AuthorYayasan Mata Air Biru

Home»Articles Posted by Yayasan Mata Air Biru

Life at MAB : Belajar Menjadi Lebih Baik Lagi

Kebersamaan MAB

Sudah satu bulan kembali lagi ke rumah perjuangan Rumah Inspirasi MAB. Kembali lagi bangun dari kemalasan yang tersisa dari liburan kemarin. Kami kembali lagi melakukan kebiasan – kebiasaan kami di MAB yang sudah membekas di dalam diri kita sampai mengubah kita ke arah yang lebih baik. Mungkin saat liburan kita jarang shalat berjamaah di masjid, jarang membaca qur’an, tetapi saat kembali kami kembali melakukan kebiasaan baik kami agar itu semua kita lakukan secara alami buka hanya karena rasa tanggung jawab tinggal di MAB, tetapi agar saat keluar dari MAB nanti, kebiasaan tersebut masih menempel pada kami.

Sangat terasa sekali saat liburan, semua hal baik yang biasa saya lakukan di MAB, mulai tertinggal sedikit demi sedikit, tetapi tidak sepenuhnya, dan itu adalah bukti bahwa MAB membawa dampak positif bagi diri saya. Hal itu memberikan saya motivasi bahwa saya masih bisa berkembang jadi diri yang lebih baik, dimana semua kebiasaan baik di MAB, mulai dari shalat berjamaah di masjid, membaca qur’an dan lainnya dapat saya teruskan di manapun saya berada nantinya.

Hal lain yang cukup berkesan bagi saya yaitu walaupun kami tinggal satu rumah dan bertemu setiap hari dengan teman-teman kami yang tinggal di MAB, perbedaan itu tetap ada; perbedaan pola pikir, perbedaan sifat, karakter, dan lainnya. Pada suatu saat pastilah akan ada perdebatan dipicu dari hal hal tersebut, kecil maupun besar permasalahannya. Dari situ kami belajar untuk menghargai; pandangan orang lain, cara berpikir orang lain, belajar juga menerima. Justru hal seperti itulah yang membuat kami makin mengenal satu sama lain sekaligus belajar  menerima masukan orang lain dan dapat memberi masukan kepada oranglain pula. Mungkin terdengar sepele, tetapi hal-hal kecil seperti inilah yang dapat mengembangkan diri kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Hal-hal yang dapat dipelajari dari kesalahan-kesalahan yang kita buat, kritik dan saran teman terdekatlah yang menjadikan kita orang yang lebih baik lagi di esok hari, dan kesempatan kesempatan tersebut hanya saya dapatkan di MAB ini.

Banyak hal yang keliahatannya seperti biasa saja, tetapi jika kita dapat melihat hal-hal tersebut dari sudut pandang lain, maka kita dapat menjadikan hal-hal biasa tersebut menjadi sebuah kesempatan, kesempatan untuk mengubah diri kita, tentunya kearah yang lebih baik lagi. Buatlah saya di hari ini, menjadi lebih baik dari saya yang kemarin, sesedikit apapun itu.

