MAB News

Professional Life Talk Orde Insani

Orde Insani adalah sebuah program membangun “self growth engine” untuk mencapai mastery bagi mahasiwa tingkat akhir, dilanjutkan menjadi bagian komunitas yang mempersiapkan menjadi professional/entrepreneur unggul dan pemimpin Indonesia masa depan.

Program Orde Insani Batch 1 di UI dengan peserta 30 mahasiswa FTUI saat ini sedang berlangsung hingga beberapa bulan ke depan yang dilaksanakan atas kerjasama dari Orde Insani dan FTUI serta didukung oleh Yayasan MAB, SKHa Consulting, Kopeland, dan berbagai instusi pendukung lainnya.

Pada Sabtu, 11 Maret 2017 lalu bertempat di Gedung Engineering Center EC.203, dilaksanakan pertemuan kedua Orde Insani dengan tema Professional Life yang menghadirkan pembicara Safitri Siswono (Owner ACS Group, Direktur PT. Bangun Cipta) dan Bagus Koncoro (Head of HR Robert Bosch Indonesia) serta dimoderatori oleh Rizal Matondang (Skha Consulting).

Pada pertemuan kedua ini, para peserta diajak untuk belajar dari kisah kehidupan professional kedua pembicara tersebut. Bu Safitri memulai dengan mengisahkan perjalanan karirnya di Unilever hingga menduduki posisi manager di usia yang terbilang masih muda. Di usia 30-an tersebut, ia bisa dibilang sudah memiliki segalanya. Namun, impian nya sejak kecil ia ingin memiliki perusahaan sendiri. Akhirnya, ia memutuskan untuk resign dari Unilever dan mulai membangun usahanya. Ia berkeyakinan bahwa ia bisa meraih hal tersebut dengan mudah Karena selama berkarir di unilever, segalanya berjalan dengan lancar.

Tak disangka, mimpinya untuk memiliki usaha sendiri harus diuji dengan kegagalan. Usahanya bangkrut sehingga ia harus menjual semua asset pribadinya seperti rumah dan mobil untuk menutupi hutang perusahaannya. Disinilah ia mengingatkan kepada kita untuk tidak sombong.

“Kita harus menjaga perasaan agar tidak sombong saat kita berada di atas”.

Terbersit keinginannya untuk kembali bekerja di Unilever, namun suaminya mengatakan, “Baru gagal sekali, masa sudah menyerah”. Hal itulah yang membuat Bu Safitri mengurungkan niatnya untuk kembali bekerja di Unilever.

Bu Safitri pun kembali merintis usahanya hingga ia mampu mengembalikan asetnya yang pernah ia jual. Namun, ujian kembali datang. Ia memiliki hutang sehingga harus merelakan mobilnya dijual untuk membayar hutang tersebut. Namun, ujian kedua ini ia merasa sudah terbiasa. Ia punya pilihan sbeenarnya untuk tidak segera membayar hutang tersebut dengan menjual mobilnya, tetapi ia berpegang teguh pada prinsipnya.

Disini Ia kembali mengingatkan kepada kita bahwa saat kita dihadapkan pada pilihan antara kemudahan dan hal yang benar. Selalu pilih hal yang benar. Itulah prinsip yang selalu ia pegang hingga kini.

Sementara Pak Bagus Koncoro memulai perjalanan karirnya dengan bekerja di Batam. Ia dihadapkan pada pilihan membangun karir atau keluarga. Batam menurutnya bagus untuk membangun karir yang telah ia rintis dari awal. Namun, ia harus merelakan jauh dari keluarganya yang berada di Jakarta. Akhirnya ia memutuskan untuk memilih keluarga dan meninggalkan perusahaan lamanya yang tengah berkembang pesat dari nilai 500 M hingga 2 Trilyun saat ia tinggalkan.

“Selalu yakini bahwa kebenaran adalah apa yang di dalam hati kita…”

So, apa selanjutnya setelah mencapai semua impian yang kita citakan?

