Category : Pondokan MAB

Home»Archive by Category "Pondokan MAB" (Page 7)

Bang Rully Prassetya (Alumni FE 2007) Berbagi Inspirasi untuk Menjadi Mahasiswa Berprestasi di Rumah Inspirasi MAB

Rumah Inspirasi MAB, Sabtu (19/09) menyelenggarakan Inspiration Talk Sesi #1 dengan mengundang Bang Rully Prassetya, alumni FEUI angkatan 2007. Semasa kuliah, Bang Rully, sapaan akrabnya, merupakan seorang mahasiswa berprestasi utama di tingkat UI hingga nasional. Saat ini, Bang Rully bekerja sebagai peneliti Ekonomi di Lembaga Keuangan Internasional IMF.

Pada sesi inspiration Talk untuk para penerima beasiswa Pondokan MAB ini, Bang Rully menyampaikan materi dengan tema mengapa seorang muslim harus berprestasi yang diberi judul : “Dari Dunia Menuju Akhirat: Thought and Reflection”. Ia menekankan untuk memahami hakikat diri kita sebagai manusia terlebih dahulu sebelum masuk ke inti materi. Bahwasanya kita sebagai manusia perlu untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta sebagai Pemilik Hidup ini. Menyempurnakan ibadah dan amalan kita yang mendekatkan kita pada akhirat. Niscaya dunia akan mengikuti langkah kita.

Menurutnya, orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari sekitar untuk terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Seorang Mukmin pasti akan berprestasi. Mukmin yang taat senantiasa menjaga dirinya dan waktunya dari kelalaian. Maka, apabila seorang mukmin tidak berprestasi, bisa jadi ada yang salah dalam dirinya. Sejak abad ke-8, peradaban islam adalah yang paling maju dibandingkan dengan peradaban bangsa lain. Banyak ilmuan islam yang menjadi inspirasi dalam kemajuan ilmu pengetahuan yang dipakai hingga saat ini.

Di abad 21 ini, menjadi Muslim yang berprestasi tidaklah mudah. Mengapa? Menurut Bang Rully, saat ini zaman telah berubah. Banyak sekali muslim yang tidak berpegang teguh pada ajaran agama, SDA dan urusan negara muslim dicampuri oleh negara lain. Inilah yang menghalangi muslim di negara-negara berkembang untuk berprestasi.

Bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Muslim Berprestasi dari sekarang?

  1. Kita mulai dengan rencana hidup kita. Seorang muslim haruslah memiliki rencana hidup yang jelas. Aktivitas harian, mingguan, bulanan, hingga target tahunan semuanya terencana dengan baik.
  2. Kenali Talent kita. Penting bagi kita untuk mengenal apa keahlian dan bakat kita sehingga kita bisa menjadi yang terbaik di bidang tersebut?
  3. Teruslah bermimpi, berikhtiar dan berdoa untuk menggapai semua yang kita inginkan.

Menjadi seorang muslim yang berprestasi bukan lagi impian. Kita bisa mewujudkannya dimulai dari diri kita sendiri. Yuk, Berprestasi! (b5)

[Prestasi] Penerima Beasiswa MAB Mengikuti Cisak di Korea

Penerima Beasiswa MAB mengikuti Cisak di Korea

Penerima Beasiswa MAB mengikuti Cisak di Korea

Pekan lalu, salah satu penerima beasiswa pondokan MAB, Bayu Eko Prastyo mengikuti konferensi pelajar Indonesia di Korea CISAK 2015 setelah papernya lolos seleksi untuk dipresentasikan CISAK 2015. Ini merupakan kali pertama bayu mengikuti konferensi di luar negeri. Semoga ke depan semakin banyak yang bisa menorehkan prestasi seperti Bayu ya.

Tetap semangat dan terus menginspirasi!