Penulis : Ikhsan Firdauz, Mahasiswa Teknik Komputer angkatan 2017

Awal Tahun Ajaran Baru, Yayasan MAB Berikan Beasiswa kepada 13 Mahasiswa FTUI

penerima-beasiswa-mab-2018-2019

Universitas Indonesia, Depok, Jum’at (14/9), Yayasan Mata Air Biru melakukan acara penyerahan Simbolik Penerima Beasiswa MAB periode semester gasal Tahun Ajaran 2018/2019. Bertempat di Gedung Engineering Center EC. 203, penyerahan Beasiswa MAB dihadiri oleh Ketua Yayasan MAB, Ibu Sri Dijan Tjahjati didampingi oleh Koordinator Beasiswa MAB, Sdr. Bambang Sutrisno serta para penerima Beasiswa MAB yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Pada periode semester gasal TA 2018/2019 ini, Yayasan MAB memberikan beasiswa yang terdiri dari Beasiswa Prestasi dan Beasiswa Pondokan MAB kepada 13 penerima baru. Secara keseluruhan, saat ini jumlah penerima aktif Beasiswa MAB sebanyak 36 mahasiswa yang sebagian besar merupakan mahasiswa FTUI dan 1 mahasiswi berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Acara penyerahan simbolik ini dibuka dengan Sambutan dari Ketua Yayasan MAB yang menceritakan sedikit tentang Yayasan MAB. Dalam sambutannya, Bu Dijan berharap para penerima Beasiswa MAB yang baru bisa membaur satu sama lain dan bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan yang diperuntukkan khusus bagi penerima beasiswa, baik itu Beasiswa Pondokan maupun Beasiswa Prestasi.

penerima-beasiswa-prestasi

Masuk ke acara inti, Bu Dijan, selaku Ketua Yayasan MAB melakukan penyerahan Simbolik Beasiswa MAB kepada masing-masing penerima Beasiswa. Untuk Beasiswa Prestasi yang saat ini sudah memasuki batch 8 dan diperuntukkan khusus bagi mahasiswa FTUI angkatan 2017, Yayasan MAB memberikan Beasiswa Prestasi kepada 7 penerima baru. Mereka adalah Joan Lockita dan Rivaldo Martha  (Teknik Mesin), Romega Sianturi (Teknik Metalurgi dan Material), Annisa Widya P (Arsitektur), Dianah Salsha Silla (Teknik Kimia) serta Reyna Noer Amalina dan Julistarani Mirandika (Teknik Industri).

Beasiswa Prestasi MAB Batch 8 ini merupakan kerjasama Yayasan MAB dengan PT. Pertamina Retail dan juga donatur dari alumni FTUI yaitu Ibu Handriani Tjatur Setiowati (alumni Arsitektur’79). Total beasiswa prestasi yang disalurkan pada periode semester gasal 2018/2019 ini senilai Rp 105Juta kepada 21 penerima Beasiswa Prestasi MAB.

Selain Beasiswa Prestasi, Penyerahan Simbolik juga dilakukan kepada penerima Beasiswa Pondokan yang khusus diperuntukkan bagi mahasiswa FTUI perantauan yang berasal dari daerah luar Jabodetabek. Sebanyak 6 mahasiswa menjadi penerima baru Beasiswa Pondokan MAB di periode ini. Mereka adalah Bening Kalimasaada Aura Keindahan (asal Lumajang), Hilmi Fitrihatulamal (asal Kuningan), Raihan Nur Rasyid (asal Kebumen), Nur Kholis Majid (asal Kuningan), M. Rilvan (asal Palembang) dan Wahyu Nugroho Ramadhan (asal Kebumen).

Beasiswa Pondokan MAB yang berupa beasiswa tempat tinggal di Asrama Beasiswa MAB sekaligus program pengembangan diri ini ada berkat donasi dari donatur alumni FTUI dan relasi Yayasan MAB serta komunitas alumni FTUI seperti Golfers FTUI (GIFT UI) melalui program charity di penyelenggaraan Turnamen Golf Rosseno Cup 2016 dan 2017 serta komunitas FTUI Runners dan Gowes FTUI.

penerima-beasiswa-pondokan

Memasuki usia menjelang 15 tahun, Yayasan MAB berharap bisa memberikan kebermanfaatan dan membantu lebih banyak lagi adik-adik mahasiswa di tingkat FTUI maupun di tingkat UI yang lebih luas. Semoga sinergitas kerjasama yang telah dibangun antara Yayasan MAB, FTUI dan Iluni FTUI bisa terus berjalan dengan baik serta dukungan penuh yang telah ada selama ini dari para donatur alumni baik melalui instansi maupun komunitas alumni. (@bamsutris)

Selamat Kepada Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 8!