Bu Safitri ingin terus menjaga agar perusahaannya bisa terus berkembang. Apalagi saat ini karyawannya sudah mencapai 60-an. Kebahagiaannya bukan lagi tentang materi yang didapat, tetapi tentang melihat karyawannya bahagia bekerja di perusahaan yang ia pimpin.

Ia juga mengingatkan apa tujuan kita bekerja? Hanya untuk makan hari ini. Agar keluarga kita juga bisa dengan mudah mendapatkan makanan hari ini. Itu saja. Maka, jangan berprilaku hedonis dan konsumtif. Kita manusia tidak pernah puas. Selalu bersyukur apa yang kita punya. Jangan lupa sisihkan 2,5% dari harta kita untuk Zakat, Karena itu bukan kewajiban, tetapi kebutuhan kita.

Sementara Pak Bagus Kuncoro memberikan tips agar karir kita berkembang. Kita harus bisa menemukan core karir kita, inti dari perjalanan karir yang sedang kita jalani. Setelah kita temukan core tersebut, kita akan terus belajar dan mengasah diri kita untuk mencapai core tersebut.

Apa yang diperlukan untuk pengembangan kompetensi karir kita?

Ada tiga hal menurut Pak Bagus Kuncoro yaitu Time Management, Problem Solving dan Priority Management.

Menutup pertemuan hari itu mengingatkan kita bahwa setiap orang melewati stage of life dalam perjalanan karir yang berbeda-beda. Terus belajar dari pengalaman dan selalu percaya kata hati serta never stop dreaming! (BS)

Scholarship Sharing MAB : Australia Award Scholarship

Program MAB Sharing #1 di Pondokan MAB yang berlangsung pada Sabtu, 4 Maret 2017 membahas mengenai Scholarship Sharing : Australia Award Scholarship (AAS) dengan menghadirkan salah seorang penerima Beasiswa AAS tahun 2015 yaitu Trini Y. Pratiwi, mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan Master di bidang Applied Science Marine Environment di University of Tasmania, Tasmania Australia.

Sesi sharing berlangsung lancar tanpa kendala melalui sambungan video call via Skype Depok-Tasmania. Sesi dimulai dengan pemaparan informasi general mengenai beasiswa dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) adalah sebuah beasiswa dari pemerintah Australia yang diberikan kepada mahasiswa di lebih dari 193 negara di dunia untuk melanjutkan studinya di Australia. Hingga saat ini, AAS telah melahirkan sekitar 9000 awardee dari seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, beasiswa AAS menjadi salah satu beasiswa yang cukup popular. Beasiswa ini dibuka tiap tahun, biasanya rentang Februari hingga Juli. Kuota untuk pelajar Indonesia sendiri kisaran 200an yang diterima setiap tahunnya.

Penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan untuk biaya kuliah, biaya hidup, asuransi, dan tiket PP, serta biaya tambahan seperti field research dan supporting allowance di tiap semesternya.

Selain sharing mengenai beasiswa, Mbak Trini juga menceritakan mengenai kehidupannya di Tasmania sebagai mahasiswa Indonesia di sana. Saat ini, Mbak Trini sedang menyelesaikan thesis akhirnya dan direncanakan akan kembali ke Indonesia setelah meraih gelar masternya pada Juli mendatang. Semoga diberikan kelancaran dalam pengerjaan Thesisnya ya Mbak Trini.

Sebelum menutup perjumpaan dalam sesi sharing, Mbak Trini menyampaikan closing statement untuk para penerima beasiswa MAB yang hadir saat itu.

“Tidak ada salahnya mencoba untuk apply beasiswa ini(AAS) dan beasiswa lainnya demi mewujudkan mimpi kita untuk bisa sekolah di luar negeri. Meskipun kuliah hanya 2 tahun di luar negeri, namun bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu yang jauh luar biasa, networking yang tidak hanya dari satu negara, tetapi dari berbagai belahan dunia untuk membangun karir kita ke depannya.”

“Pastikan bila ingin kuliah di luar negeri, kita harus memetakan semua rencana kita dari sekarang. Jangan pantang menyerah dan terus percaya bahwa kalian bisa!”

Tingkatkan Prestasi Mahasiswa, Yayasan Mata Air Biru (MAB) Salurkan Beasiswa Prestasi Senilai Rp 70 Juta.

