Category : Publikasi MAB

Home»Archive by Category "Publikasi MAB"

Awal Tahun Ajaran Baru, Yayasan MAB Berikan Beasiswa kepada 13 Mahasiswa FTUI

penerima-beasiswa-mab-2018-2019

Universitas Indonesia, Depok, Jum’at (14/9), Yayasan Mata Air Biru melakukan acara penyerahan Simbolik Penerima Beasiswa MAB periode semester gasal Tahun Ajaran 2018/2019. Bertempat di Gedung Engineering Center EC. 203, penyerahan Beasiswa MAB dihadiri oleh Ketua Yayasan MAB, Ibu Sri Dijan Tjahjati didampingi oleh Koordinator Beasiswa MAB, Sdr. Bambang Sutrisno serta para penerima Beasiswa MAB yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Pada periode semester gasal TA 2018/2019 ini, Yayasan MAB memberikan beasiswa yang terdiri dari Beasiswa Prestasi dan Beasiswa Pondokan MAB kepada 13 penerima baru. Secara keseluruhan, saat ini jumlah penerima aktif Beasiswa MAB sebanyak 36 mahasiswa yang sebagian besar merupakan mahasiswa FTUI dan 1 mahasiswi berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Acara penyerahan simbolik ini dibuka dengan Sambutan dari Ketua Yayasan MAB yang menceritakan sedikit tentang Yayasan MAB. Dalam sambutannya, Bu Dijan berharap para penerima Beasiswa MAB yang baru bisa membaur satu sama lain dan bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan yang diperuntukkan khusus bagi penerima beasiswa, baik itu Beasiswa Pondokan maupun Beasiswa Prestasi.

penerima-beasiswa-prestasi

Masuk ke acara inti, Bu Dijan, selaku Ketua Yayasan MAB melakukan penyerahan Simbolik Beasiswa MAB kepada masing-masing penerima Beasiswa. Untuk Beasiswa Prestasi yang saat ini sudah memasuki batch 8 dan diperuntukkan khusus bagi mahasiswa FTUI angkatan 2017, Yayasan MAB memberikan Beasiswa Prestasi kepada 7 penerima baru. Mereka adalah Joan Lockita dan Rivaldo Martha  (Teknik Mesin), Romega Sianturi (Teknik Metalurgi dan Material), Annisa Widya P (Arsitektur), Dianah Salsha Silla (Teknik Kimia) serta Reyna Noer Amalina dan Julistarani Mirandika (Teknik Industri).

Beasiswa Prestasi MAB Batch 8 ini merupakan kerjasama Yayasan MAB dengan PT. Pertamina Retail dan juga donatur dari alumni FTUI yaitu Ibu Handriani Tjatur Setiowati (alumni Arsitektur’79). Total beasiswa prestasi yang disalurkan pada periode semester gasal 2018/2019 ini senilai Rp 105Juta kepada 21 penerima Beasiswa Prestasi MAB.

Selain Beasiswa Prestasi, Penyerahan Simbolik juga dilakukan kepada penerima Beasiswa Pondokan yang khusus diperuntukkan bagi mahasiswa FTUI perantauan yang berasal dari daerah luar Jabodetabek. Sebanyak 6 mahasiswa menjadi penerima baru Beasiswa Pondokan MAB di periode ini. Mereka adalah Bening Kalimasaada Aura Keindahan (asal Lumajang), Hilmi Fitrihatulamal (asal Kuningan), Raihan Nur Rasyid (asal Kebumen), Nur Kholis Majid (asal Kuningan), M. Rilvan (asal Palembang) dan Wahyu Nugroho Ramadhan (asal Kebumen).

Beasiswa Pondokan MAB yang berupa beasiswa tempat tinggal di Asrama Beasiswa MAB sekaligus program pengembangan diri ini ada berkat donasi dari donatur alumni FTUI dan relasi Yayasan MAB serta komunitas alumni FTUI seperti Golfers FTUI (GIFT UI) melalui program charity di penyelenggaraan Turnamen Golf Rosseno Cup 2016 dan 2017 serta komunitas FTUI Runners dan Gowes FTUI.

penerima-beasiswa-pondokan

Memasuki usia menjelang 15 tahun, Yayasan MAB berharap bisa memberikan kebermanfaatan dan membantu lebih banyak lagi adik-adik mahasiswa di tingkat FTUI maupun di tingkat UI yang lebih luas. Semoga sinergitas kerjasama yang telah dibangun antara Yayasan MAB, FTUI dan Iluni FTUI bisa terus berjalan dengan baik serta dukungan penuh yang telah ada selama ini dari para donatur alumni baik melalui instansi maupun komunitas alumni. (@bamsutris)

Selamat Kepada Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 8!

