AuthorBambang Sutrisno

Home»Articles Posted by Bambang Sutrisno

Happiness Project 5.0 : Amazing Race (Bagian 2)

Amazing Race SRA di UI

Universitas Indonesia, (2/11) Para Awardee Beasiswa MAB menyelenggarakan Happiness Project MAB 5.0 part 2 dengan konsep Amazing Race, menutup rangkaian kegiatan Happiness Project MAB 5.0.

Sebelumnya part 1 telah dilaksanakan pada 19/10 lalu di Sekolah Rakyat Ancol (SRA). Kali ini, adik-adik SRA berkeliling UI melalui permainan Amazing Race, melewati pos-pos yang di set di area sekitar perpusat, asrama dan beberapa fakultas yang berakhir di FTUI.

Sebanyak 25 siswa/i SRA antusias menyelesaikan berbagai misi ditemani kakak pendamping yang merupakan Awardee Beasiswa MAB yang secara keseluruhan berjumlah 18 Awardee MAB yang terlibat.

Total ada 6 misi yang perlu diselesaikan, 3 diantaranya berupa misi pengetahuan yang terdiri dari Menghitung estimasi tinggi bangunan (gedung rektorat) melalui konsep kesebangunan dalam matematika, Mengenal tokoh (terutama alumni UI) yang menduduki jabatan publik, mengenal beragam profesi serta 3 lainnya merupakan games kekompakan dan ketangkasan.

Games SRA di UI

Setelah menyelesaikan seluruh misinya, pos terakhir yang digunakan sebagai sesi penutupan adalah di FTUI. Pada sesi penutupan, Kegiatan Happiness Project MAB 5.0 ini berhasil mengumpulkan sejumlah dana yang disumbangkan dalam bentuk Beasiswa Pendidikan kepada adik-adik SRA senilai Rp 7 Juta rupiah.

Beasiswa Pendidikan untuk Siswa Sekolah Rakyat Ancol (SRA)

Kami segenap panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam rangkaian Happiness Project ini. Kami juga mengucapkan terima atas kebaikan para Donatur dari kakak2 alumni dan umum dalam acara ini. Semoga setiap Amal baik akan dibalas dengan kebaikan untuk kita semua.

Sampai jumpa di Happiness Project 6.0 berikutnya! 😉

Sekolah Rakyat Ancol di UI

Happiness Project 5.0 : I Have A Dream (Bagian 1)

Happiness Project

SRA, Sabtu (19/10) Para Awardee Beasiswa MAB berbagi kebahagiaan melalui acara Happiness Project bertajuk “I Have a Dream” kepada adik-adik di Sekolah Rakyat Ancol, sebuah sekolah terbuka setingkat SMP yang diperuntukkan bagi kaum marjinal di sekitar Pademangan, Jakarta Utara. Seperti namanya, sekolah terbuka terlihat cukup minimalis, dengan bangunan non-permanen yang sebagian terbuat dari papan, bangunan lama pun terbuat dari kontainer bekas yang kalau siang hari akan terasa sangan panas. Sekolah Rakyat Ancol sendiri sebagai sekolah terbuka berinduk kepada SMP 95 Jakarta, dimana para siswa akan memperoleh ijazah negeri ketika lulus.

Acara pagi itu, dibuka melalui sambutan dari perwakilan guru SRA yaitu Miss Harini, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Yayasan MAB yaitu Sdr. Bambang Sutrisno. Adanya kegiatan Happiness Project yang ke-5 kalinya ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa empati para penerima manfaat beasiswa MAB untuk berbagi kepada sekitar. Dari sisi peserta, diharapkan adik-adik SRA memiliki mimpi untuk terus berjuang menggapai cita-citanya melalui pendidikan. Hal ini menjadi dasar utama alasan kegiatan ini dilakukan di SRA dikarenakan angka putus sekolah yang tinggi bagi adik-adik SRA setelah lulus.

Dengan konsep “I Have a Dream“, para awardee MAB memulai acara dengan membagikan cerita inspiratif seorang awardee MAB, Alvira yang cukup beruntung, yaitu seorang anak desa dari pelosok Maumere, Nusa Tenggara Timur sana yang berhasil kuliah di Arstektur UI melalui beasiswa. Alvira merupakan anak SMK yang dengan daya juangnya mematahkan stereotype bahwa kuliah haruslah dimulai dengan SMA.

Happiness Project

Selanjutnya, untuk memberikan penyemangat agar adik-adik SRA berani bermimpi, sesi visioning dream dihadirkan yang dipandu oleh Bening. Pada sesi ini, adik-adik SRA dengan dipandu oleh kakak-kakak mentor kelompoknya masing-masing mengeksplore keinginan dirinya ingin menjadi apa nanti melalui pembuatan Visioning Board sederhana.

