MAB News

Awal Tahun Ajaran Baru 2017/2018, Yayasan MAB Menyalurkan Beasiswa Pendidikan Senilai Rp 55 Juta

Beasiswa Prestasi MAB 2017Depok (4/8), memasuki tahun ajaran baru 2017/2018, Yayasan Mata Air Biru (MAB) kembali menyalurkan Dana Beasiswa Prestasi MAB periode semester gasal TA 2017/2018 kepada 11 penerima Beasiswa Prestasi MAB sebesar Rp 55 Juta. Penerima Beasiswa Prestasi MAB yang menerima adalah mahasiswa FTUI angkatan 2014 dan 2015.

Adanya Beasiswa Prestasi MAB diharapkan bisa membantu mahasiswa berprestasi yang membutuhkan untuk terus meningkatkan prestasinya dalam aktivitas perkuliahan. Beasiswa yang diberikan selama 6 (enam) semester ini atau hingga penerima lulus menjadi sarjana teknik mewajibkan penerimanya untuk mengumpulkan laporan perkembangan prestasi di tiap akhir semesternya sebagai bahan evaluasi.

Berdasarkan hasil evaluasi belajar hingga semester genap TA 2016/2017, rata-rata perolehan Indeks Prestasi (IP) di semester gasal yaitu 3,77 untuk angkatan 2014 dan 3,14 untuk angkatan 2015. Perolehan IP tertinggi penerima beasiswa prestasi masing-masing batch yaitu untuk angkatan 2014 oleh Achmad Anggawirya A. (Teknik Kimia) dengan perolehan IP 3,87 dan untuk angkatan 2015 oleh M. Sofwan Rizky dengan perolehan IP 3,84.

Selain itu, pada semester genap ini juga penerima Beasiswa Prestasi MAB Batch 4 untuk angkatan 2013 telah berhasil menyelesaikan studinya dari FTUI. Mereka adalah Jeremia Jan (Teknik Kimia 2013) dan Liska Kristin Banjarnahor (Teknik Industri 2013). Kami mengucapkan selamat atas pencapaian yang telah diraih untuk semua penerima Beasiswa Brestasi MAB.

Beasiswa Prestasi MAB terus ada berkat kerjasama Yayasan MAB dengan CSR perusahaan seperti Lintasarta dan PGN, serta donatur individu dari alumni FTUI yang berkomitmen untuk membiayai mahasiswa FTUI berprestasi dan membutuhkan hingga menjadi sarjana Teknik UI. Yayasan MAB mengucapkan terima kasih untuk para donatur Beasiswa Prestasi MAB. Semoga kebaikan para donatur dalam beasiswa prestasi ini memberikan kebermanfaatan bagi pendidikan anak bangsa. Bagi para penerima Beasiswa Prestasi, semoga bisa terus meningkatkan prestasi! Semangat Berprestasi dan Berkarya! (BS)

Selamat Datang di Keluarga Besar Pondokan MAB

Selamat Datang Penerima Beasiswa MAB

Pondokan MAB adalah sebuah program Beasiswa berupa pemberian tempat tinggal secara gratis kepada mahasiswa FTUI asal daerah yang membutuhkan. Menjelang tahun ajaran baru 2017/2018 ini, Yayasan MAB kembali membuka kesempatan kepada mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 FTUI yang berasal dari daerah di seluruh tanah air untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Pondokan MAB.

