AuthorBambang Sutrisno

Home»Articles Posted by Bambang Sutrisno

MAB Talks #1 : Arti Kontribusi di Kampus bagi Ketua BEM dan Mapres FTUI 2018

mab-talks-cover

“Saat kuliah, harusnya banyak pengalaman yang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman. Jangan sampai zona nyaman membatasi kita untuk berkembang…” (Davigara D. Primayandi)

” Tidak ada impian yang realistis. Jalan menuju impian itulah yang harus kita buat realistis…” (Faza Fakiha Taqwa)

Asrama Rumah Inspirasi MAB (8/9), dipenuhi oleh mahasiswa penerima manfaat Beasiswa MAB yang antusias ingin belajar dari kakak-kakak inspiratif yang akan mengisi program MAB Talks. MAB Talks #1 edisi perdana pada tahun ajaran 2018/2019 ini menghadirkan kedua pembicara yang akan membahas mengenai bagaimana memaksimalkan kontribusi sebagai mahasiswa dari sisi akademis dan kemahasiswaan. Mereka adalah Ketua BEM FTUI 2018 : Davigara Dwika Primayandi (Mahasiswa Teknik Mesin 2015) dan Mapres FTUI 2018 : Faza Fakiha Taqwa (Mahasiswi Teknik Industri 2015).

Sesi dibuka dengan paparan dari Davi, sapaan akrab dari Davigara. Menurut alumni SMAN 8 Jakarta tersebut, Mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih yang tidak sekedar kuliah. Berangkat dari buah pikirannya bahwa ternyata tidak semua orang bisa merasakan bangku kuliah, menurutnya sebagai mahasiswa, yang kita lakukan dan mimpi-mimpi kita ke depan tidak sekedar bagaimana mendapatkan pekerjaan yang layak saja, harus lebih dari itu. Itulah yang menginspirasi Davi untuk menjadikan BEM FTUI 2018 sebagai wadah kontribusinya saat ini; #DariTeknikuntukIndonesia.

Sebagai mahasiswa, menurut Davi sangat perlu untuk bersikap aktif dan kontributif. Karena dengan aktif di berbagai kegiatan, organisasi akan melatih skill kita yang nantinya sangat berguna sebagai bekal di dunia kerja misalnya public speaking, problem solving, memimpin rapat, dll. Davi yang hobinya naik gunung, kini menganggap organisasi sebagai bagian dari hidupnya. Ia senang karena dengan organisasi ini ia bisa bertemu dengan banyak orang sehingga bisa melatih dirinya ketiak bertemu dengan orang-orang baru yang berbeda-beda karakter.

Sebagai mahasiswa, ia juga memiliki prinsip untuk tidak main aman. Jika perlu “ Break a leg”. Menurutnya, jangan sampai zona nyaman justru membatasi kita untuk berkembang. Karena banyak sekali kesempatan yang kita dapat saat kuliah ini untuk keluar dari zona nyaman. Hal terakhir yang penting sebagai mahasiswa adalah kepedulian. Harusnya sebagai mahasiswa kita punya rasa peduli yang tinggi terhadap orang lain, di luar dari diri sendiri.

Sesi kedua dari Faza, sapaan akrab Faza Fakiha yang menganggap bahwa prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi FTUI 2018 yang diraihnya itu sebagai bonus dan hanya title belaka. Faza menceritakan tentang dirinya yang bukan siapa-siapa, seorang anak yang hanya percaya dan yakin akan mimpi-mimpinya hingga menjadi Faza yang dikenal sekarang.

Perjuangannya dimulai ketika salah seorang teman di organisasinya menanyakan ingin jadi seperti apa di hidup ini. Bahwa orang-orang sukses tidak ada yang generalis. Bila kita ingat seseorang yang sukses, maka ia akan diingat satu hal karena kesuksesannya, karena keahliannya di bidang tersebut. Itulah salah satu momen yang membuat ia fokus dalam bidang yang ia sukai, salah satunya public speaking.