[Prestasi] Penerima Beasiswa MAB mengikuti Program K2N

Penerima beasiswa mab mengikuti program K2N

Penerima Beasiswa MAB mengikuti Program K2N

Salah seorang penerima Beasiswa MAB, Siti Awaliyatul Fajriyah mengikuti program K2N (Kuliah Kerja Nyata) Kebangsaan yang merupakan program kerjasama dari Kemenristek Dikti, Universitas Indonesia dan Universitas Riau. Program K2N ini dilaksanakan di Kabupaten Siak, Riau selama sebulan penuh di Bulan Agustus 2015. Program Kuliah Kerja Nyata tersebut memiliki tema untuk penanggulangan bencana kebakaran lahan gambut berbasis masyarakat.

Selama sebulan, Awa belajar langsung bersama masyarakat Kabupaten Langkat sekaligus sebagai wujud pengabdian mahasiswa untuk masyarakat. “Disini, aku belajar arti penting kolaborasi. Semakin berwarna, semakin kaya, karena setiap orang yang lahir ke dunia, memiliki misi dan perannya masing-masing.” Tutur awa mengungkapkan kesannya setelah mengikuti program K2N tersebut.

Awa, begitu sapaan akrabnya menutup ceritanya dengan pesan berupa harapan yang ia dapat selama mengikuti program K2N tersebut. “Masyarakat menaruh harapan penuh atas nasibnya hidup di negeri yang kaya ini kepada kita, para (calon) sarjana. Menjadi intelektual menara gading bukanlah jalan bagi seorang insan berpendidikan. Dan kami melakukan ini semua untuk Tuhan, orang tua dan rakyat yang mencintai kami.” (Catatan Awa dari perjalanan mengikuti program K2N UI)

Semoga dengan diadakannya program sejenis Kuliah Kerja Nyata bisa meningkatkan kepekaan mahasiswa sebagai akademisi dan orang terdidik untuk bersama-sama membangun negeri tercinta.

9 Penerima Beasiswa MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

Sesi Foto Wisudawan (Ki-Ka) Mushab, Wahyu, Tama dan Yopik

9 Penerima Beasiswa MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

“Graduation is a quite happy and proud time. However, the hard work must not be the end. You have to continue to learn and to work even harder than before for getting a better future…”

Depok (28/8), Sebanyak sembilan  9 penerima beasiswa mab berhasil menyelesaikan studi dari FTUI dengan mengikuti wisuda periode semester genap tahun ajaran 2014/2015. Mereka adalah angkatan 2011 yang telah menyelesaikan studinya tepat waktu selama empat tahun atau delapan semester.

Selama kuliah, para wisudawan ini pernah menerima beasiswa dari Yayasan MAB baik yang berupa beasiswa prestasi, regular hingga beasiswa pondokan MAB. Lima orang lulusan merupakan penerima beasiswa prestasi MAB batch 3 angkatan 2011. Mereka mendapatkan beasiswa selama 6 semester mulai dari semester 3 hingga semester 8 atau lulus sebagai sarjana dari FTUI. Sedangkan empat orang lainnya merupakan alumni dari Pondokan MAB yaitu sebuah program beasiswa berupa tempat tinggal dari Yayasan MAB.

Pihak Yayasan MAB merasa bangga bahwa para penerima beasiswa MAB, khususnya penerima beasiswa prestasi bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu seperti tujuan utama dari diadakannya beasiswa prestasi yaitu untuk membantu mahasiswa kurang mampu secara finansial agar menjadi sarjana teknik.

Wisudawan yang merupakan alumni Pondokan yaitu Mushab Abdu Asy-syahid (Arsitektur), Wahyu Rochman Aditama (Teknik Perkapalan), Yopik Indra (Teknik Perkapalan), dan Tuti Ferina (Teknik Lingkungan), sedangkan wisudawan yang merupakan penerima beasiswa prestasi MAB yaitu Sepinia Indrawati (Teknik Sipil), Ghusaebi (Teknik Elektro), Masrudin (Teknik Metalurgi dan Material), Taufik Abdullah (Teknologi Bioproses) dan M. Bagus Nurul Alam (Teknik Industri).

Selamat atas kelulusanya. Kelulusan ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang akan mereka lalui. Semoga mereka kelak bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya dimanapun berada.

