 22 Maret 2016 bertempat di Lobby Engineering Center FTUI dan dihadiri oleh Manajer Kerjasama, Kemahasiswaan, Alumni dan Ventura FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng. Dalam sambutannya Prof. Heri menyampaikan ucapan selamat kepada penerima beasiswa dan berharap beasiswa MAB bisa membantu mahasiswa, anak karyawan dan anak alumni untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

Pada periode ini, Yayasan MAB memberikan beasiswa kepada 40 penerima beasiswa yang terdiri dari 32 mahasiswa FTUI, 6 putra/I karywasan FTUI dan 2 anak alumni FTUI dengan total senilai Rp 72 Juta. Berbeda dari periode sebelumnya, pada periode ini Yayasan MAB menambahkan beasiswa untuk anak alumni FTUI yang membutuhkan. Beasiswa MAB periode semester ini terdiri dari 5 macam beasiswa yaitu Beasiswa MAB Prestasi, Beasiswa MAB Reguler Mahasiswa, Beasiswa MAB Skripsi, Beasiswa MAB untuk Putra/I Karyawan FTUI dan Beasiswa MAB untuk anak alumni FTUI yang membutuhkan.

Beasiswa MAB Prestasi diberikan kepada 8 mahasiswa angkatan 2013 dan 2014 dengan total Rp 40 Juta. Beasiswa MAB Reguler mahasiswa diberikan kepada 10 Mahasiswa dengan total Rp 10 Juta, sedangkan Beasiswa MAB Skripsi diberikan kepada 14 Mahasiswa tingkat akhir dengan total Rp 14 Juta. Beasiswa MAB untuk Putra/I Karyawan FTUI pada periode ini diberikan kepada 6 Karyawan FTUI dengan total Rp 6 Juta.

Sebagian besar dana beasiswa merupakan sumbangan dari donatur Yayasan MAB yang merupakan alumni FTUI dan relasinya, serta kerjasama dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)- nya. Selama 12 tahun, Yayasan MAB terus berusaha konsisten menjadi lembaga nirlaba milik alumni FTUI untuk memajukan pendidikan di FTUI melalui penyaluran beasiswa pendidikan dari alumni FTUI. Kami berharap Yayasan MAB bisa terus menjadi wadah bagi alumni untuk berkontribusi balik kepada almamater FTUI melalui pemberian beasiswa. (BS)

Gallery Foto :

BTA MAB Gelar Perayaan 1 Dasawarsa sebagai Unit Usaha Yayasan MAB

Kepala cabang BTA dan pengurus Yayasan MAB

BTA MAB Gelar Perayaan 1 Dasawarsa sebagai Unit Usaha Yayasan MAB

Pada Sabtu, 19 Maret 2016 diadakan perayaan 1 Dasawarsa BTA MAB bertempat di BTA MAB, Jalan Siliwangi, Depok. BTA MAB merupakan sebuah unit usaha Yayasan MAB berupa bimbingan belajar yang dimotori oleh dua orang alumni fakultas Teknik UI yaitu Tribuana (Elektro 2002) dan Priyanto (Metalurgi 2002). BTA MAB pertama kali didirikan pada tahun 2006 hingga kini sudah berkembang menjadi delapan cabang BTA yang tersebar di Depok.

Di bawah tangan dingin Priyanto dan Buana, hingga kini BTA MAB terus konsisten berkontribusi bagi Yayasan MAB dengan memberikan sharing profit setiap tahunnya untuk keberlanjutan Yayasan MAB yang nantinya akan disalurkan dalam bentuk beasiswa MAB.

Dalam perayaan tersebut, selain dihadiri oleh para kepala cabang BTA di bawah manajemen BTA MAB dan pengurus Yayasan MAB, juga dihadiri oleh pengajar dan siswa pertama BTA MAB. Sebagai bentuk apresiasi, BTA MAB memberikan kenang-kenangan kepada siswa pertama BTA MAB yaitu Hendra yang kini sudah menyelesaikan studi S2 nya di Shanghai dalam bidang Electrical Engineering. Selain memberikan apresiasi kepada siswa pertama, pengajar senior juga mendapatkan apresiasi yaitu Kak Kiki (FIB UI 2009).

Dalam sambutannya, Priyanto menyampaikan rasa bersyukurnya atas capaian BTA MAB sehingga bisa bertahan hingga 1 dasawarsa. Dimulai dengan 10 siswa yang menjadi siswa pertama BTA, Anto dan Buana tak kenal menyerah mengembangkan BTA MAB hingga bisa bertahan sampai sekarang dan mempunyai delapan cabang. Semoga perayaan 1 Dasawarsa BTA MAB bisa menjadi momentum yang baik bagi BTA MAB untuk terus memajukan usahanya lebih berkembang dan terus berlanjut di masa yang akan datang. (b5)

Gallery Foto :

Hidup Lebih Teratur, Why not?