Perjuangan yang dilakukan Faza pun tak mudah. Semangat pantang menyerah setelah gagal 10 kali ikut tes MUN pun pernah ia alami. Hingga akhirnya ia kini sudah menginjak beberapa negara di dunia termasuk Amerika dan Eropa. Salah satunya yang paling berkesan ketika ia menjadi Delegasi Indonesia di PBB dari Menpora.

Menurutnya kita harus yakin dengan mimpi kita. Meskipun tidak ada yang realistis, tetapi kita harus membuat jalan menuju mimpi kita realistis. Nothing is impossible. Satu hal yang iya yakini, bahwa ada banyak cara menuju mimpi yang ingin kita capai. Jangan lupa minta pada langit yang memiliki kuasa pada mimpi kita.

Berbicara mengenai passion, menurutnya passion itu hal yang kita sukai meskipun tidak dibayar. Ada 4 hal untuk menemukan passion kita: (1) Definisikan Hal (Bidang/benda) apa yang kita sukai? (2) Kegiatan yang kita sukai dari hal tersebut? (3) Siapa orang yang mencerminkan kesuksesan kita? (4) Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar kita ahli di bidang tersebut?

Perannya sebagai Mapres FTUI 2018 memberikannya banyak kesempatan untuk berkontribusi lebih luas lagi. Ia sangat senang diundang dan memberikan sharing untuk menginspirasi anak-anak muda lainnya.

Paparan dari kedua pembicara MAB Talks #1 hari itu menggugah semangat kita para mahasiswa untuk aktif-kontributif memaksimalkan kesempatan kita saat ini sebagai mahasiswa di ranah kampus. “Ada banyak cara untuk mencintai Indonesia. Jadilah versi terbaik dari diri kita untuk berkontribusi di bidang yang kita pilih sesuai pilihan dan kemampuan kita masing-masing; Mapres, aktivis mahasiswa ataupun bidang lainnya”. (@bamsutris)

Penerima Beasiswa Pondokan MAB Berhasil Menyelesaikan Studi dari FTUI

Hanafi Wisuda S1Universitas Indonesia, Depok, (3/2), prosesi upacara wisuda bagi lulusan UI periode semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 kembali digelar di Balairung UI, Depok. Pada periode ini, UI meluluskan sebanyak 3.760 wisudawan yang berasal dari program D3 hingga S3.

Selain 2 orang penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014 yang berhasil menyelesaikan studinya selama 3,5 tahun, salah seorang penerima Beasiswa Pondokan MAB asal Medan yaitu M. Hanafi Lubis juga berhasil lulus menjadi sarjana FTUI setelah berhasil menyelesaikan studinya dalam kurun waktu 7 semester.

M. Hanafi Lubis, atau yang akrab disapa Hanafi merupakan penerima Beasiswa Pondokan MAB pada tahun 2016. Pada periode itu, ia bersama timnya mewakili Universitas Indonesia mengikuti kompetisi Solar Boat di Belanda.

Kami mengucapkan Selamat kepada Hanafi yang telah berhasil menyelesaikan studinya menjadi Sarjana FTUI. Semoga capaian ini menjadi awal bagi kesuksesan di langkah berikutnya.

Penerima Beasiswa Prestasi MAB Berhasil Lulus 3,5 Tahun dari FTUI

Selamat Wisuda Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 5Kabar baik datang dari penerima Beasiswa Prestasi MAB. Dua orang penerima Beasiswa Prestasi MAB yang diperuntukkan angkatan 2014 (Batch 5) berhasil menyelesaikan studinya dari FTUI di akhir semester gasal Tahun Ajaran 2017/2018. Keduanya berhasil menyelesaikan studi di FTUI selama 7 semester. Mereka adalah Jansen Novri (Teknik Perkapalan) dan Guntur Kuntoro Prayogo (Teknik Elektro). Keduanya pun lulus dengan perolehan nilai IPK yang sangat memuaskan (cumlaude), dengan rincian Jansen Novri dengan IPK 3.74 dan Guntur Kuntoro dengan IPK 3.64.