“Keep learning and hopefully you will be successfull too in passing the next chapter of your life…”

Wisudawan MAB semester genap

Penyerahan Cenderamata kepada Wahyu

Penyerahan Cenderamata kepada Yopik

Foto wisudawan dengan penerima beasiswa pondokan

Program Rumah Inspirasi MAB

program rumah inspirasi mab

Program Rumah Inspirasi MAB Semester Gasal 2015/2016

Program Rumah Inspirasi MAB periode semester gasal 2015/2016 kembali akan segera dimulai. Program ini akan menjadi basis program pengembangan diri bagi penerima beasiswa pondokan MAB yang diberikan oleh Yayasan Mata Air Biru. Para penerima beasiswa pondokan MAB diwajibkan untuk mengikuti seluruh program pembinaan yang telah dijadwalkan. Harapan dari diadakannya program ini adalah para penerima beasiswa pondokan MAB tumbuh menjadi pemimpin muda harapan bangsa yang dekat dengan Tuhan dan memiliki rasa empati yang tinggi serta prestasi yang membanggakan.

“Selalu ada inspirasi yang bisa kita dapatkan dari sekitar kita”

Itulah yang ingin dibentuk dari Rumah Inspirasi MAB. Kami ingin menghadirkan inspirasi lebih dekat dari keseharian para penerima beasiswa pondokan MAB. Apa saja program yang akan dijalankan selama satu semester ke depan di Rumah Inspirasi MAB?

Berikut adalah rincian program Rumah Inspirasi MAB periode 2015/2016.

  1. Presentasi Bahasa Inggris

Program ini bertujuan untuk melatih skill presentasi dan juga kecakapan dalam berbahasa inggris. Presentasi Bahasa Inggris dilaksanakan setiap hari sabtu pukul 08.00-10.00 WIB bertempat di Rumah Inspirasi MAB Putra. Setiap penerima beasiswa pondokan mab akan mendapatkan giliran untuk presentasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Topik yang dibawakan pada saat presentasi adalah bebas (pengetahuan, pengalaman, informasi, hobi, dll)

  1. Simulasi TOEFL

Program Simulasi TOEFL ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan bahasa inggris para penerima beasiswa pondokan MAB. Program ini dilaksanakan tiap bulan sekali. Penerima beasiswa pondokan mab yang telah mencapai skor TOEFL lebih dari 550 akan diikutsertakan dalam tes TOEFL langsung di LBI UI.

  1. Inspiration Talk

Program Inspiration Talk merupakan program untuk peningkatan kapasitas pengetahuan para penerima beasiswa pondokan MAB. Program ini berupa sesi sharing yang diisi oleh pembicara inspiratif dari kalangan Tokoh, alumni, akademisi, aktivis mahasiswa, mahasiswa berprestasi, dll. Program ini dilaksanakan tiap sebulan sekali.

  1. English Day

Program English Day bertujuan untuk membentuk kebiasaan berbahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari. Program ini berupa percakapan dalam bahasa inggris yang dilakukan pada hari yang telah ditentukan sesuai kesepakatan dari para penerima beasiswa pondokan mab.

  1. One Month One Book to Read dan Diresume

Setiap penerima beasiswa pondokan mab wajib membaca sebuah buku di luar buku akademik untuk menambah pengetahuan. Buku yang dibaca tersebut diresume dan dilaporkan dalam laporan bulanan. Adanya program ini diharapkan untuk memperkaya wawasan dan menggiatkan budaya membaca bagi para penerima beasiswa pondokan MAB.

6. 1 Bulan 1 Prestasi

Sama seperti halnya One Month One Book, setiap bulannya para penerima beasiswa pondokan mab wajib melaporkan prestasi dan capaian bulanan yang telah diraih. Prestasi yang dimaksud dalam cakupan yang luas bukan hanya memenangkan kejuaraan. Adanya program ini diharapkan para penerima beasiswa pondokan mab bisa terus menjadi manusia yang berprestasi.

7. One Month One Article

Program ini bertujuan untuk memupuk produktivitas menulis para penerima beasiswa mab. Untuk itu, mereka diwajibkan untuk menulis sebuah artikel bebas dan dilaporkan setiap bulannya.