Hidup Lebih Teratur, Why not?

Semenjak statusku berubah menjadi mahasiswa, status alamat rumahku pun berubah menjadi alamat kosan, karena aku harus merantau untuk berkuliah. Aku hidup sendiri di kota orang sehingga harus mengandalkan diriku sendiri dalam melakukan apapun. Semenjak itu, aku banyak belajar bahwa hidup lebih teratur dapat meningkatkan kualitas hidupku menjadi lebih baik lagi. Lets check it out apa yang aku lakukan untuk membiasakan hidup lebih teratur ini.

  1. Menyimpan barang ke tempat asal

kamar kost rapi

Hal ini mungkin kedengarannya sangat simple sekali. Tetapi, hal ini sangat berdampak besar. Mungkin kalian pernah mendengar quotes dari 9gag.com yaitu “If your mom can’t find it, its gone” yang artinya jika ibumu tidak bisa menemukannya, berarti barang yang kamu cari itu hilang. Entah itu cuma sugesti atau tidak, tetapi aku sendiri sering mengalaminya. Ibu sering menasehati bahwa untuk mencari barang jangan hanya menggunakan mulut, tetapi gunakanlah mata untuk mencari. Ini mungkin melihat kebiasanku yang suka bertanya barang yang aku cari ke ibu, bukan langsung mencari ke tempat barang itu biasa disimpan.

Semenjak ngekos, tidak ada yang bisa ditanyai mengenai keberadaan barangku. Tidak ada lagi ibu yang dapat dapat aku andalkan untuk mencari barangku yang hilang di kosan. Hal ini membuatku selalu membiasakan untuk menyimpan barang ke tempat asalnya. Jadi aku tidak perlu mencari barang karena lupa menyimpannya. Hidupku menjadi lebih efektif and no more wasting time hanya untuk mencari barang.

  1. Konsepkan harimu

to do list

Hidup sendiri jauh dari orang tua membuatku harus mengatur waktu dengan baik. Sewaktu awal berkuliah, aku sering skip atau melupakan bebarapa hal kecil yang berdampak besar di kemudian hari. Ujung-ujungnya aku menyesal. Belajar dari ini, aku selalu menulis apa pun hal yang harus aku lakukan beserta deadlinenya di notes kecil and checklist when you’re done. Jika kamu tidak punya notes kecil, kamu bisa menggunakan notes yang ada di smartphone kamu.

Nah, dari to-do-list yang kamu buat, kamu dapat mengkonsepkan harimu. Malam sebelum tidur atau pagi hari sebelum memulai aktivitas, biasakan diri untuk membaca notes yang kamu buat sambil memikirkan apa yang akan kamu lakukan esok hari atau hari itu. Setidaknya ada target apa yang harus kamu selesaikan untuk setiap harinya, sehingga kamu terjadwal, tidak terburu-buru dan lebih produktif. Deadline yang ada dapat membuatmu menentukan skala prioritas apa yang mesti dilakukan terlebih dahulu. Kamu punya gambaran apa yang harus dilakukan secepatnya, dan apa yang dapat ditunda.

Menjadwalkan harimu membuat kamu dapat menyelesaikan tugas kuliah dengan baik. Tidak ada lagi alasan bahwa kamu lupa mengerjakan tugasmu atau lupa belajar buat kuis esok hari. Hal ini pastinya akan berdampak baik terhadap prestasimu akademismu.

Kamu juga akan lebih profesional jika berhubungan dengan orang lain. Kejadian lupa atau terlambat akan janji dapat dihindari. Ketika kita berhasil membangun relasi dengan baik, banyak hal positif yang akan menanti kita di kemudian hari.

  1. Reward and punishment for your continuous improvement

reward_yourself

Menurutku, part yang paling susah dari melakukan sesuatu adalah memulainya. Sama halnya seperti memulai membiasakan hidup teratur ini. Awalnya aku melakukan banyak adaptasi supaya dapat hidup teratur. Kekonsistenan dituntut pada masa adaptasi ini. Akhirnya aku memutuskan membuat peraturan reward and punishment for myself. Misalnya, aku akan makan enak atau membeli es krim jika target hari itu tercapai. Hal-hal kecil seperti ini terkadang membuatku semangat. Akhirnya lama-kelamaan kita mulai terbiasa untuk menjadi teratur.