Beasiswa-Prestasi-Batch-8Setelah melalui tahapan seleksi berupa seleksi berkas, wawancara dan validasi data penerima beasiswa serta rekomendasi dari kemahasiswaan FTUI, maka Yayasan Mata Air Biru mengucapkan SELAMAT kepada nama tersebut di bawah ini sebagai penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 8 khusus untuk angkatan 2017 FTUI;

penerima beasiswa prestasi batch 8Beasiswa Prestasi MAB akan diberikan selama 6 semester mulai semester 3 hingga 8 (penerima lulus menjadi sarjana teknik). Beasiswa Prestasi MAB Batch 8 ini ada berkat kerjasama Yayasan MAB dengan PT. Pertamina Retail melalui program CSR-nya serta donatur dari alumni FTUI, Ibu Handriani Tjatur Setiowati.

Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada donatur Beasiswa Prestasi Batch 8. Semoga adanya beasiswa ini bisa memacu para penerima untuk meningkatkan prestasi dan capaiannya selama menjadi mahasiswa FTUI. (@bamsutris)

MAB Talks #1 : Arti Kontribusi di Kampus bagi Ketua BEM dan Mapres FTUI 2018

mab-talks-cover

“Saat kuliah, harusnya banyak pengalaman yang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman. Jangan sampai zona nyaman membatasi kita untuk berkembang…” (Davigara D. Primayandi)

” Tidak ada impian yang realistis. Jalan menuju impian itulah yang harus kita buat realistis…” (Faza Fakiha Taqwa)

Asrama Rumah Inspirasi MAB (8/9), dipenuhi oleh mahasiswa penerima manfaat Beasiswa MAB yang antusias ingin belajar dari kakak-kakak inspiratif yang akan mengisi program MAB Talks. MAB Talks #1 edisi perdana pada tahun ajaran 2018/2019 ini menghadirkan kedua pembicara yang akan membahas mengenai bagaimana memaksimalkan kontribusi sebagai mahasiswa dari sisi akademis dan kemahasiswaan. Mereka adalah Ketua BEM FTUI 2018 : Davigara Dwika Primayandi (Mahasiswa Teknik Mesin 2015) dan Mapres FTUI 2018 : Faza Fakiha Taqwa (Mahasiswi Teknik Industri 2015).

Sesi dibuka dengan paparan dari Davi, sapaan akrab dari Davigara. Menurut alumni SMAN 8 Jakarta tersebut, Mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih yang tidak sekedar kuliah. Berangkat dari buah pikirannya bahwa ternyata tidak semua orang bisa merasakan bangku kuliah, menurutnya sebagai mahasiswa, yang kita lakukan dan mimpi-mimpi kita ke depan tidak sekedar bagaimana mendapatkan pekerjaan yang layak saja, harus lebih dari itu. Itulah yang menginspirasi Davi untuk menjadikan BEM FTUI 2018 sebagai wadah kontribusinya saat ini; #DariTeknikuntukIndonesia.

Sebagai mahasiswa, menurut Davi sangat perlu untuk bersikap aktif dan kontributif. Karena dengan aktif di berbagai kegiatan, organisasi akan melatih skill kita yang nantinya sangat berguna sebagai bekal di dunia kerja misalnya public speaking, problem solving, memimpin rapat, dll. Davi yang hobinya naik gunung, kini menganggap organisasi sebagai bagian dari hidupnya. Ia senang karena dengan organisasi ini ia bisa bertemu dengan banyak orang sehingga bisa melatih dirinya ketiak bertemu dengan orang-orang baru yang berbeda-beda karakter.

Sebagai mahasiswa, ia juga memiliki prinsip untuk tidak main aman. Jika perlu “ Break a leg”. Menurutnya, jangan sampai zona nyaman justru membatasi kita untuk berkembang. Karena banyak sekali kesempatan yang kita dapat saat kuliah ini untuk keluar dari zona nyaman. Hal terakhir yang penting sebagai mahasiswa adalah kepedulian. Harusnya sebagai mahasiswa kita punya rasa peduli yang tinggi terhadap orang lain, di luar dari diri sendiri.