  1. Kajian Pagi

Program ini merupakan program pengembangan kerohanian bagi para penerima beasiswa pondokan mab. Setiap pagi, para penerima beasiswa pondokan mab diwajibkan untuk mengikuti sholat subuh secara berjama’ah di Masjid Al-furqon, lalu dilanjutkan dengan tilawah al-qur’an secara bersama-sama. Usai tilawah, dilanjutkan dengan pembacaan intisari dari La Tahzan.

  1. Olahraga Bulanan

Program ini sebagai sarana olahraga bagi penerima beasiswa pondokan mab putra. Setiap sebulan sekali diadakan pertandingan futsal secara bersama-sama.

  1. Piket Pondokan

Program piket pondokan diadakan untuk mendidik para penerima beasiswa pondokan mab agar lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapihan rumah tinggalnya. Jadwal piket biasanya dibaut bergilir sesuai kesepakatan. Setiap sabtu pagi, piket dilaksanakan bersama-sama dengan membersihkan semua bagian rumah, termasuk kamar mandi. Hal ini diperlukan agar kondisi rumah pondokan tetap bersih dan nyaman untuk ditempati.

  1. MAB Trip

Program MAB Trip diadakan sebagai program tambahan untuk mempererat kebersamaan antar penerima beasiswa pondokan mab. Program MAB trip pertama diadakan pada Juni 2015 lalu yang dilaksanakan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Inilah program Rumah Inspirasi MAB periode semester gasal 2015/2016. Program ini akan menjadi wadah pengembangan diri bagi para penerima beasiswa pondokan MAB!

Apakah kamu tertarik untuk bergabung bersama kami? Tetap update dengan info kami ya.

Menuju 12 Tahun Yayasan MAB: What Next?

Di akhir September nanti, Yayasan MAB akan memasuki usia yang ke-12 tahun. Usia yang tidak sebentar memang untuk sebuah lembaga yang secara struktural sebenarnya terpisah dari lembaga resmi iluni FTUI maupun FTUI itu sendiri. Namun, Yayasan MAB mampu bertahan dan bahkan konsisten meningkatkan kontribusinya sesuai dengan tujuan utama yayasan ini didirikan.

Dalam setahun terakhir, pasca inisiasi adanya gerakan Program Dana Abadi Iluni FTUI yang dikelola oleh Yayasan MAB, banyak perubahan dan gerakan yang diciptakan. Mulai dari penyusunan database, sekretariat Yayasan yang berbasis di FTUI, publikasi dan informasi yang terus di update via website dan media sosial, serta pengembangan program bagi beasiswa MAB dan Pondokan. Keberadaan Yayasan MAB sebagai sebuah lembaga milik iluni FTUI menjadi sebuah aset yang harus dipertahankan, bahkan harus terus dikembangkan.

Memasuki usia yang ke-12 tahun ini, Yayasan MAB akan terus meningkatkan kontribusi nya sebagai sebuah lembaga sosial pendidikan bagi civitas akademika FTUI dan sekitarnya. Harapan kami tentunya bukan lagi segelintir alumni yang merasa memiliki yayasan ini, tetapi semua alumni dengan turut membantu berkontribusi melalui dirinya dan relasinya agar Yayasan ini terus ada, tumbuh dan berkembang bukan hanya untuk FTUI, tetapi untuk Indonesia.

What Next? Tunggu program baru kami di Bulan Depan….

Silaturahim Pondokan MAB : Mempererat Persahabatan

Dalam suasana masih di hari yang fitri (bulan syawal), ketika masih banyak dari anak-anak pondokan yang belum kembali ke Depok, aku berinisiatif untuk berkunjung ke rumah Ibu dan Bapak kami di MAB. Banyak yang bilang silaturahim memperbanyak rezeki. Silaturahim bagiku adalah salah satu resep untuk mempererat persahabatan.

Ketika ide itu aku floor-kan, aku tahu bahwa masih banyak di antara mereka yang masih betah dan kerasan untuk berlama-lama di kampung halaman. Berapapun jumlah yang ada, acara silaturahim ini akan tetap berlanjut.