So, mulailah belajar untuk lebih teratur mulai dari hal kecil. Mungkin awalnya akan terasa berat. Akan tetapi, mengingat banyaknya manfaat yang kita dapat dari hidup lebih teratur ini, siapa takut untuk mencoba?

—–

TENTANG PENULIS

Kukuh Lolana Mahasiswa Teknik Industri UIKukuh Lolana atau yang akrab disapa Lola adalah mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Indonesia angkatan 2014. Lola merupakan mahasiswa rantau asal Pontianak, Kalimantan Barat dan saat ini menjadi salah satu penerima beasiswa dari Yayasan Mata Air Biru. Mahasiswi yang juga aktif di kegiatan kemahasiswa di fakultas teknik UI ini memegang prinsip hidup “Keraslah pada dirimu maka kehidupan akan takluk padamu, jika kita lunak terhadap diri kita maka kehidupan akan keras pada kita”.

Cerita Gathering Pondokan MAB : Pesan Semangat Meraih Cita-Cita dari Ibunda MAB

Kunjungan Bu dijan dan Bu Tin

“Kadang seorang teman bisa lebih dekat dari saudara, meskipun tanpa ikatan darah” Pondokan MAB, 9 Maret 2016

Pondokan MAB (9/03), Aktivitas bulanan Pondokan MAB yaitu Gathering Pondokan pada bulan Maret menghadirkan Bu Sri Dijan Tjahjati (Alumni T. Sipil angkatan 1979) dan Bu Endang Ripmiatin (Alumni T. Elektro angkatan 1979). Bu Dijan selaku ketua Yayasan MAB dan Bu Tin selaku sekretaris Yayasan MAB hadir untuk bertemu dengan para penerima Beasiswa Pondokan MAB sekaligus berbagi cerita mengenai Yayasan MAB.

Sesi santai pagi itu dimulai dengan perkenalan seluruh penerima beasiswa Pondokan MAB dilanjutkan dengan berbagi cerita mengenai kesibukan masing-masing. Beberapa penerima beasiswa Pondokan MAB adalah angkatan 2012 yang saat ini sedang menyusun skripsi.

Bu Dijan dan Bu Tin selain menceritakan tentang sejarah Yayasan MAB pun bernostalgia dengan menceritakan kenangan selama masa kuliahnya dahulu. Bu Dijan berpesan untuk senantiasa memiliki semangat dalam meraih sesuatu dan memegang teguh kejujuran sebagai dasarnya.

“Kalian harus memiliki semangat. Karena dimana ada semangat dan kemauan, apapun bisa diraih. Jangan lupa juga memegang teguh kejujuran.” Pesan Bu Dijan.

Sementara Bu Tin menekankan penerima beasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar Bahasa inggris. “Kalian harus bersungguh-sungguh dalam belajar Bahasa inggris karena itu penting. Selain pintar berbahasa inggris, juga perlu belajar cara penyampaian yang baik dalam Bahasa inggris.”

Menjelang akhir sesi, Bu Dijan dan Bu Tin memberikan kesempatan kepada penerima beasiswa pondokan MAB untuk menyampaikan masukan ataupun pesan untuk Yayasan MAB. Farudin, penerima beasiswa asal Muna, Sulawesi Tenggara yang kini duduk di semester 2 jurusan teknik industri menggungkapkan terima kasihnya kepada Yayasan MAB yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk mendapatkan beasiswa Pondokan MAB.

Saya merasa bersyukur setelah tinggal di Pondokan MAB saya mengalami perubahan posistif dalam diri saya.” Ucap Udin.

Selain itu, Awa yang juga penerima beasiswa asal Bandung mengungkapkan terima kasihnya telah diberikan kesempatan menjadi keluarga besar Pondokan MAB. Ia berharap bisa terus menjadi bagian dari keluarga MAB sampai kapanpun.

Sesi hari itu ditutup dengan berfoto bersama. Bagi kami, kehadiran Bu Dijan dan Bu Tin bisa menjadi penyemangat kami untuk bisa lebih semangat menghadapi hari-hari perkuliahan. Adanya mereka sebagai Ibu kami di perantauan mengobati rasa rindu kepada kedua orang tua kami di kampung halaman.

Di Pondokan MAB ini, kami adalah satu keluarga, meski tanpa ikatan darah.

Seperti Awang Pemuji bilang “MAB=Keluarga”.

Keluargalah tempat kita pulang, seperti kata Agus Budiansyah, “MAB adalah tempat kembali pulang dan berancang-ancang untuk menang”.