Beasiswa-Prestasi-Batch-8Setelah melalui tahapan seleksi berupa seleksi berkas, wawancara dan validasi data penerima beasiswa serta rekomendasi dari kemahasiswaan FTUI, maka Yayasan Mata Air Biru mengucapkan SELAMAT kepada nama tersebut di bawah ini sebagai penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 8 khusus untuk angkatan 2017 FTUI;

penerima beasiswa prestasi batch 8Beasiswa Prestasi MAB akan diberikan selama 6 semester mulai semester 3 hingga 8 (penerima lulus menjadi sarjana teknik). Beasiswa Prestasi MAB Batch 8 ini ada berkat kerjasama Yayasan MAB dengan PT. Pertamina Retail melalui program CSR-nya serta donatur dari alumni FTUI, Ibu Handriani Tjatur Setiowati.

Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada donatur Beasiswa Prestasi Batch 8. Semoga adanya beasiswa ini bisa memacu para penerima untuk meningkatkan prestasi dan capaiannya selama menjadi mahasiswa FTUI. (@bamsutris)

Sembilan Penerima Beasiswa MAB Berhasil Selesaikan Studi di FTUI

wisuda ui penerima beasiswa mab

“Graduation is not the end, it’s just the beginning of the beautiful life that lies ahead of you. Good Luck. Happy Graduation.”

Depok, (31/8), Wisuda Universitas Indonesia periode semester genap tahun ajaran 2017/2018 kembali digelar di Balairung UI, Depok. Pada periode ini, UI meluluskan lulusan program sarjana sebanyak 2,816 orang yang berasal dari program Sarjana Reguler dan Kelas Internasional.

Sebanyak 9 mahasiswa alumni dan penerima Beasiswa MAB berhasil menyelesaikan studinya di FTUI pada periode ini. Mereka adalah mahasiswa penerima Beasiswa MAB yang merupakan penerima manfaat Beasiswa Prestasi dan Beasiswa Pondokan MAB.

Berikut nama penerima Beasiswa MAB yang berhasil menyelesaikan studinya di periode semester genap 2017/2018 ini :

Alumni dan Penerima Beasiswa Pondokan MAB :

1. Fakhri Rafiki (Teknologi Bioproses’13)
2. Achmad Anggawirya (Teknik Kimia’14)
3. Kukuh Lolana (Teknik Industri’14)
4. Panji Wara (Teknik Industri’14)
5. M. Rifai (TI’14)
6. Suha S. Yahya (Teknik Metalurgi’14)
7. Irwan Suryana (Teknik Mesin’11)

Penerima Beasiswa Prestasi:
1. Riska Amalia (Teknologi Bioproses’14)
2. Deks Salsa S. (Teknik Sipil’14)

Kami dari Yayasan MAB mengucapkan Selamat kepada penerima Beasiswa MAB yang telah berhasil menyelesaikan studinya menjadi Sarjana FTUI. Semoga capaian ini menjadi awal bagi kesuksesan di langkah berikutnya.

Dibuka Pendaftaran Beasiswa Prestasi MAB Batch 8

Poster Beasiswa Prestasi Pertamina

Beasiswa Prestasi MAB adalah sebuah beasiswa yang diberikan oleh Yayasan Mata Air Biru, sebuah lembaga non-profit milik alumni FTUI untuk membantu mahasiswa FTUI hingga menjadi sarjana Teknik FTUI.

Pemberian Beasiswa Prestasi MAB Batch 8 ini Yayasan MAB bekerjasama dengan PT. Pertamina Retail akan diberikan kepada mahasiswa reguler FTUI angkatan 2017 senilai Rp 30 Juta per mahasiswa atau diberikan mulai semester 3 hingga semester 8 dengan nilai beasiswa sebesar Rp 5 Juta/semester.

Persyaratan :

  1. Mahasiswa aktif reguler FTUI reguler angkatan 2017 (semester 3)
  2. Memiliki IPK min. 3.3
  3. Tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain
  4. Berasal dari keluarga tidak mampu atau sedang membutuhkan bantuan finansial
  5. Memiliki prestasi akademis dan non-akademis
  6. Berkomitmen untuk mempertahankan dan atau meningkatkan prestasi akademisnya selama menjadi penerima Beasiswa MAB
  7. Mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi berkas yang dibutuhkan serta mengumpulkannya di sekretariat kemahasiswaan EC.205 sebelum tanggal 15 Agustus 2018.