—–

Hari Sabtu (1/8), kami bersilaturahim lebaran ke rumah Bu Dijan (s’79), Ketua Yayasan MAB. Bu Dijan ramah menyambut kami. Tepat adzan maghrib berkumandang ketika kami tiba. Sopir Bu Dijan tampak sudah menunggu sedari tadi, berjaga akan kedatangan kami. Harusnya sejam yang lalu kami tiba, tetapi karena transportasi yang tidak terduga jadinya sejam kemudian barulah kami tiba di rumahnya.

Bu Dijan bercerita banyak hal dengan gaya khasnya yang akrab. Beliau bercerita sewaktu kuliah di teknik sipil dan juga sewaktu menyelesaikan kuliah s2 nya di ugm. Meski usia kami terpaut jauh dan beliau sudah seperti ibu kami, tetapi memperlakukan kami layaknya sahabat, kata beliau ‘tanda persahaban’ saat membawakan kami kue untuk di pondokan ketika akan pulang. :)

—-

Kali ini baru rumah Bu Dijan yang kami datangi. Bu Tin saat itu sedang mengikuti kompetisi paduan suara. Mungkin di lain kesempatan kami akan bersilaturahim ke rumah beliau dan juga ke rumah pengurus MAB lainnya.

Tetapkan Target IP yang Besar

“Tetapkan target yang besar, jika tidak tercapai setidaknya kau akan jatuh diatas pencapaian mu sebelumnya…”

Pondokan MAB (Depok), Tahun ajaran 2014/2015 telah berakhir. Usaha maksimal dari proses belajar selama satu semester bisa dilihat dari grafik indeks prestasi. Harap-harap cemas menyelimuti apakah pencapaian di semester ini akan lebih baik ataukah sebaliknya.

Di pertengahan semester lalu, usai mengobrol singkat dengan Bu Tin, tercetus ide untuk menetapkan target pencapaian IP untuk semester ini. Tentunya disesuaikan dengan pencapaian IP di semester sebelumnya. Maka, ide itu segera terealisasi dengan pendataan IP dan target dari tiap penerima beasiswa Pondokan MAB. Meski dengan bonus reward bagi yang bisa mencapai target yang ditetapkan. Untuk awalan, reward ini bisa sebagai pemicu bagi para penerima beasiswa untuk lebih giat lagi dalam belajar.

*****

Senin lalu merupakan hari terakhir batas penginputan nilai dari dosen ke system SIAK-NG. biasanya dosen yang tidak juga menginput nilai hingga batas yang ditentukan, maka nilai akan di default B. Tak lupa dengan target dan berdo’a lebih banyak agar target itu terlampaui.

Sehari setelah dipublikasikannya semua nilai ke sistem SIAK-NG, aku kembali mendata para penerima beasiswa mengenai IP mereka. Satu persatu membalas.

“Alhamdulillah, ka… ”

“Yah, tidak mencapai target ka…”

Begitulah reaksi mereka. Namun, apapun hasil yang didapat, aku mencoba menyemangati mereka secara personal, “Setidaknya telah berusaha maksimal mencapai target. Semoga bisa ditingkatkan lagi ya di semester depan…

*****

Penentuan target ternyata memiliki nilai positif bagi para penerima beasiswa MAB. Kulihat dari grafik IP dibandingkan dengan semester sebelumnya sebagian besar mengalami peningkatan, meskipun dari target yang ada belum tercapai. Target ini membuat lebih jelah capaian proses belajar yang telah mereka jalani selama satu semester.

Di tiap jurusan mungkin memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda dalam perkuliahannya sehingga IP yang dicapai oleh masing-masing berbeda-beda. Untuk mereka yang masih memiliki IP dalam rentang 3-3,5 menargetkan untuk bisa mencapai >3,5, sedangkan untuk mereka yang memiliki IP >3,5 biasanya langkah pertama adalah mempertahankan perolehan IP tersebut, kemudian meningkatkannya. Dalam kasus ini mempertahankan terkadang lebih sulit daripada mencapainya.