Dari sejumlah pendaftar beasiswa, beberapa pendaftar masuk dalam daftar prioritas penerima beasiswa dan sesuai kriteria yang dibutuhkan sebagai penerima beasiswa. Kami ucapkan selamat kepada nama-nama berikut sebagai bagian dari keluarga besar Pondokan MAB, yaitu :

  1. Imam Abdullah (Teknik Metalurgi dan Material angkatan 2016, asal Semarang)
  2. Abdul Aziz Ananta (Teknik Perkapalan angkatan 2016, asal Palembang)
  3.  Alvira Novitasari (Arsitektur angkatan 2016, asal NTT)
  4. Cut Rana (Teknik Lingkungan angkatan 2017, asal Aceh)
  5. Ika N. Prasetya (Teknologi Bioproses angkatan 2017, asal Wonosobo)
  6. Fadlu Rahman (Teknik Perkapalan angkatan 2017, asal Pagar Alam)
  7. Asykar s. Bangun (Teknik Metalurgi dan Material angkatan 2017, asal Medan)
  8. Damar Kalamgung (Teknik Industri angkatan 2017, asal Tegal)

dan dua orang penerima Beasiswa anak asuh yaitu :

  1. Ikhsan Firdauz (Teknik Komputer angkatan 2017)
  2. Wulan Guritno (Teknologi Bioproses angkatan 2017)

Kami ucapkan sekali lagi selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Mata Air Biru. Mari sama-sama belajar untuk melejitkan prestasi dalam program Rumah Inspirasi MAB!

Dibuka Pendaftaran Beasiswa Prestasi MAB Tahun 2017

Tentang Yayasan MAB

Yayasan Mata Air Biru adalah sebuah yayasan nirlaba milik alumni FTUI yang didirikan pada tanggal 30 September 2003 oleh beberapa alumni FTUI yang peduli akan pendidikan bagi generasi muda. Yayasan MAB kembali membuka pendaftaran beasiswa prestasi MAB batch 7 untuk angkatan 2016.

Beasiswa Prestasi MAB

Beasiswa Prestasi MAB adalah sebuah beasiswa yang diberikan oleh Yayasan Mata Air Biru, sebuah lembaga non-profit milik alumni FTUI untuk membantu mahasiswa FTUI hingga menjadi sarjana Teknik FTUI. Pemberian Beasiswa Prestasi MAB akan diberikan selama 6 (enam) semester atau mulai dari semester 3 hingga semester 8 dengan nilai beasiswa sebesar Rp 5 Juta/semester.

Persyaratan:

  1. Mahasiswa aktif FTUI reguler angkatan 2016 atau sedang menempuh semester 3
  2. Memiliki IPK >= 3,3
  3. Tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain
  4. Membutuhkan bantuan finansial
  5. Memiliki prestasi akademis dan non-akademis
  6. Berkomitmen untuk mempertahankan IP semester min.3,3 hingga lulus
  7. Mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi berkas yang dibutuhkan sebelum tanggal 4 Agustus 2017

Dokumen yang diperlukan :

  1. Form Beasiswa UI (tidak perlu di ttd manajer kemahasiswaan FTUI)
  2. Transkrip Nilai (save as pdf bagian ringkasan dan riwayat SIAK-NG)
  3. Surat keterangan tidak merokok
  4. Foto diri
  5. Slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua
  6. Essay Motivasi yang berisi tentang “Apa arti prestasi bagi kamu dan apa mimpimu untuk Indonesia 20 tahun mendatang? serta bagaimana upaya kamu untuk menggapai mimpimu itu?” (Min. 2 halaman A4, TNR 12, spasi 1.5)

Daftarkan dirimu untuk menjadi penerima Beasiswa Prestasi MAB dengan mengakses link bit.ly/DaftarBeasiswaPrestasiMAB atau mengklik tautan di bawah ini.

Daftar Beasiswa Prestasi MAB

khusus untuk Angkatan 2016

Kewajiban :

  1. Setiap penerima Beasiswa Prestasi MAB wajib mengirimkan laporan perkembangan prestasi secara online melalui link http://www.beasiswamab.org/laporan-beasiswa-prestasi-mab/ di akhir semester sebagai evaluasi untuk perpanjangan beasiswa di semester berikutnya. Waktu pengiriman akan diberitahukan kemudian.
  2. Setiap penerima Beasiswa Prestasi MAB wajib meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik selama menjadi penerima beasiswa prestasi MAB.