Kami dari Yayasan Mata Air Biru mengucapkan selamat untuk Jansen Novri dan Guntur Kuntoro atas keber-hasilannya. Semoga bisa capaian yang telah diraih bisa menjadi pijakan untuk kesuksesan di dunia pasca kampus mendatang.

Yayasan MAB Jalin Kerjasama dengan Pertamina Retail untuk Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswa UI

Kerjasama MAB Pertamina Retail 2018Jakarta (29/1), Yayasan MAB jalin kerjasama dengan PT. Pertamina Retail untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Indonesia. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan pada Senin, 29 Januari 2018 bertempat di Kantor PT. Pertamina Retail Jakarta. Pada kesempatan itu, Yayasan MAB diwakili oleh ketua Yayasan, Ibu Sri Dijan Tjahjati, sedangkan dari pihak PT. Pertamina Retail diwakili oleh pihak Corporate Secretary, Bapak Ivan Asmara. Turut hadir pula dari Yayasan MAB, Ibu Endang Ripmiatin dan Bambang Sutrisno serta dari pihak PT. Pertamina Retail, Bapak Yusuf Alfredo.

Penandatangan perjanjian kerjasama ini sebagai bentuk komitmen penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) dari PT. Pertamina Retail kepada masyarakat, dalam hal ini dunia pendidikan yang nilainya sebesar Rp 300 Juta. Nantinya, dana CSR ini akan disalurkan sebagai beasiswa kepada mahasiswa Universitas Indonesia melalui Yayasan MAB.

Sebanyak 10 (sepuluh) mahasiswa diharapkan bisa menjadi penerima beasiswa yang nantinya akan disalurkan selama 6 semester dengan nilai sebesar Rp 5 Juta/mahasiswa/semester. Melalui Beasiswa ini, harapannya dana CSR dari Pertamina Retail bisa membantu mahasiswa UI, khususnya di fakultas teknik hingga meraih gelar sarjana. (BS)

Full Kumpul FTUI : Awal Baru Perjalanan FTUI di Tahun 2018

Full kumpul FTUI 2018 Universitas Indonesia, Depok (14/1), sebuah acara santai yang mempersatukan seluruh alumni lintas generasi dan civitas akademika FTUI bertajuk Full Kumpul FTUI 2018 digelar oleh Iluni FTUI sekaligus sebagai momen lepas sambut Dekan FTUI, Prof. Dedi Priadi yang digantikan oleh Dr. Hendri DS Budiono yang akan menjabat sebagai Dekan FTUI periode 2018-2022.

Bertempat di halaman gedung Dekanat FTUI, sebuah panggung megah menjadi center acara yang dimeriahkan oleh berbagai kegiatan menarik seperti Charity Run dari FTUI Runners, Gowes Sepeda oleh komunitas Gowes FTUI, Yoga Gembira, Mini Golf oleh GIFT UI, dan hiburan Musik diiringi oleh band Nanta and Friends hingga Bazar Rakyat dengan beragam stand kuliner dari Iluni Departemen yang dibagikan secara gratis kepada peserta yang hadir.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti Mars Teknik hingga Yel-Yel Teknik. Kemudian, sambutan dari Ketua ILUNI FTUI Teten Derichard yang memberikan ucapan terima kasih atas dedikasi kerja Dekan FTUI periode 2014-2018, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, diikuti dengan serah terima pataka pada Dekan FTUI periode 2018-2022, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M. Eng.

Dekan FTUI

Pada acara ini, Yayasan MAB turut berpartisipasi dengan membuka booth sosialisasi mengenai Yayasan MAB. Selain itu, Iluni FTUI melalui booth Yayasan MAB mendonasikan seluruh penjualan Buku 5 Dekade Alumni FTUI yang terjual pada hari itu. Sebanyak 31 buah buku 5 Dekade Alumni FTUI berhasil terjual dengan total senilai Rp 3,100,000.