Sesi Engineering Lab menjadi peragaan percobaan sederhana untuk mengenalkan kepada adik-adik SRA bahwa sains itu ada di sekitar kita. Awardee MAB yang dipandu Bahtiar dan Haris mengenalkan percobaan sederhana di bidang elektro melalui rangkaian listrik dan reaksi kimia lava pijar.

Happiness Project

Menjelang akhir sebagai penyemangat mimpi satu sama lain, visioning board yang sudah dibuat kemudian dipresentasikan kepada teman-teman kelompok maupun seisi ruangan.

Hari itu berlangsung begitu cepat. Kami berharap apa yang telah dibagikan memberikan manfaat bagi adik-adik SRA yang kini duduk di kelas 9, minimal mereka ingin berjuang menggapai mimpinya. Kami melihat wajah-wajah penuh semangat yang menjadi harapan bagi bangsa kelak.

Pendidikan menjadi salah satu jalan untuk keluar dari jurang kemiskinan. Pendidikan jua lah yang membuka jalan banyak kesempatan di depan.

Happiness Project

Kegiatan Happiness Project ini belum berakhir disini. Di awal november nanti, kami akan kembali mengajak adik-adik SRA untuk melihat salah satu kampus terbaik di negeri ini. Harapannya, mereka akan semakin bersemangat mengejar impiannya, menempuh pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Sampai jumpa di UI, adik-adik SRA!

Yayasan MAB Selenggarakan MAB LeadersTrip Program 2019 di Pulau Harapan

MAB Leaderstrip 2019

Yayasan MAB menyelenggarakan kegiatan MAB LeadersTrip Program 2019, sebuah wadah untuk pembentukan jiwa kepemimpinan dan penguatan ikatan kelompok antar penerima Beasiswa MAB.

Program ini diadakan pada 7-8 September 2019 lalu bertempat di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta. Sebangak 33 peserta mengikuti program ini yang merupakan awardee Beasiswa MAB yang berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Farmasi.

MAB Leaderstrip 2019

Konten dalam MAB LeadersTrip Kali ini yaitu Leaders Observation dan problem solving dimana para peserta ditantang untuk memecahkan masalah lingkungan, Sosial dan ekonomi yang ada di Kepulauan Seribu, Leaders Journey untuk melihat Mangrove Conservation Area dan Penyu di Pulau Kelapa 2 dan team bonding yang dilakukan di beberapa pulai diantara Pulau Dholpin, Pulai Tongkeng dan Pulau Bulat.

Kegiatan ini harapannya bisa terus dilanjutkan di waktu mendatang sebagai wadah untuk membentuk ikatan dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi para penerima Beasiswa MAB di lingkungan Universitas Indonesia.

MAB Leaderstrip 2019

Apresiasi Mitra Beasiswa di UI, Yayasan MAB Raih Penghargaan Kategori Gold

Apresiasi Mitra Beasiswa UI

Yayasan Mata Air Biru menghadiri acara Apresiasi Mitra Beasiswa di Lingkungan Universitas Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan UI pada Kamis, 12 September 2019 bertempat di Balai Sidang UI.

Pada kesempatan tersebut, Yayasan MAB diwakili oleh Ibu Lista Dewi selaku Bendahara YMAB dan Sdr. Bambang Sutrisno selaku koordinator Beasiswa MAB. Yayasan MAB diapresiasi penghargaan kategori Gold sebagai Mitra Beasiswa UI kategori non-pemerintah yang diberikan kepada Mitra Beasiswa UI yang telah memberikan Beasiswa di Lingkungan UI lebih dari 10 tahun.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UI, Prof. Muhammad Anis dan diterima oleh Bu Lista Dewi.

Hampir 16 tahun, Yayasan MAB telah memberikan Beasiswa kepada mahasiswa UI, khususnya FTUI melalui Beasiswa MAB yang terdiri dari Beasiswa Pondokan dan Beasiswa Prestasi.

Sepanjang tahun 2018, tercatat lebih dari 6000 mahasiswa menerima Beasiswa di Lingkungan UI. Adanya Beasiswa yang diberikan para Mitra berdampak pada peningkatan akademik para penerima manfaat dimana IPK rata-rata penerima Beasiswa di UI sebesar 3,51.