Dokumen yang diperlukan :

  1. Form Beasiswa UI. Silakan download disini! (Tidak perlu di ttd Manajer Kemahasiswaan FT)
  2. Transkrip Nilai (Boleh PDF dari Siak-NG bagian ringkasan dan riwayat)
  3. Foto diri terbaru (tampak muka depan)
  4. Surat pernyataan tidak merokok. Silakan download disini!
  5. Slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua
  6. Essay Motivasi yang berisi tentang “Apa arti prestasi bagi kamu dan apa mimpimu untuk Indonesia 20 tahun mendatang? serta bagaimana upaya kamu untuk menggapai mimpimu itu?”

PENDAFTARAN : bit.ly/BeasiswaPrestasiMAB8

Ketentuan lain :

Memfollow akun media sosial Yayasan MAB sebagai berikut :

  • Facebook : Yayasan Mata Air Biru (fb.me/YayasanMAB)
  • Instagram : Yayasan Mata Air Biru (@beasiswaMAB dan @rumahInspirasiMAB)

Narahubung : Bambang Sutrisno (08128884997 via WA)

Life at MAB : Hidup adalah Memilih

life-at-mab-hidup-adalah-memilihTak terasa sudah hampir setahun berada di Rumah Inspirasi MAB, menatap masa depan baru, lingkungan baru, dan bertemu dengan wajah-wajah baru. Merantau merupakan pilihan yang saya ambil karena saya merasa bahwa ini merupakan hal yang tepat bagi saya dan akan membentuk jati diri saya dan kelak dapat mempersiapkan masa depan lebih matang.

Ketika sampai disini, saya tidak mengenal satupun orang disini ataupun pernah ke lingkungan UI dan sekitarnya. Saya diterima disini dengan baik, teman-teman disini banyak sekali membantu saya, mulai dari membantu saya dengan mengantarkan saya ke Balairung untuk daftar ulang, maupun sekedar untuk memberitahu rekomendasi warteg yang murah dan enak.

Banyak sekali momen-momen yang tidak bisa dilupakan selama 2 semester di Rumah Inspirasi MAB. Ajang kumpul biasa menjadi spesial bersama teman-teman, nonton film bareng ditemani martabak sudah cukup untuk membuat kami senang di malam yang lenggang karena bukan soal materi nya tetapi orang-orang yang ada di sekeliling saya.

Masih ingat di benak saya seperti baru saja kemarin, saya bertemu dengan Bapak & Ibu Pendiri MAB, mereka sudah seperti orang tua saya disini. Bantuan dari mereka sangat berarti buat saya, pengalaman dan cerita dari mereka tidak pernah membuat saya bosan, mereka tidak henti-henti nya memotivasi saya agar saya bisa lebih dari mereka dan nanti bisa juga seperti mereka ikut memberi ke adik-adik lain yang juga membutuhkan. Mereka juga menjadi salah satu motivasi saya ketika berkuliah disini, saya tidak ingin mengecewakan mereka yang telah memberikan saya fasilitas yang ada dan saya harus maksimalkan. Saya akan ambil sedikit kutipan dari Molly Friedenfeld di buku nya ‘The Book of Simple Human Truths’ , “A purposeful act or extension of kindness to another is never wasted, for it always resides in the hearts of all involved in a chain of love.”