Sementara itu, hasil lelang Charity Run yang diadakan oleh FTUI Runners berhasil mengumpulkan dana senilai Rp 20.000.000 yang didonasikan sebagai beasiswa untuk membantu mahasiswa FTUI melalui Yayasan MAB.

Donasi FTUI Runners kepada Yayasan MAB

Acara hari itu menjadi awal baru pembuka perjalanan FTUI di tahun 2018 dengan hadirnya pimpinan yang baru. Juga menjadi saksi untuk terus solidnya ikatan antar alumni FTUI. Semoga ke depan FTUI bisa terus bersinergi bersama dengan alumninya agar lebih maju dan solid serta terus melahirkan karya untuk menjawab tantangan membangun Indonesia tercinta!

Teknik Makin Jaya! Teknik Makin Gaya!

Dibuka Pendaftaran Tahap 2 Beasiswa Prestasi MAB Batch 7

Poster Beasiswa Prestasi Pertamina Retail

Tentang Yayasan MAB

Yayasan Mata Air Biru adalah sebuah yayasan nirlaba milik alumni FTUI yang didirikan pada tanggal 30 September 2003 oleh beberapa alumni FTUI yang peduli akan pendidikan bagi generasi muda. Yayasan MAB bekerjasama dengan Pertamina Retail membuka pendaftaran beasiswa prestasi MAB batch 7 (tahap 2) untuk angkatan 2016.

Beasiswa Prestasi MAB

Beasiswa Prestasi MAB adalah sebuah beasiswa yang diberikan oleh Yayasan Mata Air Biru, sebuah lembaga non-profit milik alumni FTUI untuk membantu mahasiswa FTUI hingga menjadi sarjana Teknik FTUI. Pemberian Beasiswa Prestasi MAB tahap 2 ini akan diberikan hingga semester 8 dengan nilai beasiswa sebesar Rp 5 Juta/semester.

Persyaratan:

  1. Mahasiswa aktif FTUI reguler angkatan 2016
  2. Memiliki IPK min. 3.3
  3. Tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain
  4. Berasal dari keluarga tidak mampu atau sedang membutuhkan bantuan finansial
  5. Memiliki prestasi akademis dan non-akademis
  6. Berkomitmen untuk mempertahankan dan atau meningkatkat prestasi akademisnya selama menjadi penerima Beasiswa
  7. Mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi berkas yang dibutuhkan sebelum tanggal 15 Januari 2018

Dokumen yang diperlukan :

  1. Form Beasiswa UI (tidak perlu di ttd manajer kemahasiswaan FTUI)
  2. Transkrip Nilai (save as pdf bagian ringkasan dan riwayat SIAK-NG)
  3. Surat keterangan tidak merokok
  4. Foto diri
  5. Slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua
  6. Essay Motivasi yang berisi tentang "Apa arti prestasi bagi kamu dan apa mimpimu untuk Indonesia 20 tahun mendatang? serta bagaimana upaya kamu untuk menggapai mimpimu itu?" (Min. 2 halaman A4, TNR 12, spasi 1.5)

Daftarkan dirimu untuk menjadi penerima Beasiswa Prestasi MAB dengan mengakses link bit.ly/DaftarBeasiswaPrestasiMAB atau mengklik tautan di bawah ini.

Kewajiban :

  1. Setiap penerima Beasiswa Prestasi MAB wajib mengirimkan laporan perkembangan prestasi secara online melalui link http://www.beasiswamab.org/laporan-beasiswa-prestasi-mab/ di akhir semester sebagai evaluasi untuk perpanjangan beasiswa di semester berikutnya. Waktu pengiriman akan diberitahukan kemudian.
  2. Setiap penerima Beasiswa Prestasi MAB wajib mempertahankan dan atau meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik selama menjadi penerima beasiswa prestasi MAB.
 