Jangan lupa untuk me-like akun  fanpage Yayasan Mata Air Biru di fb.me/YayasanMAB dan add as friend akun facebook Pondokan MAB di fb.me/beasiswa.mab serta instagram di instagram.com/RumahInspirasiMAB

Note : Hanya berkas dan isian formulir yang lengkap yang akan kami proses

Bila mengalami kendala saat pengisian form bisa menghubungi Sdr. Bambang : 08128884997 (WA) atau via email ke beasiswa.mab@gmail.com

Aksikan Jiwa Sosialmu di KERSOS 2017

Kerja Sosial FTUIKERSOS atau Kerja Sosial adalah sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa FTUI untuk meningkatkan taraf hidup pada masyarakat suatu desa dengan dasar keilmuan keteknikan. Kegiatan ini merupakan program kerja dari BEM FTUI yang diadakan tiap tahunnya, dengan tiga poin tujuan yang ingin dicapai yakni pengaplikasian keilmuan keteknikan, interaksi antar elemen masyarakat & warga teknik serta pengabdian kepada masyarakat.

Dengan mengusung tagline “Ayo aksikan jiwa sosialmu!”, KERSOS 2017 dilaksanakan di Desa Jayamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten pada tanggal 5-9 Juni 2017. Di desa tersebut, mahasiswa tinggal bersama dengan warga dan berinteraksi dengan seluruh elemen masyarakat desa tersebut untuk melaksanakan proyek-proyek yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan warga desa sendiri. Proyek yang dikerjakan meliputi; renovasi MCK, pembangunan 2 unit MCK baru, dan renovasi Madrasah. Selain itu, pada Kersos 2017 juga dilaksanakan proyek non-fisik meliputi bidang ekonomi berupa UKM Budidaya Jamur dan Campur Sari, bidang lingkungan, bidang pendidikan dan kesehatan yaitu fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi warga

Peserta dari Kegiatan Kersos 2017 adalah mahasiswa FTUI angkatan 2016, dan panitia berasal dari mahasiswa FTUI angkatan 2014 dan 2015. Dengan adanya KERSOS 2017 ini, diharapkan mahasiswa sebagai agen perubahan dapat menjalankan salah satu fungsi utamanya dalam tridharma perguruan tinggi, yakni pengabdian.

Trianti Puji Sadermi, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2015 yang juga merupakan penerima Beasiswa MAB mengungkapan harapannya dalam kegiatan KERSOS 2017.

“Saya sangat ingin KERSOS bisa terus meninggalkan jejaknya di banyak desa lain yang membutuhkan seperti desa Jayamanik.”

Perannya sebagai Wakil Sekretartis Umum dalam KERSOS menjadi salah satu bentuk kentribusinya untuk terlibat aktif dalam kegiatan KERSOS.

“Awalnya saya tidak suka dengan dengan KERSOS. Namun, setelah saya melihat betapa masyarakat merasa sangat terbantu oleh adanya KERSOS, saya jadi ingin terus berkontribusi dalam kegiatan KERSOS.” Ungkapnya.

GRADASI 2017 : Semangat Kolaborasi untuk Berbagi

Santunan Iluni FTUI Gradasi 2017

Depok, Rabu, 14 Juni 2017 area Kantin Fakultas Teknik Universitas Indonesia tampak ramai. Bukan hanya kalangan civitas akademika saja, tetapi ratusan anak yatim-piatu dan dhuafa turut serta meramaikan acara kebersamaan dalam rangkaian GRADASI 2017 (Gema Ramadhan Syiar Islami) yang diselenggarakan oleh FUSI FTUI bekerjasama dengan BEM FTUI serta turut didukung oleh pihak Dekanat FTUI dan Iluni FTUI.

Rangkaian acara Gradasi kali ini bertemakan Perjuangan Al Fatih dalam penaklukan Konstantinopel tahun 1453 silam. Ust. Agung Waspodo, SE, MPP dihadirkan sebagai narasumber untuk merefleksikan semangat juang pemuda islam di masa itu yang menyejarah dan kontribusinya terhadap perkembangan IPTEK dan peradaban islam.