Program-program di MAB sangat membantu diri saya menjadi orang yang disiplin. Disiplin bukan hanya menyangkut tentang tingkah laku atau perbuatan. Disiplin juga meliputi disiplin emosional. Apabila disiplin emosional digabungkan dengan kecerdasan berpikir maka akan menghasilkan perilaku yang rasional. Perilaku yang selalu menjunjung etika dan kesopanan. Ada satu hal berharga yang saya dapat dari salah satu pendiri MAB, sekolah  bukan semata-mata bertujuan ingin mendapatkan ijazah. Namun, yang dibutuhkan untuk bekal kehidupan bukanlah selembar kertas tersebut melainkan disiplin ilmu yang telah dipelajari selama beberapa waktu. Ijazah dengan nilai yang bagus, kalau tanpa pengetahuan dan kemampuan akan menjadi sia-sia.

Setiap momen dalam hidup kita memiliki potensi untuk mengubah hidup. Beberapa memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan yang lainnya. Dan kita semua terus bertumbuh saat melewati momen-momen tersebut. Bahkan momen buruk sekalipun perlu terjadi supaya momen yang menyenangkan bisa terjadi.

Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik,  harus tahu siapa kita dan apa yang harus di perjuangkan, ke mana  ingin pergi dan mengapa ingin sampai di sana.

Penulis : M. Asykar S. Bangun atau yang akrab disapa Asykar, adalah mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material angkatan 2017 yang berasal dari Kota Medan. Sejak setahun lalu Asykar menjadi salah satu penerima Beasiswa Pondokan MAB. Kenal Asykar lebih dekat di @AsykarBangun

[Pengumuman] Pengumpulan Laporan Beasiswa Prestasi MAB periode Semester Genap 2017/2018

laporan beasiswa prestasi

Dear Penerima Beasiswa Prestasi MAB,

Tak terasa masa perkuliahan di semester genap TA 2017/2018 telah berakhir. Sehubungan dengan hal tersebut dan menjelang dipublikasikannya semua nilai sebagai hasil belajar satu semester kemarin, maka kami beritahukan bahwa terkait Laporan Perkembangan Prestasi periode semester Genap 2017/2018 bagi penerima Beasiswa Prestasi MAB (angkatan 2014, 2015 dan 2016) bisa di submit secara online dengan mengakses laman berikut http://www.beasiswamab.org/laporan-beasiswa-prestasi-mab/

Laporan Beasiswa Prestasi ini sifatnya wajib bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014, 2015, dan 2016.

Laporan perkembangan prestasi untuk periode semester genap 2017/2018 disubmit paling lambat tanggal 1 Juli 2018.

Semoga bisa terus meningkatkan prestasi di semester mendatang!

MAB Talks #6 : Belajar Ke Luar Negeri untuk Menemukan Diri Sendiri

mab-talk-ketua-iluni-ui Asrama Beasiswa MAB, Depok, Minggu (22/4), kembali diadakan program pembinaan bagi penerima beasiswa MAB yaitu MAB Talks #6: Inspirasi dari Alumni (2) yang menghadirkan Ketua Iluni UI, Bapak Arief Budhy Hardono dan Istri, Ibu Indy Hardono. Pada kesempatan itu juga hadir pengurus Yayasan MAB, Ibu Sri Dijan Tjahjati, Bapak Hamdion Nizar dan Ibu Tin Nizar. Sekitar 20 penerima beasiswa MAB hadir mengikuti acara sharing yang super inspiratif di Minggu pagi itu.

Acara dibuka oleh Ibu Sri Dijan Tjahjati dengan menjelaskan terlebih dahulu mengenai perkembangan Yayasan MAB sejak awal berdiri hingga di usia yang menginjak 15 tahun pada September mendatang. Perjalanan panjang hingga di titik sekarang ini adalah buah dari konsistensi yang tak pernah padam dari para pengurus dan dukungan alumni serta FTUI hingga saat ini. Efek kebaikan seperti snow ball yang dimulai dari langkah kecil harapannya terus bergulir dan memberikan dampak yang lebih luas ke depan.