Beasiswa untuk calon sarjana teknik

Tingkatkan Prestasi Mahasiswa, Yayasan Mata Air Biru (MAB) kembali menyalurkan Dana Beasiswa Prestasi MAB periode semester genap TA 2016/2017 untuk membantu peningkatan prestasi mahasiswa FTUI sebesar Rp 70 Juta. Beasiswa ini disalurkan kepada 14 (empat belas) mahasiswa FTUI angkatan 2013 hingga 2015 penerima Beasiswa Prestasi MAB.

Beasiswa Prestasi MAB diharapkan dapat membantu dan menunjang kebutuhan bagi mahasiswa berprestasi yang membutuhkan untuk terus meningkatkan prestasinya dalam aktivitas perkuliahan. Setiap semesternya, para penerima Beasiswa Prestasi MAB diwajibkan untuk mengumpulkan laporan perkembangan akademik berdasarkan hasil belajar selama satu semester untuk di evaluasi sebagai penerima beasiswa prestasi.

Berdasarkan hasil evaluasi belajar pada semester gasal TA 2015/2016, rata-rata perolehan Indeks Prestasi (IP) di semester gasal yaitu 3,72 untuk angkatan 2013, 3,57 untuk angkatan 2014 dan 3,3 untuk angkatan 2015. Perolehan IP tertinggi penerima beasiswa prestasi masing-masing batch yaitu untuk angkatan 2013 oleh Jeremia Jan Chandra P. (Teknik Kimia) dengan perolehan IP 3,77, untuk angkatan 2014 oleh Riska Amalia (Teknologi Bioproses) dengan perolehan IP dan untuk angkatan 2015 oleh M. Sofwan Rizky dengan perolehan IP 3,96.

Beasiswa Prestasi MABDi samping prestasi akademik, para penerima beasiswa prestasi MAB juga aktif terlibat dalam kegiatan non-akademik pengembangan diri di kampus yang terdiri dari organisasi kemahasiswaan, club peminatan departemen, kepanitiaan dan lomba/kompetisi yang sesuai dengan minat maupun core competence mereka. Prestasi lainnya yaitu Liska Kristin Banjarnahor yang mengikuti pertukaran pelajar di Tokyo Institute of Technology selama satu semester.

Beasiswa Prestasi MAB merupakan kerjasama Yayasan MAB dengan CSR perusahaan seperti Lintasarta dan PGN, serta donatur individu dari alumni FTUI yang berkomitmen untuk membiayai mahasiswa FTUI berprestasi dan membutuhkan hingga menjadi sarjana Teknik UI. Yayasan MAB mengucapkan terima kasih untuk para donatur Beasiswa Prestasi MAB. Semoga kebaikan para donatur dalam beasiswa prestasi ini memberikan kebermanfaatan bagi pendidikan anak bangsa. Bagi para penerima Beasiswa Prestasi, semoga bisa terus meningkatkan prestasi! Semangat Berprestasi dan Berkarya! (BS)

Penerima Beasiswa MAB Mengikuti Pertukaran Pelajar di Malaysia

Salah satu penerima Beasiswa Pondokan MAB asal Pontianak Kalimatan Barat, Kukuh Lolana, Mahasiswi Teknik Industri angkatan 2014 terpilih mewakili UI dalam program pertukaran pelajar UI Creates yang berlangsung di University of Malaya, Malaysia. Program UI Creates Exchange Program di University of Malaya ini berlangsung selama 3 pekan pada 15 Januari hingga 4 Februari 2017.

UI Creates 2017 sendiri merupakan program pertukaran pelajar antara UI dan University of Malaya, Malaysia. Dari UI, ada 15 mahasiswa yang mengikuti program pertukaran selama 3 pekan ini. Selain itu, ada juga mahasiswa asal Korea Selatan dan Filipina yang turut serta dalam program tersebut.

Dengan mengikuti program pertukaran pelajar, mahasiswa selain mendapatkan pengalaman juga mendapatkan persepektif baru mengenai kehidupan pelajar dari negara lain. Berikut kesan dari Kukuh Lolana setelah mengikuti program pertukaran pelajar di Malaysia.