Selain civitas akademika FTUI yang terdiri dari pimpinan dekanat, dosen, mahasiswa serta karyawan di lingkungan FTUI yang hadir pada acara tersebut, turut hadir pula Ketua Iluni UI yang juga alumni FTUI yaitu Bapak Arief Budi Hardono, serta Ketua Iluni FTUI, Bapak Teten Derichard dan Ketua Iluni tiap Departemen beserta alumni FTUI lainnya. Ketua Yayasan Mata Air Biru, Ibu Sri Dijan Tjahjati juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Selain menjalin silaturahmi antar mahasiswa dan alumni yang hadir memenuhi area Kantin FTUI, Acara Gradasi 2017 juga memberikan Santunan Bingkisan ‘Tali Kasih’ bagi sekitar 100 staf FTUI yang terdiri dari Satpam, office boy, cleaning service, pedagang kantin dan lainnya dari penggalangan donasi berbagai alumni Fakultas Teknik UI. Selain itu, Bingkisan Ramadhan juga diberikan kepada anak yaitim-piatu dan dhuafa yang hadir pada acara tersebut.

Acara GRADASI ini merupakan wujud sinergitas kolaborasi kebaikan dari berbagai elemen yang ada di FTUI yakni FUSI FTUI, BEM FTUI, serta didukung oleh ILUNI FTUI, Yayasan Mata Air Biru, dan FUSI Foundation. Semoga amalan rekan-rekan yang sudah berpartisipasi dalam GRADASI 2017 ini memperkaya pikiran dan sudut pandang serta membuka pintu rezeki dan berkah di bulan suci ini. (BS)

Sumber Teks dan Gambar : Facebook Iluni FTUI

[Pengumuman] Pengumpulan Laporan Perkembangan Prestasi bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB

Laporan Beasiswa Prestasi MAB 2017

Dear Penerima Beasiswa Prestasi MAB,

Tak terasa masa perkuliahan di semester genap TA 2016/2017 telah berakhir. Sehubungan dengan hal tersebut dan telah dipublikasikannya semua nilai sebagai hasil belajar satu semester, maka kami beritahukan bahwa terkait Laporan Perkembangan Prestasi periode semester Genap 2016/2017 bagi penerima Beasiswa Prestasi MAB bisa di submit secara online dengan mengakses laman berikut http://www.beasiswamab.org/laporan-beasiswa-prestasi-mab/

Laporan Beasiswa Prestasi ini sifatnya wajib bagi Penerima Beasiswa Prestasi MAB angkatan 2014 dan 2015 sebagai evaluasi untuk pertimbangan perpanjangan Beasiswa Prestasi tersebut ke depan.

Laporan perkembangan prestasi untuk periode semester gasal 2016/2017 disubmit paling lambat tanggal 3 Juli 2017.

Apabila ada pertanyaan terkait hal tersebut diatas bisa menghubungi Sdr. Bambang (0812-888-4997) secara langsung. Semoga bisa terus meningkatkan prestasi di semester mendatang!

Dibuka Pendaftaran Beasiswa Pondokan MAB 2017

Pendaftaran Beasiswa Pondokan MAB 2017

Program Beasiswa Pondokan MAB adalah sebuah beasiswa berupa tempat tinggal dan fasilitas pengembangan diri dari Yayasan Mata Air Biru, sebuah Yayasan milik alumni FTUI yang diperuntukkan bagi mahasiswa/i FTUI asal daerah.

Program Beasiswa ini diberikan selama dua tahun berupa tempat tinggal gratis dan fasilitas pengembangan diri berupa Pelatihan kepemimpinan, manajemen diri, English Course Persiapan TOEFL dan Test TOEFL, Sharing dan jaringan dari alumni FTUI.