Dan dari rekapitulasi perolehan IP semester genap para penerima beasiswa MAB, ada tiga orang yang meraih IP tertinggi yaitu Wahyu (Teknik Perkapalan 2011) IP : 3,7 ; Raja (Teknik Perkapalan 2013 ) IP : 3,69 ; dan Mahfud (Teknik Perkapalan 2012) IP 3,64.

Sebuah pencapaian ini adalah langkah awal untuk mencapai target yang lebih besar lagi ke depan. Semoga bisa terus meningkatkan pencapaian ini dan terus berprestasi.

Pondokan MAB : Mata Air Harapan

Seperti mata air yang selalu menghadirkan kesejukan bagi manusia, Pondokan MAB selalu menyegarkan kembali semangat kami untuk berprestasi. ( Mata Air Harapan )

Sebelum menjadi bagian dalam untaian keluarga bernama Mata Air Biru, aku bukanlah siapa-siapa. Hanya seseorang yang senang dengan prestasi-prestasi di permukaan, bukan prestasi-prestasi esensial. Senang ikut sana-sini tanpa tahu kemana akan pergi. Jangankan hari libur, waktu senggang di sela-sela perkuliahan pun aku isi dengan hal-hal yang tidak jelas kebermanfaatannya. Ah, aku sangat menyesal. Berapa jam yang aku habiskan untuk kegiatan yang sama sekali tidak membawaku kemana-mana karena aku pun belum memiliki tujuan.

Waktu itu semester 3 akhir, sekitar bulan Oktober, aku ditawari untuk menjadi penerima Beasiswa Pondokan MAB. Awalnya aku ragu karena aku khawatir waktu luangku akan tersita oleh kegiatan pembinaan di pondokan. Namun dari pengalaman temanku yang sudah menjadi penerima sebelumnya, akupun akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Mendengar bahwa aku mendapat Beasiswa Podokan ini, orang tuaku terdengar sangat senang. Tentu saja, setelah gagal mendapat Bidik Misi, kabar ini seperti hadiah yang Tuhan berikan kepada kami. Orang tuaku pun senang aku tinggal di pondokan ini karena pergaulanku akan terjaga dan mereka tidak perlu khawatir. Ditambah dengan pembinaan-pembinaan yang akan menjadi alat bagiku untuk mengakselerasi kemampuan diri.

Benar saja. Setelah aku menjadi bagian dari MAB, aku merasakan banyak perubahan. Suasana pondokan yang kondusif untuk beribadah membuatku sedikit demi sedikit memperbaiki hubunganku dengan Tuhan. Shalat berjamaan, membaca Quran dan puasa sunnah menjadi hal yang biasa disini. Padahal sebelumnya aku belum terbiasa dengan hal ini. Saat itu saya berharap ini adalah langkah yang baik untuk mengawali sebuah perubahan besar.

Lokasi pondokan yang dekat dengan kampus mempermudah mobilitasku dalam berkegiatan. Apalagi kegiatan organisasi yang terkadang mengaruskanku pulang larut malam. Aku sangat bersyukur karena aku tidak perlu menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga dan uang untuk berkegiatan seperti itu.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan di pondokan sangat menunjang perkuliahanku di arsitektur. Aku tidak perlu lagi mencari ruang yang cukup luas untuk menggambar di kertas A1 atau membuat maket dengan ukuran 70 cm x 100 cm. Akupun tidak perlu jauh-jauh mencari makan karena disana kami bisa memasak.ah, baru disitu aku merasakan bahwa hidup di arsitektur tidaklah sesulit itu.

Keberadaan teman di pondokan itu adalah penyulut semangat yang jitu. Berbincang mereka sangat menyenangkan. Tidak hanya obrolan-obrolan serius mengenai solusi sebuah masalah, tetapi obrolan-obrolan santai mengenai kehidupan sehari-hari menjadi bahan diskusi yang tidak pernah habis. Ketika aku sakit, merekalah orang pertama yang menanyakan keadaanku. Ketika aku pulang larut, mereka pula orang pertama yang menanyakan apakah aku baik-baik saja. Perhatian tulus yang mereka berikan seolah aku adalah bukanlah orang asing bagi mereka. Terkadang aku merasa kehadiran keluargaku di Bandung dalam pondokan ini.