Meskipun, di MAB kami hidup bersama dengan teman seperjuangan yang berbeda-beda daerahnya, seperti kata Bayu Eko, “MAB adalah tempat menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia, karena Indonesia Heterogen, dan di MAB juga heterogen”. Tetapi, mungkin seperti kata Suha S Yahya kalau “Menjadi bagian MAB adalah berkah dan petunjuk Allah agar bisa menjadi mahasiswa aktif dan Berprestasi.”

Akhirnya kami berharap seperti Nurhidayatun Nisa pernah bilang semoga “Mata Air Biru selalu mengalirkan kebermanfaatan dan inspirasi”. (BS)

 

[Prestasi] Penerima Beasiswa MAB Terpilih menjadi Pengajar Gerakan UI Mengajar (GUIM) 2015

Menjadi pengajar GUIM

Penerima Beasiswa MAB Terpilih menjadi Pengajar Gerakan UI Mengajar (GUIM) 2015

Satu lagi prestasi dari penerima beasiswa pondokan mab, Siti Awaliyatul Fajriyah atau biasa disapa Awa, mahasiswa arsitektur UI angkatan 2012 terpilih menjadi salah satu pengajar Gerakan UI Mengajar 2015. Program Gerakan UI mengajar merupakan program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa UI berupa pengiriman pengajar ke daerah-daerah yang membutuhkan peningkatan kualitas pendidikan. Para pengajar nantinya akan mengabdikan dirinya untuk mengajar di sekolah setempat selama sebulan penuh. Pada GUIM 2015 yang akan diadakan Januari 2016 mendatang akan berlokasi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk membangun negeri. Program GUIM salah satunya sebagai wadah kontribusi nyata mahasiswa dalam membangun negeri melalui peningkatan mutu pendidikan di daerah-daerah. Harapannya, semakin banyak mahasiswa dan pemuda yang peduli dan turut serta dalam kegiatan sejenis sehingga semakin banyak daerah tertinggal yang merasakan kebermanfaatannya.

Selamat Mengabdi untuk Negeri, Awa! Semangat Menginspirasi!

[Prestasi] Penerima Beasiswa MAB Raih Juara 2 Kompetisi DIIB UI 2015

Juara 2 DIIB 2015

Penerima Beasiswa MAB Raih Juara 2 Kompetisi DIIB UI 2015

Kabar membanggakan dari salah satu penerima beasiswa pondokan MAB yakni Saifan Rizaldy (Teknik Perkapalan 2012) yang berhasil menjadi Juara 2 dalam Kompetisi Indonesia Innovation and Enterpreneurship Exhibition 2015 yang diselnggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia.

Kompetisi ini merupakan program dari Direktorat Inkubator Bisnis UI untuk meningkatkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa melalui penciptaan produk inovasi sebagai solusi dari permasalahan yang ada di masyarakat.

Selamat Saifan! Bersama menginspirasi dan Berprestasi!

‪#‎RumahInspirasiMAB‬ ‪#‎PondokanMAB‬ ‪#‎MABPrestasi‬ ‪#‎MABFAMILY‬‪#‎Menginspirasi‬ ‪#‎InspirasiPagi‬ ‪#‎inspirasiNegeri‬ ‪#‎Mengabdi‬ ‪#‎UntukIndonesia‬‪#‎UniversitasIndonesia‬

[Cerita] Piket Bersama di Rumah Inspirasi MAB

Piket Bersama di Rumah Inspirasi MAB

Piket Bersama di Rumah Inspirasi MAB

Piket bersama di rumah inspirasi MAB menjadi bagian dalam aktivitas kami di tiap pekannya. Hidup bersama dengan teman seperantauan memang membuat kami belajar untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri. Di tiap sabtu pagi sebelum memulai aktivitas pekanan di pondokan, kami melakukan piket bersama membersihkan seluruh rumah ini agar kembali bersih dan nyaman di tempati.

Pembagian tugas dilakukan dengan sukarela, siapa yang ingin membersihkan ruang tengah, halaman depan, kamar mandi dan dapur silakan memilih sesuai kesanggupan masing-masing. Kamar menjadi tanggung jawab masing-masing untuk membereskannya. Kami bahu-membahu membersihkan rumah kami ini, karena ini adalah titipan yang harus kami jaga.

Meskipun di tiap hari terdapat jadwal piket harian, piket bersama ini pun tetap diperlukan. karena piket harian hanya membersihkan seperlunya saja seperti menyapu lantai ruang tengah dan teras serta membersihkan cucian piring di dapur. Piket bersama menjadi rutinitas pekanan kami. Tak ada paksaan untuk melakukan ini semua karena kami merasa ini merupakan tanggung jawab yang memang harus kami lakukan.