Persyaratan:
1. Mahasiswa FTUI angkatan 2016 dan 2017 (mahasiswa baru)
2. Berasal dari daerah luar jabodetabek
3. Membutuhkan bantuan finansial berupa tempat tinggal selama kuliah di FTUI
4. Bersedia dan berkomitmen untuk mengikuti program pembinaan di Pondokan MAB

Aktivitas yang dilakukan di Pondokan MAB yaitu :

  1. Program kerohanian (aktivitas harian berupa shalat berjama’ah dan kajian pagi)
  2. MAB Gathering dengan alumni
  3. Sharing Inspirasi
  4. BIG Movies
  5. Sport
  6. Peningkatan prestasi dengan mengikuti lomba/kompetisi bersama

Fasilitas:
1. Tempat tinggal yang kondusif dan nyaman secara gratis
2. Les bahasa inggris persiapan TOEFL/IELTS
3. Program Inspiration Talk
4. Internet Wifi

Jika kamu berminat untuk menjadi bagian dari keluarga kami, segera daftarkan dirimu dengan mengisi formulir secara online di http://www.beasiswamab.org/pendaftaran-pondokan-mab/ atau pelajari info lengkap Beaisswa Pondokan MAB di http://www.beasiswamab.org/pondokan-mab/

Periode Pendaftaran 7-25 Juni 2017

Mungkin kamulah keluarga baru kami selanjutnya di Pondokan MAB.

Yuk, ikuti social media channel Yayasan MAB untuk mendapatkan informasi terkait beasiswa dari alumni FTUI!

Facebook Page : Yayasan Mata Air Biru (fb.me/YayasanMAB)
Facebook Account : Pondokan Mab (fb.me/Beasiswa.MAB)
Twitter : @BeasiswaMAB (twitter.com/BeasiswaMAB)
Instagram : @RumahInspirasiMAB (instagram.com/RumahInspirasiMAB)

Informasi lebih lanjut : email : beasiswa.mab@gmail.com

Penerima Beasiswa MAB meraih Juara 2 dalam Hang Tuah Model Boat Series 2017

Naufal juara 2 hang tuah model boat series 2017

Salah satu penerima Beasiswa Pondokan MAB, Naufal M. Rafif, mahasiswa Teknik Perkapalan angkatan 2016 bersama timnya berhasil meraih Juara ke-2 dalam ajang Hang Tuah Model Boat Series 2 yang diadakan oleh Universitas Hang Tuah, Surabaya di Surabaya pada 12-13 Mei 2017 lalu. Naufal bersama timnya yang tergabung dalam tim DartLight tersebut berhasil unggul di kategori Endurance Race.

Hang Tuah Model Boat Series sendiri merupakan event tahunan berupa kompetisi teknik perkapalan yang diselenggarakan oleh Universitas Hang Tuah Surabaya dan diikuti oleh pelajar SMA/SMK dan mahasiswa se-Indonesia. Untuk tingkat pelajar SMA/SMK, kategori yang dilombakan yaitu Ship Design, sedangkan untuk tingkat mahasiswa kategori yang dilombakan terdiri dari Endurance Race dan Warship Race.

Selamat untuk Naufal dan tim. Semoga prestasi ini bisa menginspirasi para penerima beasiswa MAB lainnya untuk juga menorehkan prestasi sesuai bidangnya masing-masing.

Pondokan MAB : Tempat Saya Belajar Kehidupan

Sholat Berjamaah di Pondokan MAB

Pondokan Mata Air Biru (MAB) bukan sekedar tempat untuk beristirahat, namun tempat untuk saya belajar tentang kehidupan; mulai dari hal-hal kecil seperti bagaimana bertanggung jawab ketika meminjam barang-barang teman, hingga belajar bagaimana mengatur kehidupan serta keuangan dengan baik terutama dalam kehidupan semasa kuliah ini.