“It was something new for me to learn about Southeast Asia, smart wearable device, economic, new languages or history for 3 about weeks. I also meet other student from Korea, Malay, and Phillipines. Thanks UI for give me this opportunity. It made a best memories for this early year to me.”

Semoga semakin banyak penerima Beasiswa Pondokan MAB yang mengikuti jejak Lola ya. :)

Penerima Beasiswa MAB Lulus 3,5 Tahun dari FTUI

Depok (4/2), Universitas Indonesia kembali menggelar prosesi wisuda periode semester ganjil tahun ajaran 2016/2017 bertempat di Balairung UI, Depok. Sebanyak 4,204 wisudawan yang terdiri dari jenjang D3-s3 mengikuti wisuda pada hari itu, yang dibagi menjadi dua sesi; pagi dan siang.

Salah satu penerima beasiswa Pondokan MAB yang berasal dari daerah Garut, Jawa Barat juga mengikuti wisuda peiode semester ganjil tersebut. Ia adalah Raja Fitrah Aulia, mahasiswa teknik perkapalan angkatan 2013. Raja berhasil menyelesaikan studinya dari teknik perkapalan UI yang ditempuhnya dalam kurun waktu 3,5 tahun.

Selama kuliah, Raja termasuk salah satu mahasiswa yang berprestasi dengan meraih 10 besar IPK tertinggi di angkatannya, juga beberapa kali mewakili UI dalam ajang perlombaan robotika.

Semoga semua ilmu yang telah dipelajari berkah dan bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa, serta bisa terus menorehkan prestasi.

Selamat Raja! :)

[Pengumuman] Pengumpulan Laporan Perkembangan Prestasi bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB

Beasiswa Prestasi MAB

Dear Penerima Beasiswa Prestasi MAB,

Sehubungan dengan telah berakhirnya masa perkuliahan di semester gasal 2016/2017 dan telah dipublikasikannya semua nilai sebagai hasil belajar satu semester, maka kami beritahukan bahwa terkait Laporan Perkembangan Prestasi periode semester Gasal 2016/2017 bagi penerima Beasiswa Prestasi MAB bisa di submit secara online dengan mengakses laman berikut http://www.beasiswamab.org/laporan-beasiswa-prestasi-mab/

Laporan Beasiswa Prestasi ini sifatnya wajib bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2013, 2014 dan 2015 sebagai evaluasi untuk pertimbangan perpanjangan Beasiswa Prestasi tersebut ke depan.

Laporan perkembangan prestasi untuk periode semester gasal 2016/2017 disubmit paling lambat tanggal 14 Januari 2017.

Apabila ada pertanyaan terkait hal tersebut diatas bisa menghubungi Sdr. Bambang (0812-888-4997) secara langsung. Semoga bisa terus meningkatkan prestasi di semester mendatang! :)

“Happiness Project” di Lapak Sekolah Bersama oleh Penerima Beasiswa Pondokan MAB

Belajar Mengajar Lapak Sekolah Bersama

Jakarta, Sabtu (03/12) Para penerima Beasiswa Pondokan MAB melakukan aksi sosial bertajuk “Happiness Project” yang diadakan di Lapak Sekolah Bersama, sebuah rumah belajar bagi anak-anak pemulung di daerah Ragunan. Happiness Project adalah sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh para penerima Beasiswa MAB untuk menumbuhkan rasa empati sosial kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Melalui Happiness Project, para penerima Beasiswa Pondokan MAB diharapkan menjadi insan yang pandai bersyukur, memiliki rasa empati yang tinggi serta lebih semangat dalam menjalani kehidupan.

Pertama kali tiba, melihat kondisi Lapak Sekolah Bersama yang hanya sebuah ruang kecil di atas rumah, kami merasakan betapa ruang kotak kecil ini sedikit banyak telah memberikan kebermanfaatan sebagai ruang belajar bagi anak-anak pemulung di sini.