Apresiasi Mitra Beasiswa UI

Pada acara tersebut diluncurkan juga Buku kisah inspiratif para penerima Beasiswa UI dalam tajuk “Jaket Kuning untuk Semua Jilid 3”. Salah satu penerima manfaat Beasiswa Prestasi MAB, Paras Ayu, Teknik Lingkungan 2016 kisahnya dimuat dalam buku tersebut dengan tulisan berjudul “Restu Orang tua adalah Segalanya”.

MAB Talks #1 : Campus Life and Life after Campus

MAB Talks Campus Life and Life After Campus

“Terus belajar dimanapun, dan dengan siapapun. Mentor Saya di kantor angkatannya lebih muda dari Saya.” (Ferdi, Alumni Teknik Komputer 2009)


Mempersiapkan pasca kampus, berarti harus dipersiapkan roadmap concept yg ingin dicapai apa setelah lulus nanti. Kita wajib membuat target 1-2 tahun, 3-4 tahun, 7-10 tahun dan 11 tahun setelah lulus.


Fase 1-2 tahun dimulai dengan mastering job, lalu fase 3-4 tahun untuk mengambil kesempatan dan fase melanjutkan studi. Di fase 7-10 tahun kita memilih apakah akan menjadi specialist atau generalis hingga akhirnya keputusan utk pensiun dini berada di fase 11 tahun setelah lulus.

Pengembangan diri selama fase kuliah bisa dilakukan melalui organisasi, kepanitiaan, magang, seminar dan juga training.

Menurut World Economic Community, skill dasar yang wajib dimiliki oleh fresh graduate yaitu problem solving, critical thinking dan creativity.

Ferdiansyah MAB Talks

—-


“Jangan sombong, bisa jadi kita Hari ini berjaya, siapa tau besok kita tak berdaya. Roda kehidupan terus berputar.” (Farudin, Alumni Teknik Industri 2015)


Sebagai mahasiswa, Kita harus menyeimbangkan kehidupan akademis dan organisasi.

Lengkapi kecerdasan paripurna: jasmani, rohani, intelektual, sosial.

Persiapan pasca kampus dengan memetakan aktivitas diri dari aspek pendidikan dan karir, organisasi, bisnis dan Pengembangan diri.

Pilih pekerjaan sesuai dengan bidang yang diminati dan terpenting sesuai dengan goal jangka panjang.

 Farudin MAB Talks

12 Penerima Beasiswa MAB Lulus dari Program Sarjana UI

Awardee MAB Lulus dari Universitas Indoneia

Selamat wisuda para wisudawan-wisudawati Universitas Indonesia!

Pada wisuda semester genap kali ini, kami sangat bangga akan keberhasilan para awardee Beasiswa MAB yang telah menyelesaikan studinya dari Universitas Indonesia. Tercatat ada 12 awardee beasiswa MAB yg lulus yg merupakan penerima manfaat beasiswa Pondokan dan Prestasi MAB.

Mereka antara lain adalah :

  1. Amalia Pradipta A (Teknik Mesin 2015)
  2. Fariz Hussein (Teknik Perkapalan 2015)
  3. Intan Anyelir Nursan (Teknik Metalurgi dan Material 2015)
  4. Rama Aditya S (Teknik Metalurgi dan Material 2015)
  5. Hokki Sintaro (Arsitektur 2015)
  6. M. Sofwan Rizky (Teknik Kimia 2015)
  7. M. Hanzallah Huzaifi (Teknik Perkapalan 2015)
  8. Trianti Puji S (Teknik Mesin 2015)
  9. Wilujeng Lestari (Teknik Mesin 2012)
  10. Ravi Naldi (Fisika 2015)
  11. M. Agus Budiansyah (Teknik Elektro 2013)
  12. Muhammad Zaini (Teknik Komputer 2013)

Awardee MAB Lulus dari Universitas Indoneia

Sekali lagi kami ucapkan selamat, semoga menjadi awal kesuksesan di kehidupan mendatang!

Selamat bergabung menjadi alumni alumni UI dan Alumni FTUI !

MAB Talks #1 : Arti Kontribusi di Kampus bagi Ketua BEM dan Mapres FTUI 2018

mab-talks-cover

“Saat kuliah, harusnya banyak pengalaman yang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman. Jangan sampai zona nyaman membatasi kita untuk berkembang…” (Davigara D. Primayandi)

” Tidak ada impian yang realistis. Jalan menuju impian itulah yang harus kita buat realistis…” (Faza Fakiha Taqwa)

Asrama Rumah Inspirasi MAB (8/9), dipenuhi oleh mahasiswa penerima manfaat Beasiswa MAB yang antusias ingin belajar dari kakak-kakak inspiratif yang akan mengisi program MAB Talks. MAB Talks #1 edisi perdana pada tahun ajaran 2018/2019 ini menghadirkan kedua pembicara yang akan membahas mengenai bagaimana memaksimalkan kontribusi sebagai mahasiswa dari sisi akademis dan kemahasiswaan. Mereka adalah Ketua BEM FTUI 2018 : Davigara Dwika Primayandi (Mahasiswa Teknik Mesin 2015) dan Mapres FTUI 2018 : Faza Fakiha Taqwa (Mahasiswi Teknik Industri 2015).