Ada banyak program di Pondokan Mata Air Biru yang mengubah kehidupan dan keseharian saya. Program sholat subuh berjamaah adalah salah satu program yang sangat berpengaruh dalam keseharian saya. Sebelum saya tinggal di Pondokan MAB, saya sempat selama beberapa bulan Kos di sekitar Jalan Juragan Sinda 2, Kukusan. Keseharian saya saat itu sangatlah berantakan. Berbeda sekali dengan keseharian saya saat saya masih di rumah.

Saat kos tersebut, hampir setiap hari shalat subuh saya terlambat, walaupun sudah menyiapkan alarm pukul 04.15 WIB. Padahal ketika saya masih di rumah beberapa bulan lalu, ketika masih SMA dan tinggal bersama orang tua di Tegal, hampir setiap hari saya shalat subuh berjamaah di masjid. Kebiasaan yang sudah saya bangun sejak masih SMP. Entah Mengapa beberapa bulan pisah jauh dengan kedua orang tua dan keluarga saya, kebiasaan dan keseharian saya berubah drastis begitu saja. Jika kedua orang tua saya mengetahui hal tersebut, pasti mereka sangatlah kecewa.

Namun, saya masih bersyukur alhamdulillah karena setelah beberapa bulan kos, saya diberi kesempatan untuk bergabung dengan Pondokan MAB. Perlahan, kebiasaan shalat subuh berjamaah saya mulai terlaksana kembali, walaupun terkadang terburu-buru mengejar jama’ah untuk shalat subuh, namun setidaknya sebagian besar dari shalat subuh saya sekarang ini adalah berjamaah di masjid bersama dengan teman-teman dari Pondokan MAB. Saya sangat berterimakasih dengan Pondokan MAB yang telah mengingatkan kembali kepada saya akan pentingnya shalat subuh berjamaah di masjid.

Selain program shalat subuh berjamaah, ada program kajian pagi, dimana setelah shalat subuh berjamaah, kami berkumpul di ruang tamu untuk tilawah bersama dan dilanjutkan dengan pembacaan hadits serta forum pagi. Program kajian pagi inilah yang kemudian mengingatkan saya kembali akan pentingnya tilawah. Sebelum saya bergabung dengan Pondokan MAB, saya merasa kehilangan kebiasaan untuk tilawah Al-Quran setiap harinya, padahal ketika saya masih SMA bahkan sejak saya SMP, hampir setiap hari saya tilawah Al-Quran minmal satu juz. Namun saat mulai kos, kebiasaan itu perlahan menghilang. Namun, sejak saya bergabung dengan Pondokan MAB, alhamdulillah hampir setiap hari saya tilawah Al-Quran kembali, bahkan saat ini saya telah mengikuti program One Day One Juz.

Bergabung dengan Pondokan MAB juga memberikan saya pemahaman pentingnya merencanakan target dan tujuan yang ingin kita capai selama kuliah. Misalnya dengan membuat target setiap semester. Mungkin target semester ini terkesan tidak penting, namun sebenarnya target semester ini sangatlah berpengaruh terhadap apa yang seharusnya saya lakukan selama masa perkuliahan satu semester. Jika saya tidak memiliki target semester, saya sangat yakin kegiatan-kegiatan saya di kampus sangatlah tidak terarah dan bahkan sia-sia. Adanya target semester ini membuat saya menjadi mengerti apa yang seharusnya saya lakukan dan apa yang seharusnya saya tinggalkan.

Selain hal-hal diatas, hal-hal lain yang saya dapatkan semenjak bergabung dengan Pondokan MAB yaitu tentang inspirasi untuk mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri. Mungkin hal ini terkesan tidak mungkin bagi beberapa orang, namun mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri adalah salah satu target saya setelah lulus S1 nantinya, bukan untuk gengsi, bukan untuk pamer, bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk mempelajari hal-hal baik yang tidak ada di Indonesia dan membawanya ke Tanah Air untuk membantu membangun bangsa ini. Mungkin terkesan konyol dan tidak mungkin, tetapi inilah impian saya yang akan saya buktikan nantinya.