Membuat MAB bersinar dengan prestasi

Harapan pembina pondokan kami adalah menjadikan kami pemuda yang mandiri. Dengan kemandirian itu, kami tidak lagi menggantungkan kebutuhan kami kepada orang tua. Namun kami sadar, harapan orang tua kami di MAB tidaklah berhenti sampai disitu. Setelah kami mampu mandiri, kami harus mampu meraih prestasi-prestasi sesuai bidang kami, baik itu akademis maupun akademis.

“Aku senang pegang uang.” Itu adalah alasanku untuk berkontribusi di bidang keuangan. Menjadi bendahara di Ikatan Mahasiswa Arsitektur dan Ketua Koperasi menjadi pengisi waktu luangku untuk kegiatan intrakampus. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakampus aku bergabung dengan Inspiranessia, sebuah gerakan sosial untuk menginspirasi adik-adik SMA agar mau meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Dalam gerakan yang diinisiasi oleh temanku saat Learning Camp LPP Salman ITB ini, aku menjadi bendahara umum. Sejak saat itu aku mulai mengerti bahwa kontribusi yang aku lakukan adalah untuk menjadi bagian dari perubahan negara ini kedepannya.

Beberapa bulan lalu aku mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan nasional yang diikuti oleh pemuda dari berbagai universitas di Indonesia, School for Nation Leader. Dalam pelatihan ini, aku bertemu teman-teman baru dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dahkan Sulawesi. Disitu kami dididik menjadi negarawan muda yang akan memimpin Indonesia di masa depan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. Yang membuat aku sadar bahwa selama ini prestasiku belum ada apa-apanya bukanlah karena bertemu dengan teman-teman yang menduduki jabatan-jabatan strategis di organisasinya, tapi karena dengan umur yang tidak jauh berbeda, ilmu yang mereka dapatkan sudah jauh lebih banyak dibandingkan aku. “Kemana saja aku selama ini?”

MAB : tempat tumbuh kreativitas, tempat lahir harapan baru

Sepulangnya ke MAB dari pelatihan itu, aku bertekad untuk terus mengejar ketertinggalan. Begitu banyak isu-isu diluar sana yang masih tidak aku pedulikan. Begitu banyak buku yang belum baca. Begitu banyak orang yang blum aku ajak diskusi. Menjadi agen perubahan tidak semudah yang aku kira. Mimpi untuk menjadi Menteri Perancangan Kota 2039 harus kuwujudkan melalui usaha-usaha yang kulakukan sejak saat ini. Harapan untuk Indonesia yang lebih baik harus aku tumbuhkan dan tularkan kepada teman-teman, terutama teman-teman MAB karena aku tidak mungkin bergerak sendiri.

Suatu saat, pondokan MAB adalah saksi bisu langkah-langkah keberhasilan para penggerak perubahan. Disinilah awal tumbuhnya semangat dan hadirnya harapan para pemimpin bangsa. Disini pulalah sesuatu yang dinamakan keluarga dengan ikatan perjuangan itu lahir.

MAB bukan hanya tempat kami berangkat menuju dunia pengabdian, tetapi juga tempat untuk kami pulang di masa depan. Pulang untuk menjemput pemuda-pemuda baru dengan darah semangat yang sama demi perubahan negeri. Inilah, MAB rumah kita.

—–

Awa

Penulis : Siti Awaliyatul Fajriyah, mahasiswi jurusan arsitektur angkatan 2012. Awa, begitu panggilan akrabnya adalah salah satu penerima beasiswa pondokan MAB yang memiliki semangat positif untuk belajar yang tinggi. Sejak masuk pondokan MAB, ia aktif  terlibat dalam kegiatan pengabdian kepemudaan tingkat nasional. Tak lupa, semangatnya itu juga ia bagikan kepada teman-temannya di pondokan MAB.