Sesi dilanjutkan dengan sharing dari Ketua Iluni UI, yang akrab disapa Bang ABH. Beliau yang merupakan alumni Teknik Sipil’84 menceritakan pengalamannya semasa kuliah dahulu. Beliau pernah menjadi ketua Senat pada zamannya, saat itu belum ada BEM seperti sekarang. Sebagai ketua senat, beliau mendapatkan kesempatan untuk menjalin forum komunikasi dengan senat mahasiswa se-ui pada masa itu. Komunikasi yang terus dijalin itulah yang mendukungnya untuk maju menjadi ketua Iluni UI pada 2016 lalu.

Setelah lulus, Bang ABH memilih karir sebagai professional dengan menjadi Junior Civil Engineer di PT. Indotek Konsultan Utama hingga dipercaya menjadi pimpinan di perusahaan tersebut. Saat ini, beliau juga menjadi Direktur Direktur PT. Pionir Beton Indonesia dan PT. Citra Margatama Surabaya. Menurutnya kita harus “Street-Smart”, orang yang tahu keadaan di lapangan sehingga bisa memilih strategi yang tepat agar bisa survive.

Iluni UI di bawah kepemimpinan Bang ABH berusaha wadah pemersatu alumni dari 13 fakultas di UI. Hal yang tidak mudah dengan lulusan 16 ribu-18 ribu setiap tahunnya. Untuk itu, Iluni UI selalu berusaha bagaimana menjadikan setiap detik, menit menjadi bermanfaat, berusaha untuk menjadi alumni yang membanggakan almamater.

Iluni UI juga senantiasa menghadirkan enrichment program bagi alumni UI. Program entrepreneurship yang diharapkan bisa menjadi solusi. Karena pilihan ketika lulus adalah apakah menjadi pekerja atau entrepreneur. Selain itu, Iluni UI senantiasa mendukung kegiatan positif dari alumni UI seperti Yayasan MAB dan kegiatan alumni lainnya.

sesi-sharing-mab-talk

Sesi dilanjutkan oleh paparan Bu Indy Hardono, alumni TGP’86 yang merupakan Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, sebuah beasiswa dari Pemerintah Belanda. Sesi beliau mulai dengan menceritakan perjalanan karirnya hingga sekarang. Beliau percaya bahwa sebagai lulusan Teknik bisa ditempatkan di mana saja, tetapi passionlah yang akan membawa kemana kita berlabuh nantinya.

Bu Indy, sapaan akrabnya memulai karir dari BPPT selama 10 tahun. Pada masa itu, beliau mendapatkan beasiswa dari Pak Habibie untuk kuliah bisnis di Belanda. Setelah menyelesaikan ikatan dinas, akhirnya passion yang membawanya ke lembaga non-profit. Ia pernah bekerja di Asia Foundation, kemudian di Binus International. Itulah yang membawanya terus ke bidang Pendidikan hingga saat ini.

Menurutnya, jangan pernah untuk menyesali pekerjaan yang berbeda dengan sewaktu kuliah dahulu. Karena yang terpenting adalah cara berpikir yang kita dapat dari kuliah di Teknik yang membuatnya berpikir lebih sistematis.

Beliau melanjutkan paparan mengenai “Mengapa Kuliah ke Luar Negeri: Gengsi atau Kebutuhan?”. Sebagai tim penyeleksi Beasiswa, beliau memberikan hal-hal substansial yang sangat penting saat kita akan mendaftar beasiswa. Kita harus bisa membedakan requirement dan kriteria dari setiap jenis beasiswa. Standar minimum harusnya tidak mematok kita untuk sekedar memenuhi standar itu saja, kita harus memberikan nilai yang jauh di atas standar minimum tersebut.

Saat ini, foreign student terbesar berasal dari China. Mengapa? Hal ini karena mindset. Kebanyakan orang China menganggap pendidikan sebagai investment, not cost. Sebagai investement tentunya dampak yang didapat akan jangka panjang. Itulah kenapa banyak pelajar China tersebar di seantero dunia, meskipun mereka kebanyakan dengan biaya sendiri.

Menjadi globally competitive di zaman ini sangat penting. Karena sekarang zamannya borderless, ASEAN Community. Kita bersaing bukan hanya dengan orang-orang Indonesia saja, tetapi dengan orang-orang dari negara lain.