Berbicara kuliah di luar negeri, saya teringat beberapa hal yang seringkali menjadi syarat untuk melanjutkan kuliah di luar negeri dengan beasiswa. TOEFL dengan score minimal 550 adalah syarat mutlak untuk dapat melanjutkan kuliah di luar negeri dengan beasiswa. Syarat ini adalah salah satu syarat yang harus mulai saya kejar mulai sekarang ini. Pondokan Mata Air Biru memiliki program TOEFL simulation dimana saya bisa melakukan tes simulasi dan mengetahui perkembangan kemampuan saya. Dari sinilah saya berusaha untuk mengejar score TOEFL saya agar dapat memenuhi persyaratan yang diinginkan.

Saya sangat beruntung dapat bergabung dengan Pondokan MAB. Banyak hal telah saya pelajari disini dan masih banyak hal lain yang dapat saya pelajari selama saya tinggal di Pondokan MAB ini. Terimakasih kepada Yayasan Mata Air Biru yang telah mengizinkan saya untuk bergabung disini dan membantu saya untuk mengembangkan kepribadian saya serta membantu saya untuk menjaga mimpi-mimpi saya.

—-

Penulis :

Naufal Penerima Beasiswa Pondokan MAB

Naufal M. Rafif adalah salah satu penerima beasiswa Pondokan MAB yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Naufal saat ini merupakan mahasiswa Teknik Perkapalan UI angkatan 2016.

Mozaik Kehidupan di Asrama MAB

Kehidupan di asrama beasiswa mab

Kehidupan berasrama memang mengandung banyak cerita. Mulai dari cerita lucu, asik, menegangkan, hingga yang sedih.

Semua cerita itu menambah warna pada keseharian seorang anak asrama, bagai kepingan warna-warni yang menjadikan jendela mozaik terlihat indah dan megah disandingkan dengan kesunyian gedung-gedung tua eropa.

Sebagai anak perantauan yang tinggal serumah dengan anak perantauan lainnya, aku banyak terpapar kejadian-kejadian yang sukses menghiasi hari-hari kuliah yang lumayan membosankan. Bagaimana tidak membosankan, perjalanan kuliah dari rumah melalui jalan yang selalu sama setiap harinya, begitu juga jalan pulang. Datar. Bosan. Namun, keberadaan anak-anak perantauan lainnya di rumah menjadikan kebosanan itu sedikit terobati.

Dalam satu rumah, kami ada delapan orang plus satu orang pembina. Sembilan kepala dalam satu rumah artinya ada sembilan kepentingan dengan tujuan berbeda dalam satu atap. Ramai. Rentan akan terjadinya konflik. Namun seperti kata orang bijak, “Tanpa konflik, hidup tidak akan terasa hidup”. Konfliklah yang menjadi bumbu dalam kehidupan. Ibarat garam, masakan tanpa keberadaannya akan terasa hambar. Konflik dibutuhkan dalam hidup seperti garam dibutuhkan dalam makanan. Namun tujuan kita bukanlah mencari atau membuat-buat konflik. Yang harus kita lakukan adalah memanfaatkan konflik untuk menjadi yang lebih baik di masa mendatang.

Jika anak kos pada umumnya tinggal sendiri dalam satu kamar, dalam satu rumah kami tidur berempat dalam satu kamar. Empat orang dalam satu kamar menjadikan diferensial perbedaan-perbedaan yang sangat banyak. Mulai dari empat waktu tidur yang berbeda, empat kebiasaan tidur yang berbeda, empat tingkat kesulitan bangun tidur yang berbeda, serta yang paling pasti adalah empat dering alarm yang berbeda-beda kebisingannya. Hahaha. Yap, pada jam-jam tertentu di pagi buta, biasanya akan ada saja dering alarm yang menghiasi tidur kami diatas jam tiga pagi. Alasannya beragam, mulai dari yang ingin bangun untuk tahajjud, bangun untuk belajar, sampai yang hanya menjadi dering penghias mimpi karena tidak cukup ampuh untuk membangunkan orang tersebut.