Jangan lupa untuk me-like akun fanpage Yayasan Mata Air Biru di fb.me/YayasanMAB dan add as friend akun facebook Pondokan MAB di fb.me/beasiswa.mab serta instagram di instagram.com/BeasiswaMAB

Note : Hanya berkas dan isian formulir yang lengkap yang akan kami proses

Bila mengalami kendala saat pengisian form bisa menghubungi Sdr. Bambang : 08128884997 (WA) atau via email ke beasiswa.mab@gmail.com

[Pengumuman]Pengumpulan Laporan Perkembangan Prestasi bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 5,6 dan 7

Laporan Beasiswa Prestasi MAB 2018

Dear Penerima Beasiswa Prestasi MAB,

Tak terasa masa perkuliahan di semester gasal TA 2017/2018 telah berakhir. Sehubungan dengan hal tersebut dan menjelang dipublikasikannya semua nilai sebagai hasil belajar satu semester kemarin, maka kami beritahukan bahwa terkait Laporan Perkembangan Prestasi periode semester Gasal 2017/2018 bagi penerima Beasiswa Prestasi MAB bisa di submit secara online dengan mengakses laman berikut http://www.beasiswamab.org/laporan-beasiswa-prestasi-mab/

Laporan Beasiswa Prestasi ini sifatnya wajib bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014, 2015, dan 2016 sebagai evaluasi untuk pertimbangan perpanjangan Beasiswa Prestasi tersebut ke depan.

Laporan perkembangan prestasi untuk periode semester gasal 2017/2018 disubmit paling lambat tanggal 15 Januari 2018.

Semoga bisa terus meningkatkan prestasi di semester mendatang!

 

Penyemangat di Akhir Pekan Bersama Bapak-Ibu MAB

Sharing Pak Mukti Wibowo

Menutup program rutin pembinaan akhir pekan di Rumah Inspirasi MAB, Sabtu (9/12) lalu kami belajar dari Pak Mukti Wibowo, salah seorang Pendiri Yayasan MAB dan Dosen di Teknik Perkapalan UI.

Beliau menceritakan kisahnya semasa kuliah di jurusan Teknik Mesin, jurusan yang tidak ia pilih sewaktu mendaftar (Teknik Sipil dan Arsitektur). Dari situlah beliau belajar untuk menikmati prosesnya, melewati fase-fase di tiap tingkatnya serta berusaha menjadi yang terbaik.

Dari beliau kami belajar untuk bersyukur menikmati apa yang kita jalan saat ini, tidak berusaha membandingkan dengan orang lain. Meskipun pilihan jurusannya adalah Teknik Sipil dan Arsitektur, tetapi kuliah di Teknik Mesin tidak membuatnya lupa untuk selalu menghadirkan yang terbaik. Setiap tahunnya beliau naik tingkat ketika teman-teman seangkatannya lebih banyak yang tertinggal.

Pesan beliau kepada kami untuk berusaha fokus mengejar apa yang kami jalani saat ini. Fokus memperdalam bidang yang kami minati dan menjadikan itu sebagai keahlian.

“Pengalaman seberapapun banyaknya, bila tidak dibagi akan mati.”

Itulah alasan mengapa beliau menjadi dosen, selain aktivitasnya bersama perusahaannya di bidang konsultan perkapalan.

Selain beliau, Bu Dijan dan Bu Tin juga turut hadir. Mereka mengingatkan kami kembali arti kedisipilinan.

Sebagai future leader, kita harus bisa disipilin dimulai dari diri sendiri. Hal ini tercermin dari diri kita.

You have your own quality.

Kita seharusnya memiliki kualitas yang menunjukkan diri kita sebagai future leader. Jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kamu yang buruk. Bahwa kamu sukses, itu karena kamu. Kalau tidak sukses, jangan pernah menyalahkan orang lain. Be the best at your place.

Terakhir, pemberian Reward kepada dua penerima manfaat Beasiswa Pondokan MAB yang berprestasi dan aktif. Mereka adalah Kukuh Lolana (Teknik Industri 2014) dan Farudin (Teknik Industri 2015).

Terima kasih untuk akhir pekan yang penuh semangatnya, Bapak-Ibu MAB!