Rumah yang bersih dan nyaman juga akhirnya untuk kebaikan kami sendiri.

Yuk, kita piket bersama membersihkan rumah inspirasi MAB!

[Pengumuman] Penerima Beasiswa MAB Periode Semester Gasal 2015/2016

Beasiswa MAB untuk Mahasiswa FTUIYayasan Mata Air Biru kembali memberikan Beasiswa Pendidikan bagi civitas akademika FTUI yang meliputi beasiswa bagi mahasiswa dan putra/i karyawan FTUI. Beberapa waktu lalu, Yayasan MAB telah melakukan pembukaan pendaftaran Beasiswa MAB yang meliputi Beasiswa Reguler Mahasiswa, Beasiswa Skripsi dan Beasiswa Reguler untuk Putra/i karyawan FTUI. Setelah melalui proses seleksi, verifikasi dan rekomendasi dari pihak kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, kami ucapkan selamat kepada mahasiswa dan karyawan FTUI berikut yang berhasil menjadi penerima Beasiswa MAB periode semester ini. Semoga Beasiswa MAB ini bisa membantu meningkatkan prestasi akademik dan produktifitas pendidikan demi bangsa yang lebih maju di masa mendatang.

Berikut adalah daftar penerima Beasiswa MAB periode semester gasal 2015/2016.

Beasiswa Reguler MahasiswaBEASISWA MAB REGULER MAHASISWA

1

Beasiswa Skripsi MAB BEASISWA SKRIPSI MAHASISWA

2

Beasiswa Reguler untuk Putra putri karyawan FTUIBEASISWA REGULER u/ PUTRA/I KARYAWAN FTUI

—–

Catatan :

  1. Prosesi penyerahan beasiswa akan diberitahukan kemudian
  2. Pengumuman Beasiswa Prestasi akan diberitahukan segera.
  3. Keputusan ini adalah final dan mutlak berdasarkan keputusan dari Pihak Yayasan MAB dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UI.

Bila ada pertanyaan bisa menghubungi Sdr. Bambang Sutrisno : 08978610051 atau beasiswa.mab@gmail.com

Wegit Triantoro : Berkarya melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (Sesi Inspiration Talk #2)

“Terkadang ketika sudah diberi kemudahan, mahasiswa justru semakin malas. Itu yang membuat karya-karya kita belum maksimal. Ketidaktahuan akan membuat kita totalitas,” tutur Wegit dalam sesi Inspiration Talk #2 untuk penerima manfaat Beasiswa Pondokan Yayasan Mata Air Biru pada Sabtu, 17 Oktober 2015 lalu.

Wegit, sapaan akrab Wegit Triantoro, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2011 yang baru saja lulus dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan segudang prestasi. Menjadi project officer Aksioma (2013), delegasi UI untuk Pimnas (2014), ketua UI to Pimnas (2013- 2014 ) dan kini menjadi salah satu awardee LPDP. Semester lalu saat menyelesaikan skripsinya, Wegit juga pernah menerima Beasiswa Skripsi dari Yayasan MAB.

Menurutnya, mahasiswa yang penuh dengan potensi dan dilimpahi banyak kesempatan untuk berkembang terkadang kalah oleh kemalasan mereka sendiri. Misalnya dalam ajang keilmiahan rutin, yaitu Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). PKM adalah hal yang sederhana, semakin kesini bahkan semakin dipermudah. Inti dari PKM adalah ide pemecahan masalah, berhasil atau tidak, bukan sesuatu yang diutamakan.

“PKM itu gampang, lho. Semuanya udah ada di dummy, cuma kadang mahasiswa itu males baca detail, jadi kalau ada panduan harus dibaca semua,” ujarnya.

Saran itu pula yang Wegit sampaikan saat berbagi tentang Beasiswa LPDP. Sebelum bertanya, harus membaca panduannya secara lengkap. Isinya sudah sangat jelas, mulai dari latar belakang pemberian beasiswa LPDP, persyaratan umum dan khusus, ditambah lagi di dalamnya terdapat daftar perguruan tinggi yang bekerja sama dengan LPDP. Membaca FAQ (frequently asked question) yang terlampir juga menjadi sumber informasi pelengkap.

Wegit menambahkan bahwa tujuanlah yang akan menggerakkan kita. “Intinya, dalam semua proses dan usaha, harus ada ultimate goal yang ingin kita raih. Itu yang akan membuat kita terus bergerak dan berusaha”. (SAF, b5)

IMG-20151017-WA0005 IMG-20151017-WA0004