Sekitar 20 anak hadir pada sesi kami pagi itu. Mereka nampaknya telah belajar beragam hal dari Kakak-kakak pengajar yang telah lama menginisiasi program ini. Niat awal kami yang ingin mengajarkan seni melipat origami dan bernyanyi harus terhenti karena mereka ternyata sudah lebih pandai dari kami.

Ya, sejatinya memang kamilah yang banyak belajar dari mereka, anak-anak pemulung yang kelak akan memiliki masa depan yang juga akan cemerlang.

Karena berbagi tak pernah dilihat dari apa yang diberikan, pagi itu dengan donat dan permen yang kami bawa, keceriaan di antara kami tercipta. Perbincangan mengenai tata surya menjadi hal yang menarik untuk diceritakan kepada mereka. Hingga akhirnya, waktu jua yang memisahkan perjumpaan kami di sesi pagi itu.

Kami belajar arti pengabdian dari Kakak-kakak pengajar yang setiap Sabtu dan Minggu meluangkan waktu untuk membersamai adik-adik di sana, bukan sekali dua kali mereka ada. Hampir di tiap akhir pekan mereka tak pernah absen.

Untuk memulai kebaikan, selain tekad yang kuat diperlukan konsistensi untuk menjalaninya, seperti Kakak-kakak pengajar Lapak Sekolah Bersama yang hingga kini masih konsisten untuk membersamai Lapak Sekolah Bersama.

Aktivitas Sharing di ruang belajar

Bersama Kakak Pengajar Lapak Sekolah Bersama

Yayasan MAB Salurkan Beasiswa Prestasi Batch 6 senilai Rp 30 Juta

Penerima Beasiswa Prestasi Batch 6

Depok, Jum’at (2/12) Yayasan MAB kembali salurkan Beasiswa Prestasi Batch 6 senilai Rp 30 Juta. Beasiswa Prestasi yang disalurkan merupakan Beasiswa Prestasi Batch 6 yang diterima oleh 6 mahasiswa FTUI angkatan 2015. Bertempat di Sekretariat Manajer Kemahasiswaan FTUI, Gedung Engineering Center R.206, Beasiswa Prestasi tersebut secara simbolik diserahkan kepada penerima oleh Manajer Kerjasama, Kemahasiswaan, Alumni dan Ventura, Bpk. Badrul Munir, Phd. (Lihat Juga :Data penerima Beasiswa Prestasi Batch 6)

Beasiswa Prestasi MAB merupakan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi, namun mengalami keterbatasan finansial. Beasiswa prestasi diberikan selama 6 semester, atau saat penerima menempuh pendidikan di semester 3 hingga lulus menjadi sarjana FTUI(semester 8). Besar beasiswa yang diberikan adalah Rp 5 Juta/mahasiswa setiap semesternya. Saat ini, sudah ada lebih dari 19 penerima beasiswa yang telah lulus dari FTUI dan 14 yang masih aktif, termasuk penerima baru.

Dalam wejangan Pak Munir, beliau menyampaikan kepada penerima beasiswa untuk terus meningkatkan prestasi belajar. Adanya beasiswa membantu memenuhi kebutuhan finansial yang belum tercukupi, sehingga mahasiswa bisa fokus untuk mengejar prestasi belajar. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan MAB yang telah menyalurkan Beasiswa kepada mahasiswa FTUI yang membutuhkan.

Beasiswa Prestasi Batch 6 hadir karena adanya donasi dari donatur yang merupakan alumni FTUI. Semoga kebaikan para donatur berbalas kebaikan berlipat ganda dari Allah SWT. dan bermanfaat bagi pendidikan generasi muda penerus bangsa. Amin. (BS)

Penerima Beasiswa Prestasi Batch 6

Dibuka Pendaftaran Program Orde Insani

Pendaftaran Orde Insani 2017

Kamu mahasiswa Tingkat 3 dan 4 Fakultas Teknik UI?

Prepare yourself to become Indonesian Future Leader!

Orde Insani adalah program membangun “Self growth engine” untuk mencapai mastery bagi mahasiswa tingkat akhir, dilanjutkan menjadi bagian komunitas mastery yang mempersiapkan menjadi professional/entrepreneur unggul dan memimpin Indonesia masa depan

Apa yang akan kamu dapatkan?