Sesi kedua dari Faza, sapaan akrab Faza Fakiha yang menganggap bahwa prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi FTUI 2018 yang diraihnya itu sebagai bonus dan hanya title belaka. Faza menceritakan tentang dirinya yang bukan siapa-siapa, seorang anak yang hanya percaya dan yakin akan mimpi-mimpinya hingga menjadi Faza yang dikenal sekarang.

Perjuangannya dimulai ketika salah seorang teman di organisasinya menanyakan ingin jadi seperti apa di hidup ini. Bahwa orang-orang sukses tidak ada yang generalis. Bila kita ingat seseorang yang sukses, maka ia akan diingat satu hal karena kesuksesannya, karena keahliannya di bidang tersebut. Itulah salah satu momen yang membuat ia fokus dalam bidang yang ia sukai, salah satunya public speaking.

Perjuangan yang dilakukan Faza pun tak mudah. Semangat pantang menyerah setelah gagal 10 kali ikut tes MUN pun pernah ia alami. Hingga akhirnya ia kini sudah menginjak beberapa negara di dunia termasuk Amerika dan Eropa. Salah satunya yang paling berkesan ketika ia menjadi Delegasi Indonesia di PBB dari Menpora.

Menurutnya kita harus yakin dengan mimpi kita. Meskipun tidak ada yang realistis, tetapi kita harus membuat jalan menuju mimpi kita realistis. Nothing is impossible. Satu hal yang iya yakini, bahwa ada banyak cara menuju mimpi yang ingin kita capai. Jangan lupa minta pada langit yang memiliki kuasa pada mimpi kita.

Berbicara mengenai passion, menurutnya passion itu hal yang kita sukai meskipun tidak dibayar. Ada 4 hal untuk menemukan passion kita: (1) Definisikan Hal (Bidang/benda) apa yang kita sukai? (2) Kegiatan yang kita sukai dari hal tersebut? (3) Siapa orang yang mencerminkan kesuksesan kita? (4) Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar kita ahli di bidang tersebut?

Perannya sebagai Mapres FTUI 2018 memberikannya banyak kesempatan untuk berkontribusi lebih luas lagi. Ia sangat senang diundang dan memberikan sharing untuk menginspirasi anak-anak muda lainnya.

Paparan dari kedua pembicara MAB Talks #1 hari itu menggugah semangat kita para mahasiswa untuk aktif-kontributif memaksimalkan kesempatan kita saat ini sebagai mahasiswa di ranah kampus. “Ada banyak cara untuk mencintai Indonesia. Jadilah versi terbaik dari diri kita untuk berkontribusi di bidang yang kita pilih sesuai pilihan dan kemampuan kita masing-masing; Mapres, aktivis mahasiswa ataupun bidang lainnya”. (@bamsutris)

Sembilan Penerima Beasiswa MAB Berhasil Selesaikan Studi di FTUI

wisuda ui penerima beasiswa mab

“Graduation is not the end, it’s just the beginning of the beautiful life that lies ahead of you. Good Luck. Happy Graduation.”

Depok, (31/8), Wisuda Universitas Indonesia periode semester genap tahun ajaran 2017/2018 kembali digelar di Balairung UI, Depok. Pada periode ini, UI meluluskan lulusan program sarjana sebanyak 2,816 orang yang berasal dari program Sarjana Reguler dan Kelas Internasional.

Sebanyak 9 mahasiswa alumni dan penerima Beasiswa MAB berhasil menyelesaikan studinya di FTUI pada periode ini. Mereka adalah mahasiswa penerima Beasiswa MAB yang merupakan penerima manfaat Beasiswa Prestasi dan Beasiswa Pondokan MAB.