Sesi dibuka dengan paparan dari Davi, sapaan akrab dari Davigara. Menurut alumni SMAN 8 Jakarta tersebut, Mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih yang tidak sekedar kuliah. Berangkat dari buah pikirannya bahwa ternyata tidak semua orang bisa merasakan bangku kuliah, menurutnya sebagai mahasiswa, yang kita lakukan dan mimpi-mimpi kita ke depan tidak sekedar bagaimana mendapatkan pekerjaan yang layak saja, harus lebih dari itu. Itulah yang menginspirasi Davi untuk menjadikan BEM FTUI 2018 sebagai wadah kontribusinya saat ini; #DariTeknikuntukIndonesia.

Sebagai mahasiswa, menurut Davi sangat perlu untuk bersikap aktif dan kontributif. Karena dengan aktif di berbagai kegiatan, organisasi akan melatih skill kita yang nantinya sangat berguna sebagai bekal di dunia kerja misalnya public speaking, problem solving, memimpin rapat, dll. Davi yang hobinya naik gunung, kini menganggap organisasi sebagai bagian dari hidupnya. Ia senang karena dengan organisasi ini ia bisa bertemu dengan banyak orang sehingga bisa melatih dirinya ketiak bertemu dengan orang-orang baru yang berbeda-beda karakter.

Sebagai mahasiswa, ia juga memiliki prinsip untuk tidak main aman. Jika perlu “ Break a leg”. Menurutnya, jangan sampai zona nyaman justru membatasi kita untuk berkembang. Karena banyak sekali kesempatan yang kita dapat saat kuliah ini untuk keluar dari zona nyaman. Hal terakhir yang penting sebagai mahasiswa adalah kepedulian. Harusnya sebagai mahasiswa kita punya rasa peduli yang tinggi terhadap orang lain, di luar dari diri sendiri.

Sesi kedua dari Faza, sapaan akrab Faza Fakiha yang menganggap bahwa prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi FTUI 2018 yang diraihnya itu sebagai bonus dan hanya title belaka. Faza menceritakan tentang dirinya yang bukan siapa-siapa, seorang anak yang hanya percaya dan yakin akan mimpi-mimpinya hingga menjadi Faza yang dikenal sekarang.

Perjuangannya dimulai ketika salah seorang teman di organisasinya menanyakan ingin jadi seperti apa di hidup ini. Bahwa orang-orang sukses tidak ada yang generalis. Bila kita ingat seseorang yang sukses, maka ia akan diingat satu hal karena kesuksesannya, karena keahliannya di bidang tersebut. Itulah salah satu momen yang membuat ia fokus dalam bidang yang ia sukai, salah satunya public speaking.

Perjuangan yang dilakukan Faza pun tak mudah. Semangat pantang menyerah setelah gagal 10 kali ikut tes MUN pun pernah ia alami. Hingga akhirnya ia kini sudah menginjak beberapa negara di dunia termasuk Amerika dan Eropa. Salah satunya yang paling berkesan ketika ia menjadi Delegasi Indonesia di PBB dari Menpora.

Menurutnya kita harus yakin dengan mimpi kita. Meskipun tidak ada yang realistis, tetapi kita harus membuat jalan menuju mimpi kita realistis. Nothing is impossible. Satu hal yang iya yakini, bahwa ada banyak cara menuju mimpi yang ingin kita capai. Jangan lupa minta pada langit yang memiliki kuasa pada mimpi kita.

Berbicara mengenai passion, menurutnya passion itu hal yang kita sukai meskipun tidak dibayar. Ada 4 hal untuk menemukan passion kita: (1) Definisikan Hal (Bidang/benda) apa yang kita sukai? (2) Kegiatan yang kita sukai dari hal tersebut? (3) Siapa orang yang mencerminkan kesuksesan kita? (4) Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar kita ahli di bidang tersebut?

Perannya sebagai Mapres FTUI 2018 memberikannya banyak kesempatan untuk berkontribusi lebih luas lagi. Ia sangat senang diundang dan memberikan sharing untuk menginspirasi anak-anak muda lainnya.