Selamat mempersiapkan yang terbaik untuk UAS di semester ini!

Cerita November bersama Rumah Inspirasi MAB

Kehidupan di Rumah Inspirasi MAB

MAB, terima kasih atas akhir November yang berkesan ini. Banyak kegiatan akhir pekan yang pada akhirnya membuat bonding kami—penerima manfaat pondokan MAB semakin baik. Banyak pula pengalaman seru penuh drama yang menghiasi kegiatan tersebut.

November ini bulan yang sibuk. Setelah pertemuan Gathering 14 Tahun MAB di pekan pertama November, lalu dilanjutkan dengan Forum Perspektif Muda 2045 di pekan ketiga (yang tidak bisa aku ikuti karena bersamaan dengan pelatihan Bidik Misi), pekan terakhir November ditutup dengan fun and refreshment berupa games serta menghadiri Roosseno Cup di Minggunya.

Ada yang lucu saat kami bermain games. Baper karena merasa penilai lebih memihak satu tim atau tidak jelasnya aturan main yang membuat kedua tim salah pengertian. Sebenernya dalam games ini bukan masalah siapa pemenangnya, tetapi apa saja value yang bisa kita ambil.

Sebelum games dimulai, kami diberi potongan kertas kecil yang apabila disatukan maka akan membentuk logo MAB. Esensinya ialah, masing-masing dari kami memiliki peran yang sama penting. Meskipun ada yang memperoleh kertas kecil dan kosong, tetapi jika itu hilang maka tidak akan komplit membentuk satu kesatuan logo MAB.

Jangan pernah merasa bahwa keberadaan kalian atau kita tidak ada artinya sama sekali. Itu salah. Sekecil apapun kemampuan kita —tentu kita tidak akan pernah tahu bahwa sebenernya kemampuan kita tidak sekecil itu jika tidak pernah mencobanya— atau kita merasa bahwa amanah yang diberikan kepada kita itu remeh dan tidak berdampak, lagi-lagi itu salah. Dalam suatu organisasi, sebuah divisi diciptakan untuk sebuah peran. Tidak ada yang lebih penting ataupun tidak lebih penting. Jika salah satu divisi menghilang maka organisasi tersebut berarti gagal.

Menyusun potongan kertas tadi hanyalah pembuka saja, sebagai pemanasan games selanjutnya yang akan lebih seru. Pembagian kelompoknya menurutku unik —dengan games juga— meskipun agak gregetan juga ternyata games ini hanya untuk pembagian kelompok. Intinya di sini kita harus selalu fokus dan waspada. Tidak ada keadaan yang cukup aman. Maka dari itu kita harus berani untuk terus bergerak, jangan hanya diam di tempat ketika ancaman datang.

The real games dimulai. Inti dari semua games ialah; ketika kita berorganisasi atau bekerja sama, kita harus memiliki tujuan dari awal. Mau seperti apa organisasi tersebut nantinya, apa-apa saja yang menjadi tolak ukur kesuksesannya. Setiap anggota suatu organisasi memiliki pikiran dan tujuan masing-masing, hal tersebut tidak bisa dipungkiri. Itulah sebabnya sangat perlu memiliki tujuan bersama sebelum akhirnya semua orang bergerak sendiri-sendiri. Kepercayaan satu sama lain juga penting dalam menjalankan roda organisasi.

Keesokan harinya, kami refreshing bersama para alumni pada acara Roosseno Cup. Roosseno Cup membuatku semakin percaya bahwa anak Fakultas Teknik (FT) memang solid. Roosseno Cup adalah Sebuah Turnamen golf alumni FTUI. Acara ini diadakan di Sentul Highland Golf Club. Kami langsung khilaf ketika Sentul Golf itu ternyata sangat foto-able. Langsung kami cari-cari spot terbaik untuk foto, “Buat stok foto instagram,” begitu  Fadlu bergurau.