            Saat waktu Sholat Subuh tiba, salah satu dari kami yang paling rajin di rumah pasti akan terbangun dan mulai membangunkan yang lainnya. Membangunkan seluruh anggota rumah menjadi pekerjaan rumah yang cukup memakan tenaga. Karena tidak semua tidur dengan durasi yang sama. Ada yang sudah bangkit dari tidurnya, duduk di kasur sembari menunggu iqomah berkumandang, namun karena ada sesuatu yang menyebabkan otot-otot penyangga yang berada di punggungnya melemas hingga akhirnya dia jatuh dan kembali terlelap.

Setelah subuh, biasanya kita lanjutkan dengan membaca Al-Quran serta Hadist sebagai sarana recharge iman, kemudian dilanjutkan dengan sesi forum. Sesi forum isinya beragam, mulai dari pengumuman barang hilang, pengumuman kegiatan, permasalahan seputar pelaksaan piket yang tidak berjalan dengan semestinya, sampai ‘lelang’ piring kotor. Jika ada piring kotor yang tidak dicuci pada tempat cuci piring, maka piring tersebut akan dilelang sampai diakhiri dengan ada yang mengakui, atau lebih seringnya sampai si petugas piket yang urusan mencuci mau mengambil alih piring tersebut. Begitulah, forumnya fleksibel, tidak seperti forum rapat anggota BPUPKI ketika merumuskan Pancasila atau forum-forum menegangkan serta membosankan lainnya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kami semua adalah anak-anak perantauan. Ada dua orang yang dari Sulawesi, satu orang dari Kalimantan, empat orang dari Jawa, serta dua orang dari Sumatera. Beragam, beragam bahasa daerah, beragam budaya daerah, beragam logat yang menghiasi percakapan sehari-hari di rumah. Bahasa daerah sering tercampur dengan bahasa sehari-hari, sehingga cukup sering “itu artinya apa sih?”, “maksudnya apa sih?”, dan “jangan pakai bahasa daerah dong!” terucap ketika di rumah. Cukup bisa membuat terhibur ketika salah seorang dari kami kesulitan menjelaskan salah satu istilah dalam bahasa daerahnya ke dalam bahasa Indonesia.

Kehidupan di asrama beasiswa mab

Dengan banyaknya orang dalam satu rumah, maka akan ada banyak hobi-hobi yang dimiliki setiap orang. Ada yang hobinya olahraga, baca, nonton, main, diam (ya, hobinya berdiam diri), tidur, belajar, sampai yang hobi masak. Bukan masak air atau mie instant, namun masakan khas rumahan yang biasanya dimasak oleh ibu-ibu kita. Sehingga si tukang masak tersebut mendapat julukan mamak karena lihainya dia ketika memasak dan berbelanja sayur.

Kehidupan asrama memang menawarkan banyak hal. Ada begitu banyak hal yang bisa menghilangkan rasa bosan, serta menjadi penawar rasa galau akibat belum terjawabnya kisah cinta. Semua perbedaan hobi, asal daerah, tugas piket, kepentingan, sampai perbedaan dering alarm menjadi indah dibalut dengan krim manis yang lezat ditambah kepingan biskuit susu yang nikmat, eh maksudnya akan menjadi indah jika dibalut dengan rasa toleransi serta pengertian yang tinggi antar sesama anggota rumah.

Disinilah aku tinggal, dimana perbedaan membuat kita dekat, dan perbedaanlah yang menyatukan kita. MAB.~

 —-

Huzaifi mahasiswa teknik perkapalan 2015Cerita ini ditulis oleh :

Muhammad Hanzallah Huzaifi, Mahasiswa Teknik Perkapalan 2015 yang merupakan penerima Beasiswa MAB asal Medan.