Paparan dari kedua pembicara MAB Talks #1 hari itu menggugah semangat kita para mahasiswa untuk aktif-kontributif memaksimalkan kesempatan kita saat ini sebagai mahasiswa di ranah kampus. “Ada banyak cara untuk mencintai Indonesia. Jadilah versi terbaik dari diri kita untuk berkontribusi di bidang yang kita pilih sesuai pilihan dan kemampuan kita masing-masing; Mapres, aktivis mahasiswa ataupun bidang lainnya”. (@bamsutris)

Penerima Beasiswa Pondokan MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

Hanafi Wisuda S1Universitas Indonesia, Depok, (3/2), prosesi upacara wisuda bagi lulusan UI periode semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 kembali digelar di Balairung UI, Depok. Pada periode ini, UI meluluskan sebanyak 3.760 wisudawan yang berasal dari program D3 hingga S3.

Selain 2 orang penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014 yang berhasil menyelesaikan studinya selama 3,5 tahun, salah seorang penerima Beasiswa Pondokan MAB asal Medan yaitu M. Hanafi Lubis juga berhasil lulus menjadi sarjana FTUI setelah berhasil menyelesaikan studinya dalam kurun waktu 7 semester.

M. Hanafi Lubis, atau yang akrab disapa Hanafi merupakan penerima Beasiswa Pondokan MAB pada tahun 2016. Pada periode itu, ia bersama timnya mewakili Universitas Indonesia mengikuti kompetisi Solar Boat di Belanda.

Kami mengucapkan Selamat kepada Hanafi yang telah berhasil menyelesaikan studinya menjadi Sarjana FTUI. Semoga capaian ini menjadi awal bagi kesuksesan di langkah berikutnya.

Penerima Beasiswa Prestasi MAB Berhasil Lulus 3,5 Tahun dari FTUI

Selamat Wisuda Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 5Kabar baik datang dari penerima Beasiswa Prestasi MAB. Dua orang penerima Beasiswa Prestasi MAB yang diperuntukkan angkatan 2014 (Batch 5) berhasil menyelesaikan studinya dari FTUI di akhir semester gasal Tahun Ajaran 2017/2018. Keduanya berhasil menyelesaikan studi di FTUI selama 7 semester. Mereka adalah Jansen Novri (Teknik Perkapalan) dan Guntur Kuntoro Prayogo (Teknik Elektro). Keduanya pun lulus dengan perolehan nilai IPK yang sangat memuaskan (cumlaude), dengan rincian Jansen Novri dengan IPK 3.74 dan Guntur Kuntoro dengan IPK 3.64.

Kami dari Yayasan Mata Air Biru mengucapkan selamat untuk Jansen Novri dan Guntur Kuntoro atas keber-hasilannya. Semoga bisa capaian yang telah diraih bisa menjadi pijakan untuk kesuksesan di dunia pasca kampus mendatang.

Yayasan MAB Jalin Kerjasama dengan Pertamina Retail untuk Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswa UI

Kerjasama MAB Pertamina Retail 2018Jakarta (29/1), Yayasan MAB jalin kerjasama dengan PT. Pertamina Retail untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Indonesia. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan pada Senin, 29 Januari 2018 bertempat di Kantor PT. Pertamina Retail Jakarta. Pada kesempatan itu, Yayasan MAB diwakili oleh ketua Yayasan, Ibu Sri Dijan Tjahjati, sedangkan dari pihak PT. Pertamina Retail diwakili oleh pihak Corporate Secretary, Bapak Ivan Asmara. Turut hadir pula dari Yayasan MAB, Ibu Endang Ripmiatin dan Bambang Sutrisno serta dari pihak PT. Pertamina Retail, Bapak Yusuf Alfredo.

Penandatangan perjanjian kerjasama ini sebagai bentuk komitmen penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) dari PT. Pertamina Retail kepada masyarakat, dalam hal ini dunia pendidikan yang nilainya sebesar Rp 300 Juta. Nantinya, dana CSR ini akan disalurkan sebagai beasiswa kepada mahasiswa Universitas Indonesia melalui Yayasan MAB.

Sebanyak 10 (sepuluh) mahasiswa diharapkan bisa menjadi penerima beasiswa yang nantinya akan disalurkan selama 6 semester dengan nilai sebesar Rp 5 Juta/mahasiswa/semester. Melalui Beasiswa ini, harapannya dana CSR dari Pertamina Retail bisa membantu mahasiswa UI, khususnya di fakultas teknik hingga meraih gelar sarjana. (BS)