Sebenernya saat hunting foto itulah kami menjadi lebih dekat. Dengan berdiskusi, berdebat, mana spot yang bagus. Kemudian setelah kami foto-foto di rerumputan yang ternyata penuh rumput yang suka menempel di pakaian, kami saling menolong untuk mencabuti rumput tersebut.

Udah kebayang ‘kan ya nanti masa depan kalian secara garis besar seperti apa?” itu yang Kak Bambang tanyakan kepada kami di pengujung acara. Sangat senang melihat senior sudah sukses melalui jalan yang saat ini sedang kutempuh. Itu artinya ada banyak kesempatan aku bisa menjadi seperti mereka atau bahkan lebih. Namun aku selalu memiliki kecemasan tersendiri ketika dihadapkan dengan begitu banyak orang sukses. Apakah aku bisa menjadi seperti mereka?

Banyak sekali pengalaman baru yang sangat berharga. MAB selalu tahu kapan kami harus bekerja keras dalam perkuliahan dan kapan harus mengistirahatkan sejenak badan dan menyegarkan kembali otak yang sudah hampir lelah.

Acara-acara di akhir pekan memang selalu bisa memantik kembali semangat dan mengingatkan kami untuk selalu bersyukur atas segala yang kami punya.

Penulis

Ika N. Prasetyaningsih, adalah seorang mahasiswa baru jurusan Teknologi Bioproses angkatan 2017. Ika yang sapaan akrabnya merupakan salah satu penerima Beasiswa Rumah Inspirasi MAB yang berasal dari daerah Wonosobo. Instagram : @ika_nprasetya_

Gelar Roosseno Cup 2017, GIFT UI Sumbang 194 Juta lebih untuk Beasiswa di FTUI

Roosseno cup 2017

Bogor, Minggu (27/11), Turnamen Golf Roosseno Cup 2017 digelar oleh Golfers Alumni FTUI (GIFT UI) dan Iluni FTUI di Sentul Highland Golf Club. Turnamen Golf Roosseno Cup 2017 merupakan perhelatan kedua dari Roosseno Cup yang rutin diadakan setiap tahunnya.

Nama Roosseno Cup diambil dari Prof. Dr. (HC) Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo yang merupakan Bapak Konstruksi Beton Indonesia dan menjadi Dekan pertama Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Warisan ilmu konstruksi beton dari beliau inilah yang memberikan dasar kokoh kepada seluruh alumni FTUI untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, hadir pula istri dari Almarhum Prof. Rooseno, Ibu Amalia Rooseno yang menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan turnamen Roosseno Cup untuk yang kedua kalinya. Selain itu, acara tersebut juga turut dihadiri oleh Retor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis dan Dekan FTUI, Prof. Dedi Priadi, serta ketua Iluni FTUI Teten Derichard.

Pagelaran Roosseno Cup 2017 selain untuk untuk menjaga dan meningkatkan semangat keguyuban alumni FTUI juga menjadi wadah kepedulian alumni FTUI melalui donasi beasiswa untuk disalurkan sebagai Beasiswa Pendidikan kepada mahasiswa FTUI yang membutuhkan melalui Beasiswa MAB.

Disaksikan oleh Rektor UI, Dekan FTUI, serta Ketua Iluni FTUI, Panitia Golf Iluni FTUI yang diwakili oleh Azwan Nurcandra berhasil mengumpulkan dana sebesar 194,15 Juta plus $100 untuk disumbangkan sebagai beasiswa kepada Yayasan Mata Air Biru yang diterima secara langsung oleh Ketua Yayasan MAB, Sri Dijan Tjahjati.

Yayasan MAB mengucapkan terima kasih kepada Iluni FTUI, Panitia Golfers Alumni FTUI serta seluruh alumni yang telah memberikan donasi untuk disumbangkan sebagai beasiswa pendidikan kepada Yayasan MAB. Di usia 14 tahun ini, kami berharap semoga sinergitas Iluni FTUI dan Yayasan MAB bisa terus terjalin dalam memberikan kebermanfaatan bagi Pendidikan adik-adik mahasiswa di FTUI. (BS)