Terpenting, ketika memutuskan untuk kuliah ke luar negeri dengan beasiswa adalah apa tujuan kita kesana, motivasi apa yang membawa kita untuk belajar di luar negeri?

Sebuah pengingat menarik ketika Bu Indy mengantarkan anaknya yang akan kuliah di Gronigen University, Belanda.

“Kenapa kamu mau pergi ke sini, ke tempat yang dingin, ke tempat yang makanannya sama sekali tidak enak, ke tempat yang udaranya tidak segar. Kenapa kalian mau pergi dari negara kalian, yang mungkin tempatnya jauh lebih segar, makanannya enak, dan matahari mungkin bersinar selama 365 hari setahun. Jika jawabannya untuk belajar ilmu dari kami, maka kalian salah.”

“Belajarlah di luar negeri untuk mempelajari dari mana kalian berasal”.

Kita akan menemukan bahwa semakin jauh kita berpisah dengan Indonesia, semakin jelas pula bahwa kita adalah Indonesia. The further you leave your country, The more you discover who really you are. Sesi minggu pagi yang super inspiratif itu ditutup dengan berfoto bersama. (BS)

pengurus-mab-dan-ketua-iluni-ui

MAB Talks #5 : Resep Sukses, Networking, Passion dan Menjadi Mata Rantai Kebaikan

inspirasi dari alumni

Asrama Beasiswa MAB, Depok, Sabtu, (14/4), MAB Talks #5: Inspirasi dari Alumni sebagai program pembinaan rutin bagi penerima beasiswa MAB kembali diadakan. Pada kesempatan ini, Yayasan MAB menghadirkan Ketua Iluni FTUI, Bapak Teten Derichard dan Komunitas Golfers Alumni FTUI (GIFT UI), Bapak Azwan Nurcandra. Selain itu, Beberapa pendiri dan pengurus Yayasan MAB juga turut hadir yakni Ibu Sri Dijan Tjahjati, Bapak Hamdion Nizar, Ibu Endang Ripmiatin dan Ibu Lista Dewi. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 25 penerima beasiswa MAB lintas angkatan mulai angkatan 2014-2017 yang merupakan penerima beasiswa Prestasi dan beasiswa Pondokan MAB.

Sebagai rangkaian dari acara, dilakukan penyerahan secara simbolik donasi GIFT UI dari turnamen ROOSSENO CUP 2 akhir tahun lalu sebesar Rp 196 Juta. Selain itu, juga dilakukan penyerahan Beasiswa Reguler untuk salah satu putra alumni Teknik Mesin yang diberikan selama 2 semester dengan total Rp 5 Juta kepada Hanif Furqon, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2016.

Donasi Roosseno Cup 2

Beasiswa Reguler untuk putra alumni

Sesi dibuka oleh Bapak Hamdion Nizar dengan menyampaikan pentingnya networking bagi adik-adik mahasiswa. Pertemuan mendengarkan sharing dari alumni pada acara MAB adalah sesi Networking yang tidak di dapat saat di kelas. Sebagai mahasiswa harus bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Lebih jauh, beliau mengingatkan bahwa MAB hanya memfasilitasi dan mewadahi selanjutnya tergantung pada diri masing-masing.

“Kuliah jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan tantangan yang ada setelah lulus nanti”. “Jangan takut men-challenge diri untuk ikut organisasi, kegiatan yang ada di kampus. Cobalah untuk berada di lingkungan yang heterogen untuk belajar toleransi dan keberagaman.”

Selanjutnya sesi dari Bapak Azwan Nurcandra yang merupakan alumni Teknik Mesin ’89. Beliau yang aktif dalam komunitas Golfers Alumni FTUI (GIFT UI) berpandangan bahwa main golf hanya sebagai media saja untuk ajang silaturahim lintas angkatan dan networking. Lebih jauh, ternyata dengan golf bisa menjadi mata rantai kebaikan dengan mengadakan charity untuk membantu adik-adik mahasiswa.