  1. Bertemu dengan CEO, entrepreneur dan pakar dari berbagai bidang industry
  2. Memiliki bekal bersaing menjadi top performer di dunia professional
  3. Memiliki akses magang, tugas akhir, dan rekrutmen ke berbagai perusahaan
  4. Bagi peserta terbaik berkesempatan direkrut oleh perusahaan sponsor

Apa saja yang harus kamu siapkan?

  1. Essay (300-600 kata), berisi aspirasi kamu dalam 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun ke depan, serta Persiapan diri seperti apa yang bisa membantu kamu mencapai aspirasi tersebut
  2. CV terbaru

Daftarkan dirimu segera!

Kirim CV dan essaymu ke email ordeinsani@gmail.com

Waktu Pendaftaran :

1 November 2016 – 1 Januari 2017

Waktu pelaksanaan dan Lokasi training :

Semester genap 2016/2017 di FTUI

Info lebih lanjut hubungi : 0812-888-4997

Gelar Turnamen Golf, Iluni FTUI Sumbang 100 Juta untuk Beasiswa MAB

sumbangan-100-juta-iluni-ftui

Bogor (27/11), Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (Iluni FTUI) menggelar Turnamen Golf bertajuk Rooseno Cup 2016 yang diadakan di Klub Golf Bogor Raya. Turnamen tersebut merupakan gelaran pertama yang akan diadakan secara rutin setiap tahunnya. Pada kesempatan tersebut, istri dari Almarhum Prof. Rooseno, Ibu Amalia Rooseno menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan turnamen tersebut yang telah menggunakan nama Prof. Rooseno sebagai nama gelaran turnamen yaitu Rooseno Cup. Beliau juga menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan turnamen yang rencananya akan digelar setiap tahun.

Pada Rooseno Cup 2016, Iluni FTUI juga berhasil mengumpulkan dana dari turnamen golf tersebut untuk disumbangkan sebagai Beasiswa Pendidikan kepada Yayasan Mata Air Biru. Dana Beasiswa senilai Rp 100 Juta dari Iluni FTUI melalui ketua Iluni FTUI, Teten Derichard disampaikan kepada Yayasan Mata Air Biru dengan diwakili oleh Ketua Yayasan MAB, Sri Dijan Tjahjati, dan disaksikan langsung oleh Rektor UI, Prof. Muhammad Anis dan Dekan FTUI, Prof. Dedi Priadi.

Dalam kesempatannya, Ketua Yayasan MAB mengucapkan terima kasih kepada Iluni FTUI dan seluruh alumni yang telah mennyisihkan sebagian dana dari turnamen gol untuk disumbangkan sebagai beasiswa pendidikan kepada Yayasan MAB. Beliau juga menyampaikan bahwa Yayasan MAB akan terus berusaha menjadi wadah alumni yang konsisten memberikan Beasiswa Pendidikan bagi mahasiswa FTUI. Mulai tahun ini, Yayasan MAB mulai melebarkan kebermanfaatan adanya Yayasan MAB agar bisa dirasakan oleh semua mahasiswa UI, salah satunya dengan menerima penerima beasiswa dari fakultas selain teknik.

Selain itu, Pada kesempatan itu juga secara simbolik juga diluncurkan Buku Menjadi Mata Air untuk Indonesia yang merupakan catatan perjuangan para penerima beasiswa MAB. Buku tersebut secara simbolik diberikan kepada Rektor UI dan Ketua Iluni FTUI. Dalam buku tersebut berisi kisah perjuangan para mahasiswa penerima beasiswa MAB untuk bisa kuliah di FTUI serta catatan mimpi yang ingin mereka perjuangkan kelak di masa depan.

Buku Menjadi Mata Air untuk Indonesia dijual dengan sistem Donasi. Apabila Anda tertarik untuk memiliki buku tersebut bisa mengunjungi laman www.beasiswamab.org/buku-mab atau menghubungi Sdr. Bambang di 0812-888-4997 (BS)

launching-buku-menjadi-mata-air