Berikut nama penerima Beasiswa MAB yang berhasil menyelesaikan studinya di periode semester genap 2017/2018 ini :

Alumni dan Penerima Beasiswa Pondokan MAB :

1. Fakhri Rafiki (Teknologi Bioproses’13)
2. Achmad Anggawirya (Teknik Kimia’14)
3. Kukuh Lolana (Teknik Industri’14)
4. Panji Wara (Teknik Industri’14)
5. M. Rifai (TI’14)
6. Suha S. Yahya (Teknik Metalurgi’14)
7. Irwan Suryana (Teknik Mesin’11)

Penerima Beasiswa Prestasi:
1. Riska Amalia (Teknologi Bioproses’14)
2. Deks Salsa S. (Teknik Sipil’14)

Kami dari Yayasan MAB mengucapkan Selamat kepada penerima Beasiswa MAB yang telah berhasil menyelesaikan studinya menjadi Sarjana FTUI. Semoga capaian ini menjadi awal bagi kesuksesan di langkah berikutnya.

MAB Talk #2: Life After Campus (1) dari Kak Mimi dan Kak Elsa

Life After Campus

“Di Dunia ini kita bisa jadi apa saja. Pilihlah untuk menjadi orang baik” (Kak Mimi)

“Do yout best! Bukan hanya saat di dunia kerja, tapi dimulai sejak dini di perkuliahan!” (Kak Elsa)

Masa-masa setelah lulus dari kampus menjadi masa-masa yang dikhawatirkan oleh sebagian orang. Menentukan langkah hendak kemana menjadi sangat penting. Disinilah fase life crisis sebagian besar anak muda dimulai. Fase-fase penentuan apakah akan lanjut studi, mencari pekerjaan, memulai bisnis atau menikah menjadi pilihan-pilihan yang perlu dipikirkan secara matang.

Sabtu, 3 Maret lalu, Alumni Beasiswa Pondokan MAB yaitu Kak Elsa Philiani dan Kak Miranda Hasanah berbagi cerita bersama penerima Beasiswa MAB terkait “Life after Campus”. Kak Elsa dan Kak Mimi, begitu sapaan akrabnya adalah alumni FT angkatan 2010 dari jurusan Arsitektur dan Teknik Kimia yang menyelesaikan studinya pada tahun 2014 lalu. Hingga kini, setidaknya mereka berdua sudah merasakan dunia kerja minimal setahun.

Sharing Life After Campus ini akan diadakan berseries dengan menghadirkan alumni penerima beasiswa MAB yang telah lulus dari FTUI 1-5 tahun dengan beragam backgorund pengalaman. Perjalanan karir tiap orang mungkin berbeda-beda satu sama lain yang akan menjadikannya bekal meniti karir hingga meraih kesuksesan. First impression ketika mendapatkan pekerjaan pertama sangat menarik untuk dibagikan kepada adik-adik yang juga akan menjadi alumni.

Elsa yang saat ini bekerja sebagai junior architect menuturkan bahwa kita perlu melakukan yang terbaik. “Do your best” besar atau kecil peran yang kita terima dalam pekerjaan. Kita perlu selalu melakukan yang terbaik dalam semua hal, termasuk tugas-tugas kuliah yang diberikan oleh Dosen. Sebagai lulusan UI, terkadang kita memiliki ego yang cukup besar. Padahal, karir itu berproses. Ia yang juga lulusan profesi arsitektur mengalami hal itu ketika mendapatkan tugas yang terlihat sepele yaitu mewarnai. Namun, seiring berjalannya waktu muncul pemahaman akan proses tersebut.

Lain hal nya dengan Mimi yang kini sebagai asisten riset di FTUI. Sebelumnya ia pernah merasakan pengalaman di dunia industri, tetapi asisten riset menjadi pilihannya. Menurutnya ada plus minus dari setiap pekerjaan yang kita pilih. “Kita harus memiliki value untuk menjaga idealisme kita saat bekerja agar tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Karena tidak semua orang yang pekerjaan dengan kita adalah orang baik.” Ia juga menambahkan bahwa bekerja adalah tentang kenyamanan. Ia bersyukur atas pilihan pekerjaan yang ia ambil saat ini sehingga tidak perlu menghabiskan waktu di perjalanan dan berdesakan di Commuter line setiap harinya.