“Jangan lupakan untuk bermanfaat bagi lingkungan, menjadi mata rantai kebaikan”.

Beliau sebagai pengusaha juga membagikan resep suksesnya. Baginya, mencari peluang usaha dengan inovasi new technology yang ada di negara maju. Bila diterapkan di Indonesia, mungkin kita akan sukses. Dalam usaha pun kita harus legowo sata menderita kerugian. Jangan mematikan passion bila hal tersebut adalah hal yang kita inginkan. Bila yang kita kerjakan semata-mata hanya mencari profit tanpa ada kesenangan, akan sulit untuk meraih kesuksesan. Yakinlah bahwa semua yang kita lakukan dengan senang hati akan membawa dampak positif.

inspirasi dari alumni FTUI

Sesi Bapak Teten Derichard, Ketua Iluni FTUI yang merupakan alumni Teknik Mesin ’89 berpandangan bahwa komunitas hanyalah sebagai media saja. Karena tidak banyak orang yang mau untuk aktif mengurusi komunitas. Tanpa orang-orang tersebut, maka bisa jadi mata rantai kebaikan dari GIFT UI akan terputus dan mungkin kita tidak akan bisa bertemu satu sama lain melalui Yayasan MAB ini.

“Jangan lupakan peran kita untuk aktif membantu lingkungan”.

Terkait dengan kesempatan, beliau berpesan memanfaatkan kesempatan yang ada. Karena setiap hari adalah kesempatan kita untuk belajar. Dengan berani mencoba, berpartisipasi kita sudah berprestasi.

Sebagai ketua Iluni yang sibuk beliau juga membagikan tipsnya dalam manajemen waktu. Menurutnya, Kita boleh aktif ikut kegiatan apapun, tapi ingat dengan manajemen waktu. Kalau manajemen waktu kita buruk, akan kacau semuanya. Bagi Bang Teten, sapaan akrabnya tidak ada prioritas kegiatan 1,2,3, semua yang diambil harus menjadi prioritas.

Sebagai penutup dari Ibu Dijan dan Bu Ita menambahkan. Menurut Bu Dijan bahwa Tidak ada kata terlambat. Masing-masing orang berada pada waktunya. Bahwa kita yakin telah melakukan yang terbaik. “Do the Best and Let God do the rest”. Kita boleh menetapkan standar yang tinggi, asal memiliki semangat juang yang juga tinggi.

Bu Ita menutup dengan berpesan  bahwa Masing-masing orang mempunyai passion sendiri, jalur sendiri, tidak perlu membandingkan satu sama lain. “Reach your highest goal”. (BS)

Selamat Kepada Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 7 Part 2

penerima beasiswa prestasi pertamina retail

Setelah melalui proses seleksi yang ketat kepada pendaftar Beasiswa Prestasi MAB Batch 7 yang terdiri dari seleksi berkas dan wawancara, serta penilaian dari prestasi akademik, non-akademik, verifikasi data saat wawancara, potensi untuk berkembang, kemandirian, kriteria sudah tidaknya menerima Beasiswa di FTUI, maka kami dari Yayasan MAB memutuskan nama-nama berikut sebagai penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 7.

  1. Paras Ayu Cinta Nandhita (Teknik Lingkungan)
  2. Gabriel Manalu (Teknik Elektro)
  3. Virania Syifa MD (Arsitektur)
  4. Lutviah Sari (FKM)

Kami ucapkan selamat kepada penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 7 part 2 ini. Beasiswa ini merupakan kerjasama Yayasan MAB dengan PT. Pertamina Retail. Prosesi penyerahan beasiswa bisa di cek di link berikut.

Semoga Beasiswa Prestasi ini bisa menjadi penyemangat untuk meningkatkan prestasi. Kepada pendaftar yang belum berkesempatan menjadi penerima Beasiswa Prestasi MAB, semoga tidak patah semangat untuk terus meningkatkan prestasinya. (BS)