Life after campus

Berikut beberapa poin yang bisa diambil dari Sharing Kak Elsa dan Kak Mimi ;

  • Fase saat bekerja menuntut kita untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab. Kita harus berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadline yang ditetapkan.
  • Kita perlu menyiapkan value diri sebelum memasuki dunia kerja agar tidak mudah terpengaruh. Tidak semua teman kerja adalah orang baik.
  • Komunikasi dengan teman dekat semasa kuliah sangat penting untuk memberikan semangat dan pandangan. Teman kuliah atau sekolah menjadi pertemanan yang murni karena dimulai ketika kita belum menjadi apa-apa.
  • Pilihan untuk resign dari suatu pekerjaan pasti ada. Selagi bisa bertahan, nikmatilah.
  • Ada banyak alasan untuk bertahan dari suatu pekerjaan; faktor keluarga, faktor lingkungan dan faktor kenyamanan.
  • Komunikasi dengan orang tua sangat penting terkait dengan pekerjaan yang kita pilih.
  • Do what you love, and love what you do. Nikmati setiap pekerjaan yang sudah menjadi pilihan kita saat ini.

Sampai bertemu di sharing Life After Campus (2) dan (3) pada 17 dan 24 Maret mendatang!

 

Selamat Kepada Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 7 Part 2

penerima beasiswa prestasi pertamina retail

Setelah melalui proses seleksi yang ketat kepada pendaftar Beasiswa Prestasi MAB Batch 7 yang terdiri dari seleksi berkas dan wawancara, serta penilaian dari prestasi akademik, non-akademik, verifikasi data saat wawancara, potensi untuk berkembang, kemandirian, kriteria sudah tidaknya menerima Beasiswa di FTUI, maka kami dari Yayasan MAB memutuskan nama-nama berikut sebagai penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 7.

  1. Paras Ayu Cinta Nandhita (Teknik Lingkungan)
  2. Gabriel Manalu (Teknik Elektro)
  3. Virania Syifa MD (Arsitektur)
  4. Lutviah Sari (FKM)

Kami ucapkan selamat kepada penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 7 part 2 ini. Beasiswa ini merupakan kerjasama Yayasan MAB dengan PT. Pertamina Retail. Prosesi penyerahan beasiswa bisa di cek di link berikut.

Semoga Beasiswa Prestasi ini bisa menjadi penyemangat untuk meningkatkan prestasi. Kepada pendaftar yang belum berkesempatan menjadi penerima Beasiswa Prestasi MAB, semoga tidak patah semangat untuk terus meningkatkan prestasinya. (BS)

Awal Semester Genap TA 2017/2018, Yayasan MAB Menyalurkan Rp 85 Juta Beasiswa Prestasi

Penyerahan Beasiswa Prestasi MAB Semester GenapUniversitas Indonesia, Depok (14/2), Yayasan Mata Air Biru (MAB) kembali menyerahkan Beasiswa Prestasi periode semester genap TA 2017/2018. Bertempat di EC. 201, prosesi penyerahan dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dr. Hendri D.S. Boediono, Manajer Kemahasiswaan dan Alumni, Badrul Munir, Ph.D serta Ketua Yayasan Mata Air Biru, Ir. Sri Dijan Tjahjati, MM serta mahasiswa penerima beasiswa MAB.

Beasiswa Prestasi MAB merupakan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa FTUI yang membutuhkan guna meningkatkan prestasi akademiknya dan diharapkan bisa membantu mahasiswa dalam mencapai gelar sarjana teknik. Beasiswa ini diberikan secara kontinyu selama 6 semester mulai semester 3 hingga semester 8 atau penerima lulus menjadi sarjana teknik dengan nilai beasiswa Rp 5 Juta/mahasiswa/semester.

Pada periode semester genap ini, Yayasan MAB menyalurkan Rp 85 Juta untuk penerima Beasiswa Prestasi yang sebagian besar merupakan mahasiswa FTUI angkatan 2014-2016 serta 1 mahasiswi FKM UI angkatan 2016 dengan total penerima sebanyak 17 orang. Selain itu, disamping penerima Beasiswa Prestasi, ada 15 mahasiswa FTUI dan 1 mahasiswa FMIPA yang menjadi penerima Beasiswa Pondokan MAB, sebuah beasiswa rumah tinggal untuk mahasiswa asal daerah yang kuliah di Universitas Indonesia.

Adanya beasiswa Prestasi MAB adalah berkat sumbangsih donatur baik perorangan maupun kerjasama secara instansi untuk menjadi kakak asuh dengan membiayai mahasiswa FTUI yang membutuhkan hingga mencapai gelar sarjana. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur Beasiswa MAB baik perorangan maupun instansi, khususnya yang telah bermitra dengan Yayasan MAB dalam menyalurkan beasiswa ini.

Semoga Beasiswa Prestasi ini bisa memberikan kebermanfaatan bagi pendidikan anak bangsa yang membutuhkan di Universitas Indonesia, khususnya Fakultas Teknik dalam mencapai gelar sarjana. (BS)

Penerima Beasiswa Pondokan MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

Hanafi Wisuda S1Universitas Indonesia, Depok, (3/2), prosesi upacara wisuda bagi lulusan UI periode semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 kembali digelar di Balairung UI, Depok. Pada periode ini, UI meluluskan sebanyak 3.760 wisudawan yang berasal dari program D3 hingga S3.

Selain 2 orang penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014 yang berhasil menyelesaikan studinya selama 3,5 tahun, salah seorang penerima Beasiswa Pondokan MAB asal Medan yaitu M. Hanafi Lubis juga berhasil lulus menjadi sarjana FTUI setelah berhasil menyelesaikan studinya dalam kurun waktu 7 semester.

M. Hanafi Lubis, atau yang akrab disapa Hanafi merupakan penerima Beasiswa Pondokan MAB pada tahun 2016. Pada periode itu, ia bersama timnya mewakili Universitas Indonesia mengikuti kompetisi Solar Boat di Belanda.

Kami mengucapkan Selamat kepada Hanafi yang telah berhasil menyelesaikan studinya menjadi Sarjana FTUI. Semoga capaian ini menjadi awal bagi kesuksesan di langkah berikutnya.

Penerima Beasiswa Prestasi MAB Berhasil Lulus 3,5 Tahun dari FTUI

Selamat Wisuda Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 5Kabar baik datang dari penerima Beasiswa Prestasi MAB. Dua orang penerima Beasiswa Prestasi MAB yang diperuntukkan angkatan 2014 (Batch 5) berhasil menyelesaikan studinya dari FTUI di akhir semester gasal Tahun Ajaran 2017/2018. Keduanya berhasil menyelesaikan studi di FTUI selama 7 semester. Mereka adalah Jansen Novri (Teknik Perkapalan) dan Guntur Kuntoro Prayogo (Teknik Elektro). Keduanya pun lulus dengan perolehan nilai IPK yang sangat memuaskan (cumlaude), dengan rincian Jansen Novri dengan IPK 3.74 dan Guntur Kuntoro dengan IPK 3.64.

Kami dari Yayasan Mata Air Biru mengucapkan selamat untuk Jansen Novri dan Guntur Kuntoro atas keber-hasilannya. Semoga bisa capaian yang telah diraih bisa menjadi pijakan untuk kesuksesan di dunia pasca kampus mendatang.

Yayasan MAB Jalin Kerjasama dengan Pertamina Retail untuk Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswa UI

Kerjasama MAB Pertamina Retail 2018Jakarta (29/1), Yayasan MAB jalin kerjasama dengan PT. Pertamina Retail untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Indonesia. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan pada Senin, 29 Januari 2018 bertempat di Kantor PT. Pertamina Retail Jakarta. Pada kesempatan itu, Yayasan MAB diwakili oleh ketua Yayasan, Ibu Sri Dijan Tjahjati, sedangkan dari pihak PT. Pertamina Retail diwakili oleh pihak Corporate Secretary, Bapak Ivan Asmara. Turut hadir pula dari Yayasan MAB, Ibu Endang Ripmiatin dan Bambang Sutrisno serta dari pihak PT. Pertamina Retail, Bapak Yusuf Alfredo.

Penandatangan perjanjian kerjasama ini sebagai bentuk komitmen penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) dari PT. Pertamina Retail kepada masyarakat, dalam hal ini dunia pendidikan yang nilainya sebesar Rp 300 Juta. Nantinya, dana CSR ini akan disalurkan sebagai beasiswa kepada mahasiswa Universitas Indonesia melalui Yayasan MAB.

Sebanyak 10 (sepuluh) mahasiswa diharapkan bisa menjadi penerima beasiswa yang nantinya akan disalurkan selama 6 semester dengan nilai sebesar Rp 5 Juta/mahasiswa/semester. Melalui Beasiswa ini, harapannya dana CSR dari Pertamina Retail bisa membantu mahasiswa UI, khususnya di fakultas teknik hingga meraih gelar sarjana. (BS)